Home » Tabagsel » ASENG NAGA DIDENDA KARENA “CURI” KAYU

ASENG NAGA DIDENDA KARENA “CURI” KAYU

%name ASENG NAGA DIDENDA KARENA “CURI” KAYUSumber: www.infocoruptiom.wordpress.com (Arsip – 2008)

Gara-gara Tebang Liar tanpa RKT

Tapsel,(Info)

Aseng Naga alias Budianto Dikretur Sawmill PT.Rimba Jaya sekaligus pemegang saham mayoritas IUPHHK PT.PLS di Desa Mosa Kec.Angkola Selatan , cukup dikenal oleh penduduk Pulau sumatera dan Kalimantan sebagai “Mavia Kayu” dengan mengandalkan seribu satu trik “penipuan” dalam memuluskan kepentingannya untuk mengobok-obok hasil hutan di negeri ini.

Namun Kiprah Cowboy nya mental di Kabupaten Tapanuli Selatan, digrebek instansi Kehutanan Provsu dan Pemkab Tapsel, Aseng Naga ketahuan melakukan penebangan liar di dalam kawasan Hutan Lindung Register 6 antara Aek Langkumas, Aek Andarihim , Aek Lontung dan Aek Goti.

Hasil Investigasi dan informasi yang dihimpun Medan Pos, menemukan 784 batang kayu bulat tebangan baru di TPK (Tempat Penumpukan Kayu-red) Simpang Palang dekat desa Mosa Julu, berlanjut 1.107 kayu bulat di Bascamp Langkumas dalam HL.Reg.6 .

Pada tanggal 13 s/d 14 Agustus , tim Dinas Kehutanan Provsu mengetahui Aseng Naga melakukan penebangan liar , sementara izin RKT 2008 belum dikantongi oleh Aseng Naga. Kemudian, Surat Laporan BPPHH UPT IV diterima Kadishut Provsu JB.Siringo-ringo (16/08).

Terkait ketersinggungan oleh tantangan supir truk Aseng Naga seputar ocehannya yang mengatakan Bupati tidak punya wewenang untuk truk kayu . Bupati Tapsel Ongku P.Hasibuan , (19/08) memperlihatkan power turun ke TPK Simpang Palang, yang selanjutnya memberikan perintah penyetopan operasi dan IUPHHK PT.PLS dan Rimba Jaya.

Selanjutnya, (27/8) BP2HP Provsu turun ke lokasi TKP untuk menguji dan mengukur kayu tebangan baru tersebut, ternyata terdapat total kayu sebanyak 1.891 kayu bulat. Jika dikonversi ke kubikasi meter, maka 1.891 dikalikan 4 mtr kubik / batang, diperoleh hasil sekira 7.564 mtr kubik.

Dari keterangan yang dihimpun wartawan, Dishut Tapsel menjelaskan bahwa menurut PP 34 Tahun 2004 tentang Pengusahaan Hutan, kesalahan PT.PLS dihukum denda 15 kali PSDH @ Rp.60.000,- / kubik. Maka 15 x Rp.60.000 X 1.891 mtr kubik x 4 =Rp. 6.807.600.000,-. Demikian hitungan denda yang wajib disetor Aseng Naga selaku pemilik izin Sawmill dan IUPHHK PT.PLS ke rekening Mentri Kehutanan sebelum melanjutkan operasinya kembali.

Aseng naga, yang dikenal pandai memainkan trik-triknya “busuknya”, coba ngoceh melalui selular kepada wartawan bisa mengatur Pemkab Tapsel dan Pihak Kehutanan Provinsi agar yang denda di Mark-Down (diturunkan-red) dari 7.564 mtr kubik menjadi hanya 2.000 kubik yang didenda.

Pertanyaannya, siap nggak Bupati Tapsel, Dishut Tapsel dan BP2HP menerima tawaran tersebut ? Sehingga terjadi market di bawah tangan?

“ALARM bersama Koalesi LSM Peduli Hutan Sumut siap memantau sejauh mana kejujuran Kadishut Provsu JB.Siringo-ringo, Bupati Tapsel Ongku Hasibuan dan Kadishut Tapsel Ibrahim Harahap dalam menegakkan hukum tanpa harus neko-neko dalam pengawasan denda hak Negara yang Rp. 7 Milyar lebih tidak menciut jadi Rp. 1s/d Rp.2 milyar saja .”jelas AR.Morniff Dir. LSM ALARM.

Aseng Naga yang dikonfirmasi Medan Pos melalui selular, masih berbelit kayak belut, mengatakan bahwa mereka tidak melakukan penebangan melainkan hanya melakukan Tarikan kayu tebangan lama. Padahal sesuai Data dari Dishut Tapsel , diketahui bahwa Stok Opname kayu bulat PT.PLS dari RKT 2007 hanya tersesa sekitar 400 mtr kubik. Dari mana yang 7.564 mtr kubik tersebut?

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.