Home » Tabagsel » Lebih Dekat dengan Pesantren Darul Mursyid

Lebih Dekat dengan Pesantren Darul Mursyid

Senin, 30 November 2009 – www.metrosiantar.com

Idul Adha, Sembelih 16 Hewan Kurban untuk Dibagikan kepada 270 KK
Selain bergerak dalam dunia pendidikan, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), di Simanosor Julu, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan, juga aktif dan eksis bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Salah satunya dengan menyembelih 11 ekor lembu dan 5 ekor kambing untuk kurban, di Hari Raya Idul Adha 1430 H, Jumat (27/11) lalu.

BORNEO DONGORAN-TAPSEL

H Jafar Syahbuddin Ritonga SE MBA, selaku Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), mengatakan sebagai badan pengelola PDM, penyembelihan hewan kurban tersebut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas eksistensi dan perkembangan PDM.

“Dari 11 ekor lembu dan 5 ekor kambing yang dikurbankan, sebanyak 4 ekor lembu berasal dari guru dan karyawan, 3 ekor lembu dan seekor kambing dari orangtua santri/wati, 1 ekor lembu dan 4 kambing sumbangan seluruh santri/wati serta 3 ekor lembu dari Yaspenhir,” terangnya

Disampaikan H Jafar, jumlah kurban 1430 H ini, menunjukkan peningkatan kurban oleh keluarga besar PDM dari tahun ke tahun, misalnya pada Idul Adha 1428 H dengan jumlah 5 lembu dan 3 kambing, sedangkan Idul Adha 1429 H lalu, sebanyak 7 lembu dan 1 kerbau yang dikurbankan.

“Untuk merealisasikan hakekat sebenarnya dari ibadah berkurban, yaitu berbagi keceriaan kepada kaum muslimin yang kurang mampu, maka dari keseluruhan kurban yang terkumpul pada Idul Adha 1430 H ini, hanya 1 ekor lembu dan 5 ekor kambing saja yang dimanfaatkan untuk konsumsi santri/wati, guru dan karyawan PDM. Sedangkan sisanya berupa 10 ekor lembu telah disembelih, dagingnya dibagi-bagikan kepada 270 kepala keluarga (KK) muslim tidak mampu yang berdomisili di sekitar 20 desa pada 2 Kecamatan sekitar PDM, yaitu Arse dan SDH. Dan setiap KK mendapatkan 1,5 kilogram daging hewan kurban tersebut,” papar H Jafar Syahbuddin.

H Jafar Syahbuddin, menyebutkan, adanya peraturan Yaspenhir selama ini yang mewajibkan berkurban kepada personel-personel PDM dari eselon 1, 2, 3, serta guru.yang memperoleh kompensasi atau gaji setiap bulannya sekitar Rp2 juta. Adapun teknis pengumpulan biaya kurban yang berasal dari guru dan karyawan PDM ini tidak dilakukan sekaligus agar tidak memberatkan, tetapi melalui pemotongan sebesar Rp100 ribu per bulan dari kompensasi yang diterima.

“Dengan adanya peraturan peningkatan kompesansi personel PDM sebesar sekitar 20 persen yang diberlakukan baru-baru ini, direncanakan akan meningkatkan jumlah kurban dari keluarga besar PDM pada Idul Adha tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Jafar menambahkan, sebagai perwujudan lain dari kepedulian sosialnya yang tinggi, baru-baru ini PDM juga telah menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta kepada 3 KK yang mengalami musibah kebakaran di Desa Simanosor Tapus, Kecamatan SDH, 14 November lalu. Bantuan uang tunai tersebut langsung diserahkan oleh Wakil Direktur PDM, Drs H Syarifuddin Nasution, didampingi oleh Kepala BKM-PDM, al ustadz Al-Hafiz Arman Lubis, kepada keluarga Piter Tampubolon, Asrul Simbolon, dan Batara Gultom pada tanggal 15 November 2009 lalu.

H Jafar yang juga berprofesi sebagai pengembang (developer) dan menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Sumut ini, menyampaikan, dana bantuan PDM kepada korban kebakaran berasal dari program ‘gemar berinfak’ seluruh santri, guru, dan karyawan yang pengumpulannya dilaksanakan setiap hari Jumat.

“Program ini dimulai sejak awal bulan September 2009 yang lalu dan telah mampu mengumpulkan dana Rp8 juta sampai Rp10 juta setiap bulan. Dana yang terkumpul dari program ini akan disalurkan kepada pihak-pihak ekternal atau di luar PDM yang membutuhkannya,” tutur H Jafar Syahbuddin.

Sebelumnya, PDM juga menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp7 juta untuk korban gempa Sumbar beberapa waktu lalu, Rp6 juta disalurkan dalam bentuk bahan material untuk pembangunan atau rehabilitasi dua masjid, yaitu Masjid Syukur di Desa Simanosor Julu dan Masjid di Desa Somba Debata, sekaligus menyerahkan Rp1 juta kepada keluarga Partahian Ritonga (warga Desa Somba Debata, red) yang baru memeluk agama Islam (muallaf). (***)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Bergabung Dengan 6,147 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. aslm…
    saya sgt rindu PDM yang dulu…

1 Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.