Home » Tabagsel » Insentif Guru Dipotong PPh 15 %

Insentif Guru Dipotong PPh 15 %

Jumat, 23 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

tax tin Insentif Guru Dipotong PPh 15 % TAPSEL-METRO; Penyaluran dana insentif guru sebesar Rp50.000 per bulannya dari Bantuan Dana Bawahan (BDB) Provinsi Sumetara Utara (Pemprovsu) tidak ada pemotongan. Namun, dana tersebut dikenakan Pajak Pendapatan Penghasilan (PPh) pasal 21 sebesar 15 persen.

Jumlah guru yang berhak menerimanya sebanyak 4.276 guru se-Tapsel dari semua tingkatan sekolah dengan perincian guru SD yang meneriman sebanyak 2.725, SMP sebanyak 914 guru, SMA sebanyak 405 guru dan SMK sebanyak 232 guru atau totalnya sebanyak 4.276 guru se-Tapsel.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tapsel, Drs Marasaud melalui Kabid Ketenaga Pendidikan (Tendik), Drs Basri Harahap dan Kasubbag Keuangan, M Lutfi Siregar kepada METRO, Kamis (22/10).

Hal ini mereka tegaskan, untuk menyangkal perihal adanya rumor yang mengatakan dana insentif tersebut dipotong sebesar Rp60.000 per guru dari total Rp400.000 (untuk 8 bulan) yang diterima.

Disebutkannya, pemotongan tersebut merupakan pajak yang dikenakan terhadap dana insentif tersebut sebesar 15 persen sesuai dengan PPh pasal 21 tentang dikenakannya pajak penghasilan kepada pegawai negeri di luar penghasilan tetap atau pokok, seperti pada bantuan, pemberian dan lainnya.

“Dana insentif tersebut masuk di dalamnya pasal 21 tersebut. Karenanya, dana insenitf guru yang diterima sekitar 4.276 guru se-Tapsel dipotong pajak PPh sebesar 15 persen atau sekitar Rp60.000,” kata Drs Basri Harahap dan M Lutfi Siregar.

Pemotongan itu, kata mereka, bukan atas kebijakan Disdik Tapsel, tapi memang sesuai dengan PPh pasal 21. “Bukan kita yang membuat pemotongan Rp60.000, tapi jumlah setelah dikalikan PPH 15 persen. Maka bersih yang diterima guru adalah Rp340.000,” ujarnya.

Selain itu dikatakan Drs Basri Harahap dan M Lutfi Siregar, penerima dana insentif tersebut bukan hanya PNS, namun juga guru yang berstatus CPNS, honor daerah dan juga guru komite. Namun, yang dikenakan pajak hanyalah guru dengan status PNS, itupun hanya untuk golongan III dan IV sedangkan golongan II tidak dikenakan pajak.

“Tidak semuanya kena pajak, yang kena pajak hanya guru dengan status PNS golongan III dan IV. Sedangkan golongan II diterima penuh atau tidak ada pemotongan sama sekali,” sebut mereka.

Ketika ditanya mengapa hanya 8 bulan saja yang disalurkan kepada guru-guru penerima, padahal sesuai dengan keterangan dari Pemprovsu bahwa dana tersebut sudah disalurkan ke kas daerah untuk 10 bulan. Mereka mengatakan, dana tersebut tidak disalurkan keseluruhannya, dikarenakan keterlambatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari masing-masing kecamatan. Sehingga, pengajuan permintaan uang yang dilakukan bagian Tendik ke bagian keuangan hanya 8 bulan saja.

Karenanya, yang disalurkan hanya 8 bulan, saja sedangkan sisanya sebanyak 4 bulan akan segera disalurkan pada bulan Desember ini atau direncanakan akan dipercepat di ulan November.

“SPJ dari kecamatan lambat datangnya makanya pengajuannya hanya 8 bulan. Tapi kita pastikan, sisanya 4 bulan lagi akan segera disalurkan, paling lama Desember atau di November ini,” terang mereka.

Dana insentif guru yang sudah disalurkan kepada guru-guru tersebut sebesar sebesar Rp 1.710.400.000 untuk masa 8 bulan atau sekitar Rp400.000 per orangnya. Jumlah guru yang menerima untuk 4.276 guru dengan guru yang terkena pajak dari semua tingkatan sekolah sebanyak 2.361 guru sebesar 15 persen atau sekitar Rp141.660.000 atau bersih yang disalurkan sekitar Rp1.568.740.000. Sedangkan sisanya 4 bulan lagi (sekitar Rp200.000 per orang), total yang akan disalurkan sekitar Rp855.200.000.

Dikatakannya jika ada kepala sekolah ataupun oknum Disdik Tapsel maupun bendahara kecamatan atau lainnya yang memotong dana tersebut dirinya mengimbau kepada semua pihak untuk melaporkannya, agar oknum tersebut diberikan sanksi dan diproses hukum. (phn)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.