Home » Tabagsel » DPRD: SD penerima DAK di Batang Angkola rawan bencana

DPRD: SD penerima DAK di Batang Angkola rawan bencana

WASPADA ONLINE

BATANG ANGKOLA – Sejumlah SD Negeri penerima  bantuan pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan  tahun 2009 di kecamatan Batang Angkola, kabupaten Tapanuli Selatan, rawan  banjir, rubuh, dan tak selesai sampai tenggat waktu yang ditetapkan.

“Saya tidak tahu, darimana para kepala tukang ini  mengambil titik dasar 0,0 nya untuk menentukan ketinggian pondasi  lantai. Sehingga begitu selesai dikerjakan masih terlihat rendah dan  jika banjir pasti air masuk ke ruang kelas,” kata anggota DPRD Kabupaten Tapsel, M Ike Taken Hasibuan, tadi malam.

Disebut rawan banjir, katanya, karena lantai sekolah yang berada di  wilayah langganan hujan lebat itu terlalu rendah. Dari beberapa  sekolah yang ditinjau tim monitoring, rata-rata kepala tukang  ‘mencuri’ ukuran cor pondasi dan tidak tahu membaca gambar  perencanaan.

Seperti SDN 101200 Muara Tais II, ujarnya, dengan jumlah dana Rp253  juta, pondasi lantai teras yang bagian dalamnya telah ditimbun tanah,  masih sangat rendah dibanding badan jalan yang ada di depan halaman.

Ruang kelas yang sedang dibangun itu dikhawatirkan akan  menjadi langganan banjir, karena jika hujan deras, air dari pemukiman  warga dan badan jalan akan mengalir menuju bangunan yang posisi  tanahanya lebih rendah itu

Sementara, di SDN 101160 Muara, dengan jumlah dana Rp253  juta, lanjutnya, tukangnya terkesan ingin mencuri ketinggian lantai. Karena direncana anggaran biaya (RAB), ketinggian lantai 30 centimeter,  sedangkan yang dibuat mereka hanya 10 Cm dari tanah. Padahal halaman  sekolah itu akan selalu tergenang bila hujan lebat, karena di pinggir  sawah.

Dari hasil monitoring yang dilakukan, sebutnya, anggota dewan sangat kecewa melihat kondisi pembangunan sekolah. Banyak hasil pembangunan lari atau melenceng dari perencanaan dan kualitas bangunan terkesan  tidak kuat.

Disebut rawan rubuh, karena konstruksi penyangga bangunan  sekolah penerima DAK di Batang Angkola banyak yang ‘mencuri’ besi.  Mulai dari ukuran besi sampai jarak cincin besi cor. Di RAB harusnya  berjarak 15 sampai 20 Cm, namun di lapangan 30 sampai 45 Cm.

Seperti hakya di SDN101110 Muara Tais III dengan dana Rp 253 juta,  10110 Tahalak Rp345 juta, SDN 101040 Pangaribuan Rp345  juta, dan SD 101120 Huta Tonga Rp367 juta.

Meskipun sebagian sekolah ada yang membuat besinya sesuai  dengan di RAB, namun banyak juga sekolah yang kualitas besinya sangat  lunak. Sehingga ditakutkan tidak mampu menahan beban atap rangka baja,  dan cor plang atas.
(dat02/waspada)
PostLink: http://apakabarsidimpuan.com/2009/11/dprd-sd-penerima-dak-di-batang-angkola-rawan-bencana/

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.