Home » Tabagsel » Disdik Tapsel Potong Ratusan Juta Dana Intensif Guru

Disdik Tapsel Potong Ratusan Juta Dana Intensif Guru

P.Sidimpuan, (Analisa) – oktober 2009

stop korupsi Disdik Tapsel Potong Ratusan Juta Dana Intensif Guru

korupsi korupsi...! apa hanya itu saja kerja...!

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memotong dana intensif guru untuk pembayaran PPh hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi dihimpun Analisa, Kamis (22/10) Disdik Tapsel telah mencairkan dana intensif kepada 4.276 penerima dengan rincian setiap orang menerima Rp 400.000 selama delapan bulan terhitung Januari hingga Agustus 2009 dikali Rp 50.000/bulan.

Namun pencairan itu dibarengi dengan pemotongan 15 persen dari total keseluruhan penerima dana intensif sebesar Rp 141.660.000. “Hasil PPh yang kita potong sebesar 15 persen dari total keseluruhan penerima dana intensif Rp 141.660.000 ,” terang Kabag Keuangan Basri Harahap didampingi M.Luthfi Siregar kepada wartawan di ruang kerjanya.

Dikatakan, jumlah uang hingga ratusan juta tersebut dihasilkan dari PPh (2361 orang) tenaga pengajar PNS golongan III dan IV saja. “Untuk PNS Golongan II dan Guru Komite sama sekali tidak terjadi adanya pemotongan dana intensif , itu peraturannya,” kata Basri.

Akibat pemotongan tersebut, maka setiap PNS golongan III dan IV tinggal hanya menerima dana intensif senilai Rp 340.000 setelah 15 % atau sekitar Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah) potong pajak penghasilan.

“Ratusan juta dana yang terkumpul hasil dari PPh dana intensif, akan kita kembalikan lagi ke Kas daerah sebagai pajak penghasilan, itu, sesuai dengan aturan yang ada yakni pasal 21 dalam buku panduan pemegang kas,” kata Basri yang diamini Luthfi.

Total dana intensif selama delapan bulan diterima Disdik Tapsel menurut Basri bersama Rosmawar, Kasubbag Keuangan berjumlah Rp 1.710.400.000 diperuntukkan bagi 4276 orang.

“Setelah dikurangi pemotongan pajak sebesar 15 % atau sekitar Rp141.660.000, maka dana bersih yang kita salurkan tinggal sebesar Rp 1.568.740.000, lagi,” kata Basri.

Mereka yang berhak menerima dana tersebut dikatakannya tenaga pengajar berstatus PNS yang ada disekolah negeri/swasta mulai dari tingkat SD sebanyak 2725 orang, SMP 914 orang, dan SMA 405 orang, SMK 232.

Sunat

Salah seorang guru guru SD di daerah Angkola Selatan, Kab.Tapsel kepada wartawan mengaku pihak Kecamatan memotong dana insentif mereka sebesar Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dari total dana yang sudah kena pajak (PPh) oleh Disdik yang sebesar 15 persen atau sebesar Rp 340.000.

“Setelah mendapat pemotongan sebesar Rp 10.000,- saya tinggal menerima dana intensif tersebut sebesar Rp 330.000 (lima ratus tigapuluh ribu rupiah),” ujarnya sembari menambahkan kalau Rp 5000,-buat Kepala Sekolah (Kasek), dan sisanya Rp 5000,-lagi buat staf di Korwas”.

Bantah

Sementara Bendahara keuangan Kordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan Kecamatan Angkola Selatan, tidak berhasil ditemui untuk dikonfirmasi seputar dugaan penyunatan Rp 10.000 dana insentif tersebut.

“Pak juru bayar (bendahara-red) sedang berada keluar, saya juga tidak tahu beliau kemana, kalau mau ketemu besok aja la pak,” tutur Korwas pendidikan Kec.Angkola Selatan Br Simatupang. “Saya tidak begitu tahu menahu soal adanya pemotongan dana insentif Rp 10.000, disini, yang mengetahui soal pencairan dana intensif sentif itu adalah juru bayar, jadi tolong tanyakan saja lanagsung sama juru bayar,” katanya. (hih)

Link: http://apakabarsidimpuan.com/2009/11/disdik-tapsel-potong-ratusan-juta-dana-intensif-guru/

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.