Home » Tabagsel » Massa MMPPH Gelar Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Tapsel

Massa MMPPH Gelar Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Tapsel

Padangsidimpuan (SIB) – hariansib.com
Copy+of+superchick megaphone logo hi Massa MMPPH Gelar Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Bupati TapselMassa yang tergabung dalam Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Penegakan Hukum (MMPPH) Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tapanuli Selatan, Jalan Kenanga Kota Padangsidimpuan, Rabu (11/11).

Pantauan SIB, massa MMPH tiba di depan kantor Bupati. Tapsel sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menggelar orasi sembari mengusung dan membentangkan spanduk yang mengkritisi sikap Pemkab dan Dinas Kehutanan Tapsel.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Kordinator Aksi Tongku P Hasibuan disebutkan, sejumlah tindakan Pemkab yang dinilai telah membekingi keluarnya surat izin operasi pengelolahan kayu oleh Hery Jusman dkk di areal HGU PT OPM. IPK PT PLS yang beroperasi di Angkola Selatan Kabupaten Tapsel telah beberapa kali alih kepemilikan, namun staf dan karyawan dari pemilik lama PT. PLS yang dijual ke pihak lain masih terus membuat surat-surat yang seolah manajemen lama masih memilikinya.

Dalam aksi itu, para pendemo sempat melakukan aksi menabrak pagar utama kantor Bupati Tapsel dengan sebuah mobil Taff karena mereka menilai pihak Pemkab Tapsel tidak bersikap kooperatif dengan tidak membolehkan massa MMPPH memasuki halaman kantor Bupati. Melihat aksi tersebut akhirnya atas bantuan aparat kepolisan dari Polres Tapsel dan P.Sidimpuan gerbang utama dibuka dan massa bisa masuk.
Massa juga terus mendesak agar Bupati Tapsel dan Sekda mau menemui mereka di halaman kantor Bupati, namun permintaan tersebut belum berhasil. Bupati Tapsel dan wakil sedang berada di Medan dan atas koordinasi dengan Sekda, lima perwakilan kawan-kawan dipersilahkan masuk, ujar Kasat Samapta AKP E Simamora.

DILARANG
Dalam pertemuan tersebut pihak Pemkab Tapsel melarang wartawan masuk ke dalam ruangan pertemuan.
“Kami mohon kawan-kawan wartawan keluar karena pertemuan ini tertutup,” ujar salah seorang staf Pemkab Tapsel yang diamini aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan pintu masuk ruang Sekda.
Pertemuan itu akhirnya bubar begitu saja karena sebagian massa yang menunggu diluar akhirnya naik ke lantai II dan mencoba masuk ke ruang pertemuan. Mereka naik karena katanya ada mendengar indikasi bakal terjadinya tawar menawar antara perwakilan massa dengan Sekda.

BOIKOT
Wartawan yang bertugas di wilayah Kab.Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan, melakukan aksi boikot pemberitaan terhadap pertemuan pengunjukrasa mahasiswa bersama lembaga swadaya masyarakat dengan pemerintah tentang hutan di kantor bupati Tapsel, Rabu (11/11). Karena saat pertemuan perwakilan pengunjukrasa dengan Sekdakab, Affan Siregar, di ruang kerjanya, wartawan yang sudah sempat masuk disuruh keluar.
Memperoleh perlakuan seperti itu, wartawan pun keluar dari ruang kecil di samping kamar kerja Sekdakab itu. Sebagai bentuk protes, mereka meletakkan peralatan jurnalistiknya di depan pintu masuk ruang pertemuan tersebut. (T7/T8/n)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.