Home » Tabagsel » Program Pendidikan Tapsel Jangan Jadi Menara Gading

Program Pendidikan Tapsel Jangan Jadi Menara Gading

education Program Pendidikan Tapsel Jangan Jadi Menara Gading

Program Pendidikan

Faisal Reza Pardede <ical_sipirok@yahoo.co.id> Program yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan diharapkan jangan jadi menara gading. Program yang dilaksanakan harus bisa dirasakan semua siswa dan elemen pendidikan lainnya di Tapsel, bukan seperti menara gading yang sulit disentuh apalagi untuk dicapai.

Harapan seperti itu disampaikan Arifin Saleh Siregar ketika jadi pembicara dalam Seminar Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tapanuli Selatan yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Angkola Sipirok, Minggu sore kemarin (18/10) di Hotel Grand Antares Medan. Dalam seminar itu hadir juga sebagai pembicara Sekda Tapsel Drs Affan Siregar, Kadis Pendidikan Tapsel Marasaut, dan Guru Besar USU Prof. Munaf Regar.

”Semua upaya peningkatan kualitas pendidikan harus tetap didukung. Hanya saja harus dicatat, program di dunia pendidikan sebisa mungkin harus jauh dari konsep menara gading yang sulit untuk diraih dan mungkin hanya bisa disentuh sebagian orang,” tegas Arifin Saleh Siregar, mantan Ketua Umum Imatapsel USU dan sekarang Dosen Kopertis dpk Fisip UMSU.

Dalam kesempatan itu, Arifin menyinggung soal gebrakan Pemkab Tapsel yang baru-baru ini mengirimkan dan membiayai seorang siswa terbaiknya untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi terbaik di Australia. Ke depan, beberapa siswa SLTA Tapsel juga akan dikirim kuliah ke luar negeri jika lolos seleksi.

Hanya saja, lanjut Arifin, Pemkab Tapsel dalam hal ini Dinas Pendidikan harus melakukan kajian yang lebih dalam lagi, misalnya sudah mendesakkah atau sebegitu pentingkah pengiriman siswa ke luar negeri? Apakah pengiriman siswa ke luar negeri itu nantinya memberi manfaat yang signifikan terhadap kemajuan Tapsel? Apakah program itu juga diikuti dengan pemberian beasiswa kepada siswa yang lulus di USU, Unimed, IAIN, ITB, UGM, UI dan PTN lainnya? Bagaimana dengan siswa lainnya yang tidak bisa bersaing, tapi keinginan untuk melanjutkan pendidikan dan motivasi belajarnya cukup tinggi? Apakah guru-guru juga diberi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S-1 dan S-2 dalam upaya meningkatkan kualitasnya?

”Pertanyaan-pertanyaan itu harus terjawab dulu, sehingga program yang dilaksanakan memang benar-benar dibutuhkan Tapsel dan program itu efektif serta efisien dalam memajukan kualitas pendidikan di Tapsel. Selain itu harus diingat juga, semua siswa dan elemen pendidikan juga berhak mendapat program yang setara sesuai dengan kondisi dan kemampuannya,“ ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Tapsel, selain membenahi persoalan sarana dan prasarana, kurikulum, dan manajemen pendidikan, Arifin Siregar juga manawarkan perlunya format sekolah berasrama (boarding school). Sesuai namanya, sekolah berasrama memang memiliki sarana asrama bagi peserta didiknya. Siswa yang sekolah di sini tidak perlu lagi pulang hari ke rumahnya, tapi tinggal di asrama.

Dengan format sekolah berasrama ini, pendidikan disajikan secara menyeluruh, selama 24 jam. Tidak secara terpisah seperti pada pendidikan reguler. Jika pendidikan reguler hanya fokus kepada pendidikan akademis saja, maka pendidikan di sekolah berasrama memuat pendidikan di semua aspek. Mulai dari akademik, agama, keterampilan (life skill), hingga pembinaan karakter.

”Format ini cocok untuk daerah Tapsel apalagi kalau mengingat kondisi geografisnya, di mana jarak antar kecamatan dan desa begitu jauh, jarak sekolah dari tempat tinggal para siswa juga relatif jauh, sementara sarana transportasi tidak mendukung, bahkan kalau mau ke sekolah ada yang harus naik turun gunung atau melewati perkebunan dan persawahan,“ pungkasnya.( )

Pada kesempatan itu DPP Naposo Nauli Bulung Napa Napa ni Sibualbuali Sipirok Sumatera Utara (NNBS) mengenai program pendidikan di Tapanuli Selatan Faisal Reza Pardede menjelaskan pada dasarnya sebuah program dalam memajukan dunia pendidikan di Tapanuli Selatan seharusnya tidak melupakan masalah – masalah yang krusial seperti rendahnya tingkat kelulusan Ujian Nasional, daya saing siswa dari Tapanuli Selatan dalam menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) rendah sehingga pada saat ini keberadaan siswa Tapanuli Selatan di PTN sangat minim. Permasalahan yang lain mencolok adalah tenaga pengajar di Tapanuli selatan dengan segera harus dibantu dalam proses peningkatan kualitas mengajar terutama dalam mengejar kesetaraan dengan daerah lain terutama dalam sistim teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Mengenai program Bupati Tapanuli Selatan yang mengirimkan siswa ke luar negeri, Faisal menyambutnya dengan positif, hanya saja harus ada urutan prioritas dan mengkaji ulang apakah ini berdampak bagus dalam memajukan dan mengangkat kualitas dunia pendidikan Tapanuli Selatan. Kemudian harus ada juga kontinuitas, jangan hanya sekali saja, dan kalau memang tidak mampu urutkan kembali prioritas yang tepat bagi Tapanuli Selatan.

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.