Home » Tabagsel » Mahasiswa STKIP Tapanuli Selatan Unjuk Rasa di DPRD Padangsidimpuan

Mahasiswa STKIP Tapanuli Selatan Unjuk Rasa di DPRD Padangsidimpuan

Padangsidimpuan (SIB)
Copy+of+superchick megaphone logo hi Mahasiswa STKIP Tapanuli Selatan Unjuk Rasa di DPRD PadangsidimpuanAksi unjuk rasa ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Kependidikan (STKIP) Tapsel di Gedung DPRD Padangsidimpuan Jalan Sutan Soripada Mulia, Kamis (26/11) nyaris menjurus ricuh dan anarkis, karena pengunjuk rasa memecahkan kaca depan dan kaca nako serta merusak gerbang samping kantor DPRD.

Pantauan SIB, ribuan mahasiswa STKIP itu tiba di depan Gedung DPRD P Sidimpuan sekitar pukul 10.15 WIB dengan berjalan kaki dan setibanya di halaman DPRD para calon guru tersebut langsung menggelar orasi sembari meneriakkan yel-yel kutukan terhadap anggota DPRD yang dianggap telah mencoreng nama baik STKIP Tapsel.

Saat berorasi, para pengunjuk rasa melempari petugas Satpol PP dan aparat Polres Padangsidimpuan yang saat itu dipimpin Waka Polres Kompol AE Hutabarat dan dihadiri beberapa Kasat di antaranya AKP E Simamora, AKP J Lumbantoruan dan perwira yang siaga mengawal dan mengamankan situasi dengan aqua gelas.

“Kami dengan tegas mengutuk komentar anggota dewan yang telah merusak citra baik STKIP dan kami minta anggota DRPD yang mengeluarkan statemen tersebut supaya dihadirkan di hadapan kami, untuk meminta maaf secara terbuka,” ujar Tongku Hasibuan yang disambut riuh ribuan mahasiswa.

Dijelaskan, ada anggota DPRD Padangsidimpuan mengeluarkan statemen yang berdampak negatif bagi alumni yang hendak melamar di instansi pemerintah maupun swasta. “Penerimaan CPNS baru-baru ini membuktikan jika komentar saudara anggota dewan itu tidak terbukti, sesuai dengan fakta yang ada dimana tidak satupun alumni STKIP yang ditolak melamar saat seleksi CPNS baru-baru ini,” katanya.

Tongku mengatakan, status agreditasi merupakan peraturan lama yang sudah tidak berlaku dengan keluarnya aturan baru yang menyatakan agreditasi itu merupakan hak perguruan tinggi dalam meningkatkan mutunya. “Baca dong aturan barunya, jangan malah asal mengeluarkan komentar yang dasar aturannya sudah kadaluarsa,” katanya.

Setelah lebih 1 jam berorasi di halaman DPRD, Ketua DPRD Aswar Syamsi dan beberapa anggota seperti Marataman Siregar menjumpai pengunjuk rasa dan mohon maaf atas pernyataan anggotanya. Seusai mendengar mohon maaf tersebut para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (T-8/q)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.