Home » Tabagsel » Ketua DRP: Lestarikan Kebudayaan Tabagsel

Ketua DRP: Lestarikan Kebudayaan Tabagsel

sumber: www.metrosinatar.com
Sabtu, 05 September 2009

SIDIMPUAN-METRO; Belajar dari kasus Tari Pendet yang diklaim Malaysia, dan menuai protes dari sejumlah kalangan, maka sudah selayaknya beragam kebudayaan daerah di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ini, dipelihara dan dijaga sekaligus dilestarikan.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Dewan Riset Pendidikan (DRP) Sumatera Utara (Sumut), Pahri Harahap SPd.

Pahri mengatakan, wilayah Tabagsel merupakan daerah yang menghargai adat dan budaya. Namun, hal yang mendukung ke arah tersebut belum terlihat, misalnya, museum budaya atau sanggar budaya yang nihil.

“Adat-istiadat dan potensi daerah perlu dikembangkan dan dilestarikan agar budaya kita tidak hilang atau punah. Jangan sampai terjadi kasus seperti kasus tari pendet dan kasus lainnya,” ujar Pahri kepada METRO beberapa hari lalu.

Makanya, DRP mengharapkan pemerintah daerah bersama DPRD dengan berkonsultasi dengan lembaga adat atau lainnya membuat satu kebijakan berupa penerbitan perda tentang kurikulum adat-istiadat dimuat di sekolah.

“Karena saat ini mulai terlihat kita mengalami stadium 4, terjadinya krisis kebudayaan dalam artian, anak-anak sekolah banyak yang tidak pandai bertutur sapa lagi,” pungkasnya.

Pahri menegaskan, Dinas Pendidikan dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga adat atau badan pemangku adat merumuskan tentang perda tentang kurikulum adat, dengan dasar, konsep pendidikan sudah berdasarkan adanya hak otonomi daerah dalam bidang pendidikan serta satuan kepala daerah berhak mengambil kebijakan atas penerapan kurikulum adat-istiadat, karena adat-istiadat adalah potensi besar yang dimiliki daerah dan masyarakatnya.

“Hal ini sangat perlu kita buat karena daerah kita di kenal dengan Bumi Dalihan Natolu dan kaya akan adat istiadatnya,” cetusnya mengakhiri. (neo)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.