Home » Tabagsel » KEPSEK SDN 200113 TANOBATO “TILEP” DANA DAK DAN ASET NEGARA

KEPSEK SDN 200113 TANOBATO “TILEP” DANA DAK DAN ASET NEGARA

%name KEPSEK SDN 200113 TANOBATO “TILEP” DANA DAK DAN ASET NEGARASumber: www.infocoruptin.worpress.com (10 Desember 2008)

Karena dikerjakan “Pemborong Siluman”

Padangsidimpuan, ( Info)

Kepala Sekolah SD Negeri 200113 Tanobato Rahmah Tanjung diduga menilep (menelan-red) mentah-mentah Dana DAK Non DR Bidang Pendidikan Kota Padangsidimpaun TA. 2008. Menyusul , belum dikerjakannya Rehabilitasi Sekolah tersebut yang dananya dikhabarkan sudah dicairkan melalui rekening Kepala Sekolah sebesar 30%, sekitar 1 bulan yang lalu, demikian dikatakan salah seorang anggota Komite Sekolah Burhanuddin Simanjuttak kepada wartawan, Jum,at, (28/11).

Selain terindikasi menilep Dana DAK, Kepsek Rahmah Tanjung juga telah melakukan pembongkaran atas salah satu ruang kelas yang akan direhab dan hasil bongkaran tersebut, berupa seng , papan dan lain sebagainya yang merupakan asset negara tidak tahu entah kemana dibuat, hal ini diduga dijual oleh Kepala Sekolah untuk kepentingan pribadi.

Padahal jauh hari sebelumnya, Anggota Komite Sekolah yang menurut Petunjuk Tehnis Pengelolaan DAK Non DR Bidang Pendidikan TA. 2008 ,merupakan bahagian dari unsur yang berkompeten setelah kepala sekolah yang berhak dalam mengawasi, melaksanakan dan merencanakan proyek rehab sekolah ini, sudah mengkoordinasikan kepada Kepsek untuk memanfaatkan barang bekas bongkaran lama yang dipandang masih bisa pakai agar, digunakan untuk kepentingan lainnya seperti membuat pagar sekolah.

Ternyata Kepsek tidak menghiraukan himbauan positif yang dikatakan oleh salah seorang anggota Komite, Kepsek malah membawa hasil bongkaran tersebut entah kemana, yang diduga untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan mengorbankan kepentingan sekolah, demikian disampaikan Burhanuddin Simanjuttak yang juga Ketua KNPI Kecamatan Padangsidimpuan utara atau yang akrab dikenal dengan nama Koling.

Dari ulah Kepsek yang dinilai kurang bertanggungjawab, menyebabkan kerugian kepada Negara atas “Raibnya” asset-aset Negara dan timbulnya kesenjangan waktu dalam proses belajar mengajar akibat tidak terpakainya bangunan yang dibongkar tersebut.

Aktifis LSM Abdu Siregar mengatakan, kejadian ini merupakan kurangnya koordinasi antara Ketua Sekolah dengan Komite Sekolah dalam melaksanakan kegiatan tersebut sehingga timbul simpang siur dalam melaksanakan kerja. Dan ini juga imbas dari isu yang mengatakan bahwa Proyek Rehabilitasi SD yang dananya bersumber dari DAK Non DR Bidang Pendidikan yang seharusnya dikerjakan secara swakelola , ternyata dialihkan kepada “Pemborong Siluman” yang berkedok sebagai Kepala Tukang atas adanya intervensi Dinas Pendidikan kepada Kepala Sekolah .

Kepsek SDN 200113 Rahmah Tanjung yang dikonfirmasi wartawan melaluii sms selular ternyata tidak bersedia menjawabnya. Anehnya, selang beberapa menit kemudian salah seorang yang mengaku anak dari kepala sekolah tersebut menghubungi wartawan melalui no hp yang berbeda. Dengan menyebutkan konfirmasi sms tersebut keterlaluan dan mengarah kepada pemerasan menyusul adanya kata-kata dalam sms tersebut yang menyebutkan ” saya nantikan hingga pukul 18.00? .

Setelah dijelaskan bahwa, wartawan mempunyai batas waktu pengiriman (Dead Line) , maka orang yang mengaku anak dari kepala sekolah ini menyarankan agar menjumpainya sehabis Magrib dengan tujuan mempertemukan wartawan dengan ibunya. Untuk kedua kalinya telepon selular orang tersebut menghubungi wartawan dengan menyarankan agar menjumpai ibunya (kepsek-red) di rumahnya di Jl.Perintis Kemerdekaan Gang Amal No.7 Padangmatinggi, karena beliau tidak dapat hadir sesuai janjinya, mengingat beliau masih bertugas di Kabupaten Madina.

Mengikuti saran orang tersebut dan mengingat batas waktu pengiriman berita sudah kepepet, wartawan menjumpai ibunya (kepsek-red) di kediamannya di Padangmatinggi. Namun apa yang diperoleh oleh wartawan, ternyata sang kepsek terlihat gusar dan marah-marah dengan nada yang kasar menyebutkan,” Anda tak punya sopan datang ke rumah orang Magrib-magrib, sepertinya anda bukan orang yang beragama, lanjutnya,”ada apa rupanya”.

Wartawan mengatakan, tadi orang yang mengaku anak ibu menyarankan agar saya menjumpai ibu di rumah ini dan mengenai pertanyaan saya adalah sudah tertulis di sms yang saya kirimkan tadi ke nomor Hp ibu.

Sang Kepsek lalu mengatakan, “saya baru membacanya, karena saya sibuk ke dinas dan kesana-kemari. Takut terjadi keributan di rumah, wartawan mengatakan kalau ibu memang tidak senang atas kedatangan wartawan, kami akan keluar saja. Setelah itu wartawan meninggalkan rumah kepala sekolah.

Diminta kepada Kepolisian melakukan penyelidikan agar dugaan rahibnya aset negara dan dugaan penilepan dana DAK di SD Negeri 200113 Kelurahaan Tanobato diungkap dan di bawa ke meja hijau .(***)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.