Home » Tabagsel » KAPOLDA DIMINTA PERIKSA SEJUMLAH PROYEK DI PADANGSIDIMPUAN

KAPOLDA DIMINTA PERIKSA SEJUMLAH PROYEK DI PADANGSIDIMPUAN

%name KAPOLDA DIMINTA PERIKSA SEJUMLAH PROYEK DI PADANGSIDIMPUANBerita ini Ditulis: 10 Desember 2008

dari sumber: www.infocoruption.wordpress.com

Pengawas Proyek dan Pemborong “kong-kalikong”

Padangsidimpuan,( Info)

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara diminta segera turunkan SAT INTEL dalam menyelidiki pekerjaan proyek di kota Padangsidimpuan, menyusul masih banyak Pengawas, Dirtek dan Pejabat Pembuat Komitmen yang tidak mau melakukan pembongkaran atas sejumlah proyek bermasalah , demikian dikatakan Ketua STPC (Sidimpuan Tapsel Pers club) Pria Ismar, kepada wartawan.

Seperti Proyek Rehabilitasi Jalan BM.Muda (Silandit Lopo Ujung ant. Km.0 + 000 – 2 + 000) Kecamatan Padangsidimpuan Selatan senilai Rp. 1.290.100.000,- yang bersumber dana dari DAK (Dana Alokasi Khusus) diduga mencuri bestek proyek. Pasalnya menurut hasil investigasi wartawan , sebulan yang lalu memperlihatkan bahwa dari salah satu item kerja proyek tersebut yakni pembangunan Paret kiri-kanan badan jalan terindikasi melakukan pencurian dengan cara mempoles pasangan batu dari tanah, sehingga terjadi pengurangan volume proyek yang merugikan keuangan Negara.

Selain itu, Proyek Rehabilitasi Jalan SM.Raja yang dananya bersumber dari Dana Penyesuaian berjumlah Rp.897.4999.300 dan dikerjakan oleh CV.Esthomihi Tapanuli Jaya dalam pelaksanaan terlihat bayak kejanggalan seperti Plank merek yang hanya dipasang di dalam kedai kopi. Keselamatan kerja dimana para pekerja harus melewati jembatan darurat yang panjangya sekira 10 meter lebar hanya 35 cm pada kondisi ketinggian kerja 8 s/d 10 meter. Untuk material batu yang dipakai dalam pasangan pondasi berasal dari batu gunung . Yang diperkirakan daya tahannya kurang disbanding Batu kali.

Selanjutnya Proyek Pembangunan Jembatan Kayu Ombun, papan merek juga terlihat sehingga tidak diketahui berapa milyar biayanya dan berapa volume pekerjaan . Dengan menghilangkan papan merek ini diduga telah terjadi penggelembungan harga proyek terhadap fisik pekerjaan. Dan yang paling sangat disesalkan Bantalan jembatan yang tingginya lebih 10 meter dengan lebar 18 s/d 20 meter sama sekali tiidak memakai tiang cor .

Kemudian Proyek pembangunan Paret dan Jalan Sikoring-koring yang dananya juga diduga milyaran rupiah , bahan material yang dipakai untuk pembuatan paret berupa Pasir Sobu-sobu . Dengan memakai pasir jenis sobu-sobu ini akan mengakibatkan kurang kokohnya hasil pekerjaan fisik, karena kandungan pasir ini banyak mengandung tanah sehingga pemborong akan diuntungkan dengan berkurangnya kandungan semen. Setahubagaimana, dikhabarkan beberapa anggota Dewan dari komisi II diantaranya Khoiruddin Rambe (PKS) , Abdul Azis Siregar (PBR) , Asbon Salimm (PPP) sempat mengambil sample bahan material tersebut.

Hingga sejauh ini, meski untuk kesekian kalinya telah dikoordinasikan kepada Kadis PUD, PPK dan Pengawas agar dalam melakukan pengawasan lebih proaktif dan bilamana terjadi kejanggalan yang menyalahi bestek / kontrak dalam pekerjaan , pihak PUD harus melakukan pembongkaran. Namun pihak PUD tidak menaggapainya hingga dikhabarkan pihak rekanan telah mmencairkan dana sekitar 80% dari nilai kontrak.

Kurangnya pengawasan dari PUD selaku Pengguna Anggaran , disebabkan adanya indikasi konspirasi (kong-kalikong-red) antara Pemborong dengan PUD(***)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.