Home » Tabagsel » Mengintip Pekerjaan Sampingan Warga Desa Ramba Sihasur Selain Bertani

Mengintip Pekerjaan Sampingan Warga Desa Ramba Sihasur Selain Bertani

Selasa, 17 November 2009 – www.metrosiantar.com

Budidaya Ikan Mas Pascapanen Jadi Usaha Andalan 40 Kepala Keluarga
Desa Ramba Sihasur di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu desa penghasil benih ikan mas lokal. Hampir seluruh warga desa yang berjumlah sekitar 40 kepala keluarga ini, melakoni budidaya ikan mas, mulai dari memelihara induk hingga menetaskan telur dan membesarkan benih ikan untuk dijual.

AMRAN POHAN-SIPIROK

Warga setempat, Juhrin Ritonga (47), kepada METRO Senin (16/11), menuturkan, hampir seluruh warga di desa Ramba Sihasur membudidayakan benih ikan mas lokal sebagai pendapatan tambahan.

“Hampir seluruh warga memiliki kolam di sana, dan setiap kepala keluarga selalu memanfaatkan lahan persawahan menjadi kolam pengembangan usaha ini sebagai penopang perekonomian mulai dari memelihara induk, mengupayakan proses perteluran hingga menghasilkan benih ikan yang siap jual, bahkan, menjual benih ikan masing-masing. Hal ini merupakan rutinitas warga setiap tahunnya bahkan sudah berlangusng turun-temurun,” kata Juhrin.

Juhrin menambahkan, proses pengembangbiakan ikan mas bukanlah hal yang gampang. Pasalnya, jika tak teliti dan tidak sesuai deangan taturan bisa bisa gagal. Sebab hal yang harus diperhatikan agar bisa mencapai hasil yang maksimal, sangat tergantung pada kondisi dan kualitas air.

“Biasanya kami melaksanakan pengembangbiakan sekali setahun. Usai panen lahan langsung dialiri air dan dijadikan kolam. Setelah lahan direndam selama seminggu kolam lalu dibuka dan dikeringkan, selanjutnya diisi air lagi dan induk ikan yang sebelumnya dikurung di kolam kurungan dilepaskan, sekitar 2 bulan benih ikan sudah ada dan siap jual,” sebutnya.

Juhrin menambahkan, usai panen, ternyata sisa batang padi sangat penting dalam proses pengembangbiakan benih ikan mas. Pasalnya, lahan bekas menanam padi yang menyisakan batang padi usai dipanen, dapat dijadikan tempat proses pengembangbiakan ikan mas. Sebab, sisa batang padi menjadi tempat induk ikan menetaskan telurnya.

“Sisa batang padi menjadi tempat induk ikan menetaskan telurnya, setelah telur ikan nampak di sisa batang padi tugas kita harus menjaga kualitas dan debit air yang ada di kolam. Air harus bersih dan telur ikan jangan sampai tidak digenangi air, karena kalau air keruh telur ikan gagal menjadi benih demikian juga jika telur kekurangan air,” paparnya.

Meski mata pencaharian tambahan, Juhrin mengaku, setiap hari pekan bisa menjual rata rata 500 hingga 1.000 ekor benih ikan mas lokal dengan harga sekitar Rp500 hingga Rp 1.500 per ekor

Warga lain, Hasan Pasaribu (50) dan istrinya boru Dalimunthe, kepada METRO beberapa waktu lalu ketika menjual benih ikannya di Pasar Sipirok, mengatakan, setiap pekan bisa menjual benih ikan sebanyak 300 hingga 800 ekor dan hal ini berlangsung mulai bulan September hingga bulan Desember.

“Setiap hari pekan kami selalu membawa benih ikan untuk dijual dan uangnya digunakan belanja keperluan sehari-hari,” pungkasnya.

Musa Pane (30) mengatakan hal yang sama, bahkan mengatakan usaha mereka merupakan alternatif menambah penghasilan memenuhi kebutuhan hidup di samping bertanam padi. “Setiap pekan rata-rata bisa menjual 500 hingga 1.000 ekor,” ungkapnya. (***)

PostLink: http://apakabarsidimpuan.com/2009/11/mengintip-pekerjaan-sampingan-warga-desa-ramba-sihasur-selain-bertani/

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Bergabung Dengan 6,147 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. PELUANG USAHA PULSA BAGI SIAPA AJA..!
    MURAH dipakai sendiri, UNTUNG di jual lagi..
    Modal Awal Rp.50.000, Sudah Langsung Jualan ~ DAFTAR, GRATIS…!!!
    Hub : 081374800275

  2. Mau Punya Usaha Sendiri..??
    BISNIS PENDIDIKAN AJA…
    Investasi Kecil,Resiko Kecil,Untung Dunia&Akhirat,,Kembali Modal Cepat,,
    Hanya 3,9jt Langsung punya Lembaga Kursus

2 Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.