Home » Tabagsel » Polres Tapsel Ungkap Kasus Pembunuhan Marlina Br Zebua di Paluta

Polres Tapsel Ungkap Kasus Pembunuhan Marlina Br Zebua di Paluta

Sumber: www.hariansib.com
Padangsidimpuan (SIB)

jtim9saedvcalegpprn ditangkap Polres Tapsel Ungkap Kasus Pembunuhan Marlina Br Zebua di PalutaPolres Tapanuli Selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan Marlina Br Zebua (22) penduduk Dusun Sopo Onggang Bukit Sion Wil. Desa Langkimat, Kecamatan Simangambat, Kab. Padang Lawas Utara (Paluta). Tersangka WG (27) warga desa yang sama dengan korban, dijemput petugas dari kedimannya, Minggu (23/8).
Kapolres Tapsel AKBP Pranyoto Harahap, SIk melalui Kasat Reskrim AKP Waiman kepada wartawan, Selasa (25/8) mengatakan, motif pembunuhan adalah karena dendam. Tersangka tidak menerima perlakukan suami korban Yafaoge Gulo dan abangnya Faozanolo Gulo yang memukuli WG pada Juli 2009.
Tersangka WG membawa sebilah parang mendekati rumah korban, kemudian mengetuk pintu minta air minum. Tanpa berfikir apa- apa, Marlina yang sedang hamil 8 bulan lebih, membuka pintu dengan maksud memberi air minum tadi. Ketika itulah, tersangka menarik rambut korban dan membacoknya membabi buta hingga 13 bacokan ke leher dan tubuh korban. Marlina langsung tersungkur dan diseret ke luar rumah, selanjutnya dijatuhkan ke jurang dekat rumah korban kedalaman sekitar 15 meter.
Kepada petugas, tersangka mengakui yang ingin dibunuhnya adalah istri Faozanolo Gulo bukan istri Yafaoge Gulo. “Saya mau menghabisi keluarga (istri) Faonojanulo Gulo bukan istri Yafaoge Gulo ini,” ucap WG kepada juru periksa. Alasannya, karena dendam melihat perlakuan keduanya terhadap tersangka beberapa hari sebelumnya.
Kenapa WG dendam? Pada akhir Juli 2009, katanya tersangka dipukuli oleh Yafaoge Gulo (suami korban Marlina) dan abangnya Faozanolo Gulo gara-gara sebuah HP. Katanya permasalahan itu hanya selesai dengan salam- salaman. Namun, sesungguhnya WG masih menaruh dendam kepada kedua orang itu termasuk kepada keluarganya. Dan menurut WG yang harus dihabisi lebih dulu adalah istri Faozanolo Gulo.
Terungkapnya kasus pembunuhan sadis terhadap ibu rumahtangga yang sedang hamil tua itu, atas pengembangan penyidikan yang dilakukan Polres Tapsel, termasuk menelusuri keterangan beberapa saksi. Titik terang mulai tampak, ketika salah seorang warga yang merupakan teman dekat tersangka melihat WG membawa sebilah parang berlumuran darah dan pada pakaiannya ditemukan percikan darah.
Keterangan tersebut dirangkai dengan keterangan beberapa orang saksi yang melihat ada seseorang menyusup ke rumah Marlina dan beberapa menit kemudian berlari keluar rumah. Atas keterangan tersebut polisi menangkap tersangka pelaku. Saat dijemput polisi, tersangka tidak mengelak dan malah terus terang mengakui perbuatannya didasari rasa dendam. Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUH Pidana.
Sebagaimana diberitakan SIB sebelumnya, pada Kamis, 13 Agustus Marlina bersama seorang anaknya Ardin Gulo (3 tahun) diantar suaminya ke rumah mereka . Setelah mengantar isterinya ke rumah, Yafaoge Gulo (suami korban ) pergi memanen sawit di kebun tokenya. Sekira pukul 12.00 , Yafaoge Gulo pulang ke rumah dan makan siang bersama istri dan anaknya. Kemudian suaminya berangkat lagi kerja sebagai buruh kebun.
Pada pukul 15.00 WIB setelah selesai memanen dan memasukkan buah sawit ke truk, Yafaogo Gulo kembali ke rumah dengan maksud menemui isterinya. Ternyata dia menemukan isterinya Marlina Zebua tergeletak bersimbah darah, persis di samping rumahnya.
Melihat kejadian tersebut, Yafaoge menemui abanya Tali Faudu Gulo memberi tahukan kalau Marlina sudah tewas mengenaskan. Selanjutnya mereka berdua melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Simangambat dan kemudian anggota polisi pos turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan disusul anggota Polsek Binanga yang membawa tiga orang tim medis untuk memeriksa mayat korban. (T17/p)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.