Home » Tabagsel » Masih Ada Bangunan SD Mirip Kubangan Kerbau di Sidimpuan

Masih Ada Bangunan SD Mirip Kubangan Kerbau di Sidimpuan

P.Sidimpuan, (Analisa)

Meski Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan sudah genap berusia 8 tahun, namun masih ada lantai bangunan Sekolah Dasar (SD) mirip kubangan kerbau didaerah itu.

Bangunan itu berada di Sekolah Dasar (SD) Negeri 200302, Jalan SM Raja, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Pantauan Analisa, Rabu (28/10), hampir setiap jengkal lantai bangunan SD itu menganga lobang-lobang besar dengan kedalaman 4 hingga 5 centi meter.

Tidak jarang, para guru yang mengajar di sekolah yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Utara itu terpeleset akibatnya.

Kondisi yang sama juga terlihat diteras sekolah, dimana juga ditemukan lobang-lobang yang menganga dan bila hujan turun lantai yang berlobang itu mirip kubangan kerbau dan pada musim kemarau mengeluarkan abu yang menyengat hidung.

Mobiler

Selain kondisi lantai yang berlobang, dinding bangunan SD ini juga terkesan kumuh dan mobiler berupa meja, kursi, lemari hingga papan tulisn kondisinya rusak parah dan tidak layak pakai. Sejumlah lobang menganga pada mobiler yang dipergunakan para guru dan murid itu .

Buku-buku pelajaran yang ada dalam lemari itupun telah usang dan mulai dimakan rayap dan yang paling menyedihkan kapur tulis yang dipergunakan sehari-hari para guru tersebut sulit didapat.

Menurut salah seorang tenaga pengajar disekolah itu selain kerusakan, SD itu juga masih kekurangan ruangan, pasalnya, sampai saat ini ruangan siswa kelas V masih menyatu dengan kantor guru.

“Ya ginilah bangunan sekolah ini sampai sekarang, ruangan belajar siswa saja masih menyatu dengan kantor guru,”ujar guru perempuan yang enggan disebut namanya itu.

Siswa yang belajar di ruangan tersebut jumlahnya hanya belasan orang, dengan kondisi lebar ruangan hanya 4 meter, dengan panjang lebih kurang 6 meter, akibatnya siswa yang berada diruangan itu terlihat sangat kesempitan karena ruangannya yang tidak memungkinkan tersebut.

Kepala Sekolah Doriana kepada Analisa mengakui kondisi sekolah tersebut memang cukup memprihatinkan. “Kalau dikatakan parah sekali saya tidak setuju, tapi saat ini memang sekolah ini perlu dibangun,”ungkapnya.

Dikatakan, sejak menjadi kepala sekolah di SD tersebut sejak 2006, kondisi sekolah itu memang sudah parah. Pernah dia terpaksa mengumpulkan semua bangku dan meja untuk dipakai secara keseluruhannya.

“Tahun 2008 yang lalu memang ada bantuan dari pemerintah, tapi itu hanya satu ruangan saja, saat itu saya memprioritaskan pembangunan ruangan yang dianggap sangat parah,” katanya.

Diharapkannya, Pemko Padangsidimpuan dapat lebih memperhatikan dengan memberikan bantuan perbaikan gedung dan mobiler sekolah tersebut karena mobiler yang ada sudah cukup memprihatinkan.

Akui

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota P.Sidimpuan Halomongan Hasibuan juga mengakui bahwa kondisi sekolah yang berada di Jalinsum tersebut sudah sangat memprihatinkan.

“Pada tahun ini, kita akan berusaha melalui dana yang dimiliki untuk membangun sekolah itu,”Ungkapnya.

Dijelaskan, berdasarkan data saat ini di Kota Padangsidimpuan, masih ada 2 sekolah kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu di SD Sabungan Jae, Kecamatan Hutaimbaru dan SD 200302 di Kecamatan Batunadua.

“Pokoknya tahun ini sekolah-sekolah itu akan kita rehab, dan ruangannya akan ditambah,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Padangsidimpuan, Darwin Harahap mengatakan, sangat prihatin terhadap kondisi sekolah yang ada di Batunadua tersebut.

“Pemko Sidimpuan sudah 8 tahun berdiri sendiri, tapi bangunan sekolahnya saja sampai sekarang masih sangat parah dan memprihatinkan,”katanya.

Darwin mengatakan, DPRD Kota Padangsidimpuan, akan segera memanggil kepala dinas, untuk meminta pertanggung-jawabannya karena kondisi ini sangat memalukan.

“Kita akan berusaha menampung pembangunan sekolah tersebut dalam anggaran nanti, namun kita akan panggil terlebih dahulu kepala dinasnya beserta kepala sekolahnya,”tegasnya. (hih)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.