Home » Tabagsel » Mengantisipasi penyebaran Chikungunya di Kota Padangsidimpuan Dinkes Terus Lakukan Fogging

Mengantisipasi penyebaran Chikungunya di Kota Padangsidimpuan Dinkes Terus Lakukan Fogging

Jumat, 23 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

090320bcikungunya Mengantisipasi penyebaran Chikungunya di Kota Padangsidimpuan Dinkes Terus Lakukan Fogging SIDIMPUAN-METRO; Mengantisipasi penyebaran Chikungunya di Kota Padangsidimpuan (Psp), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Psp terus melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah tempat. Selain itu, petugas medis, kecamatan, kelurahan/desa dan instansi terkait lainnya terus meningkatkan kewaspadaan.

Demikian dikatakan Kadiskes Kota Psp melalui Kabid Pengendalian Masalah Penyakit (PMK), dr Aminuddin kepada METRO, Kamis (22/10).

Dikatakannya, pihaknya masih terus melakukan fogging di sejumlah tempat, seperti yang baru saja dilaksanakan di sekitaran Kelurahan Ujung Padang dan Jalan Kenanga. Hal ini demi mengantisipasi penyebaran penyakit Chikungunya untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk aedes aegepty penyebab demam berdarah dan penyakit Chikungunya di Kota Psp.

Dinkes secara medis dan kesehatan lebih menganjurkan kepada warga Kota Psp untuk lebih baik melaksanakan 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat-tempat yang bisa tergenang air dan juga menguburkan sampah alias jangan membuah sampah sembarangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kita masih akan terus melakukan fogging seperti. Tapi, saya tetap berpesan kepada warga, agar menerapkan 3M dan PHBS ketimbang daerahnya di fogging karena efeknya hanya sesaat dirasakan oleh nyamuk,” katanya.

Dikatakannya, sejak kejadian beberapa waktu lalu yang menyebabkan sekitar 180 warga Kota Psp dari 3 kecamatan terjangkit penyakit ini, Dinkes melalui surat edaran Wali Kota Psp dan Kadiskes meminta warga dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan bilamana ada kecurigaan terjadi hal serupa di wilayahnya. Selain kepada masyarakat, juga kepada petugas medis, kecamatan, kelurahan/desa dan tak terkecuali kepada instansi lainnya seperti Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan lainnya.

“Melalui surat edaran Wali Kota Psp, diharapkan kepada semua elemen termasuk masyarakat khususnya petugas medis, kecamatan, kelurahan/desa dan tak terkecuali kepada instansi lainnya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, karena bisa saja daerah kita yang tiba-tiba terkena penyebaran penyakit ini,” tuturnya.

Sementara itu, sejak kejadian penyebaran penyakit chikungunya di Kota Psp beberapa waktu lalu, dari 180 korban, 52 di antaranya berasal dari beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan PsP Tenggara. Sekitar 80 persen dari keseluruhan sudah sembuh, sedangkan sisanya merupakan pasien baru. Hal ini disebabkan, setelah dilakukan pengobatan gratis, fogging dan juga penyuluhan kesehatan secara langsung kepada masyarakat di daerah yang terkena penyakit ini membuat proses penyembuhan berlangsung baik dan lancar.

Sebelumnya, akibat kejadian ini Surveilance Officer dari Dinkes Sumut, Teguh Supriadi SKM MPH selama dua hari meninjau kejadian penyebaran penyakit chikungunya dan penanganan yang dilakukan oleh Pemko Psp.

Dia meminta Dinkes Psp untuk melakukan tes sampel darah untuk dikirimkan ke laboratorium Dinkes Sumut untuk memastikan apakah penyakit yang melanda Kota Psp ini adalah penyakit chikungunya, meskipun secara medis, Dinkes Kota Psp sudah menyatakan bahwa penyakit yang sedang melanda adalah penyakit chikungunya.

Sejauh ini Dinkes Psp sudah melakukan fogging atau pengasapan dan juga pengobatan gratis di 3 kecamatan yakni Kecamatan Psp Tenggara sebagai daerah yang pertama kali di temukan penderita kemudian Kecamatan Psp Selatan dan Kecamatan Psp Utara. Selama ini, ketiga kecamatan tersebut memang dikenal sebagai daerah yang endemic perkembangbiakan nyamuk. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.