Home » Tabagsel » Pegawai Bolos Kerja Kenaikan Pangkat Ditunda – Razia Pegawai Pemko Padangsidimpuan Dinilai Tak Efektif

Pegawai Bolos Kerja Kenaikan Pangkat Ditunda – Razia Pegawai Pemko Padangsidimpuan Dinilai Tak Efektif

Kamis, 22 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

24 Orang Kembali Terjaring

razia pns Pegawai Bolos Kerja Kenaikan Pangkat Ditunda Razia Pegawai Pemko Padangsidimpuan Dinilai Tak Efektif

RAZIA PEGAWAI

SIDIMPUAN-METRO; Pekerja Sosial Masyarakat Tabagsel menilai, razia pegawai yang digelar Pemko Padangsidimpuan bukan langkah bijak jika tidak didukung program berkelanjutan. Begitupun, Pemko Padangsidimpuan terus melanjutkan dan kembali menjaring 24 pegawai yang keluyuran pada saat jam kerja.

“Tidak ada gunanya jika hanya sebatas razia di jalanan tanpa ada program pembinaan yang jelas dan berkesinambungan yang menyadarkan si pegawai. Jadi kami sarankan kedepannya harus mempunyai program yang baik dan berkesinambungan,” kata aktifis PSM Tabagsel, Baun Aritonang, Rabu (21/10).

Sementara itu Kepala Badang Kepegawaian Daerah (BKD) Padangsidimpuan, melalui Kasi Pembinaan, P Ritonga mengungkapkan, raza digelar karena banyaknya laporan masyarakat yang melihat pegawai mangkir atau bolos padahal jam kerja masih berjalan.

“Ini dalam rangka menegakkan Peraturan pemerintah (PP) No 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), honor dan Tenaga Kerja Sukerala (TKS) di lingkungan Pemko Padangsidimpuan,” katanya.

Adapun titik-titik dirazia selama empat hari ini adalah pusat perbelanjaan, seperti pasar Sangkumpal Bonang, Plaza ATC, pasar tradisional, tempat-tempat hiburan seperti kafe-kafe di pusat kota dan Tor Simarsayang serta pusat perkantoran pemerintahan mula tingkat kecamatan hingga kelurahan.

“Sanksi yang diberikan kepada pegawai yang kedapatan bolos atau mangkir bisa dikenakan penundaan pangkat berkala. Namun sebelumnya akan diberikan bimbingan dan peringatan. Sedangkan untuk tenaga kerja sukarela (TKS) bisa langsung diberhentikan,” kata Ritonga lagi.

Di hari kedua, Ritonga mengungkapkan, pihaknya berhasil menjaring 24 pegawai sejak pukul 09.00 WIB-16.30 WIB. Namun Ritonga tidak menjelaskan dari mana para pegawai itu diamankan.

“Nanti setelah selesai kita akumulasikan selama empat hari ini akan kita beritahu,” tukasnya. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.