Home » Tabagsel » Desember, Draft Pemekaran desa menjadi Kecamatan di Kota Padangsidimpuan Dibahas

Desember, Draft Pemekaran desa menjadi Kecamatan di Kota Padangsidimpuan Dibahas

Kamis, 22 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

0 Desember, Draft Pemekaran desa menjadi Kecamatan di Kota Padangsidimpuan Dibahas

KOTA PADANGSIDIMPUAN

Prediksi Kabag Tata Pemerintahan Psp
SIDIMPUAN-METRO; Draft rancangan peraturan daerah atau Ranperda tentang pemekaran kecamatan, peningkatan desa menjadi kelurahan dan juga pemekaran desa di Kota Padangsidimpuan, sudah berada di Bagian Hukum untuk kemudian tinggal diserahkan ke DPRD untuk dibahas dan kemudian disahkan menjadi Peraturan Daerah untuk dilaksanakan.

“Ranperda pemekaran kecamatan sudah siap dan saat ini sudah diserahkan ke bagian hukum untuk selanjutnya bagian hukum akan menyerahkan ranperda tersebut ke DPRD Psp untuk dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif untuk kemudian jika disetujui oleh DPRD Psp maka akan disahkan menjadi Perda untuk kemudian akan dilaksanakan secepatnya,” ujar Wali Kota Padangsidimpuan melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Drs Abdul Rahim, kepada METRO, Rabu (21/10).

Namun, dikatakannya, ranperda tersebut masih belum diserahkan ke DPRD Psp dikarenakan saat ini DPRD Psp masih sedang disibukkan dengan pembentukan alat-alat kelengkapan DPRD, sehingga diperkirakannya usulan tersebut akan bisa dimasukkan untuk dibahas di DPRD pada November atau paling tidaknya pada Bulan Desember mendatang.

Apalagi menurutnya dalam waktu dekat DPRD Psp sudah bisa melaksanakan tugas yang pertama, yakni penyusunan APBD Psp tahun 2010 sehingga kemungkinan besar usulan tersebut baru bisa masuk ke DPRD Psp dan dibahas pada Bulan Desember ini.

“Sebelumnya kita rencanakan Agustus lalu. Namun, dikarenakan DPRD Psp masih berkutat untuk membentuk alat kelengkapan DPRD maka kita rencanakan Desember ini,” katanya.

Dengan luas wilayah Kota Padangsidimpuan saat ini sekitar 14.658 meter kubik dengan jumlah penduduk sekitar 186 ribuan memiliki enam kecamatan dengan 37 kelurahan dan 35 desa akan di mekarkan menjadi 9 kecamatan. Menurut rencana, kecamatan yang akan dimekarkan adalah Kecamatan Padangsidimpuan Utara yang sebelumnya memiliki 18 kelurahan setelah pemekaran akan menjadi 9 kelurahan di mana kecamatan pemekaran yang baru akan diberi nama, yakni Kecamatan Padangsidimpuan Kota yang juga akan memiliki 9 kelurahan.

“Untuk Kecamatan Utara ada pemekaran kelurahan, yakni Kelurahan Sadabuan bertambah satu menjadi Kelurahan Tindoan kemudian Kelurahan Losung Batu mekar menjadi Kelurahan Unte Manis,” tuturnya.

Kemudian Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara yang sebelumnya memiliki 23 desa/kelurahan setelah pemekaran akan menjadi 13 desa/kelurahan dan kecamatan yang baru nantinya akan diberi nama Kecamatan Padangsidimpuan Timur dengan 10 desa/kelurahan.

Selanjutnya Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang sebelumnya memiliki 16 desa/kelurahan akan menjadi 8 desa/kelurahan dan kecamatan yang baru nantinya akan diberi nama Kecamatan Padangsidimpuan Baru yang akan memiliki 8 desa/kelurahan..

“Untuk Kecamatan Tenggara ada desa yang mengalami peningkatan status menjadi kelurahan, yakni, Desa Manegen, Manunggang Julu, Sialambue Purba Tua, Goti, Sigulang dan Pal IV Pijor Koling menjadi kelurahan sedangkan pemekaran desa juga terjadi Desa Labuhan Labo bertambah menjadi dua desa, Labuhan Rasoki bertambah menjadi dua desa, Manunggang Jae menjadi dua desa, sedangkan untuk Kecamatan Psp Selatan ada pemekaran kelurahan yakni Kelurahan Aek Tampang mekar menjadi Kelurahan Aek Tampang Baru, Kelurahan Wek V mekar menjadi Kelurahan Pasar Siborang dan Kelurahan Siborang Lestari serta Kelurahan Ujung Padang menjadi Kelurahan Ujung Padang Kebun Kelapa dan Kelurahan Ujung Padang Pardomuan,” terangnya.

Selain pemekaran kecamatan juga ada pemekaran desa atau kelurahan serta peningkatan status desa menjadi kelurahan di kecamatan lainnya, yakni untuk Kecamatan Psp Batunadua 2 desa mengalami peningkatan status yakni, Desa Pudun Jae dan Ujung Gurap kemudian Kelurahan Batunadua Jae mekar menjadi Kelurahan Batunadua Tonga serta pemekaran desa yakni Desa Bargot Topong mekar menjadi Desa Bargot Topong I dan II.

Untuk Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kelurahan Sabungan Sipabangun mekar menjadi Kelurahan Huta Baru dan Kelurahan Podang, Kelurahan Huta Padang mekar menjadi Kelurahan Huta Padang Jae dan Huta Padang Julu. Sedangkan untuk Kecamatan Psp Angkola Julu, Kelurahan Joring Natobang mekar menjadi Kelurahan Poken Jior, Kelurahan Rimba Soping mekar menjadi Kelurahan Rimba Soping I dan II, Kelurahan Batu Layan mekar menjadi Kelurahan Joring Naposo.

Rahim mengatakan bahwa dengan luas wilayah Kota Psp saat ini sekitar 14.658 meter kubik dengan jumlah penduduk sekitar 186 ribuan memiliki enam kecamatan dengan 37 kelurahan dan 35 desa akan di mekarkan menjadi 9 kecamatan.

“Totalnya akan ada pertambahan 3 kecamatan dari sebelumnya 6 kecamatan menjadi 6 kecamatan sedangkan desa/keluarahan dari 72 akan bertambah 26 menjadi 98 desa/kelurahan yang mana sebagian juga ada peningkatan status dari desa menjadi kelurahan dan kita akan menyampaikan hal ini kepada wali kota untuk dipelajari sebelum kita ajukan ke DPRD akhir Agustus mendatang,” ujarnya.

Sementara itu untuk desa yang di tingkatkan statusnya menjadi kelurahan, kepala desa yang bersangkutan akan diberikan pengharagaan yakni dapat diangkat menjadi Kepala Lingkungan (Kepling) untuk menghindari terjadinya aksi penolakan dan lainnya yang berakibat pada kurang kondusifnya Kota Padangsidimpuan pascapemekaran. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.