Home » Tabagsel » SDN 101900 Pintu Padang – Belum Siap Dibangun, Gedung SD Sudah Ambruk

SDN 101900 Pintu Padang – Belum Siap Dibangun, Gedung SD Sudah Ambruk

Selasa, 01 Des 2009 – www.metrosiantar.com

Komisi III Minta Tanggung Jawab Pelaksana DAK
TAPSEL-METRO; Dari 14 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah, satu di antaranya yaitu SDN 101900 Pintu Padang, Kecamatan SDH, bangunannya yang belum siap sudah ambruk.

“Dari laporan warga yang melihat langsung bangunan sekolah itu jatuh ke tanah pada hari Kamis (26/11) lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Hari itu juga kami langsung menceknya dan memang benar, bangunannya sudah ambruk,” ujar Ketua Komisi III DPRD Tapsel, Mahmud Lubis bersama dengan anggotanya, Borkat SSos, HS Simatupang, Adil Situmorang dan anggota lainnya yang menjadi bahan pertanyaan kepada konsultan dan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam dengar pendapat, Senin (30/11) di ruang komisi III.

Pihak Komisi III sangat menyesalkan kejadian tersebut, padahal baru beberapa hari sebelumnya Komisi III juga sudah melakukan peninjauan ke daerah Sipirok sekitarnya. Di mana ada 41 sekolah mendapatkan DAK tahun 2009.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III, Mahmud Lubis menilai bahwa pihak konsultan dan juga pelaksana DAK dan Disdik tidak tahu sama sekali kejadian yang sudah berlangsung lima hari lamanya. Di mana SDN SDN 101900 Pintu Padang ini mendapatkan dana DAK sebesar Rp315 juta untuk pembangunan tiga ruangan.

Pembangunannya, terang dewan, diduga tidak mengikuti apa yang sudah dibuat dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB), karena ambruknya bangunan tersebut disebabkan dinding bangunan tidak dipasang, tapi malah didahulukan pemasangan plafon dan atap.

Ambruknya bangunan sekolah ini juga menjadi temuan Komisi III bahwa selama ini fungsi pengawasan yang dijalankan oleh panitia DAK dan juga konsultan pendamping sama sekali diduga tidak berjalan.

“Kalau sudah sampai ambruk begini sudah pasti panitia pelaksana DAK itu tidak bekerja. Di mana pengawasannya? Disdikpun seharusnya mengawasi, tapi mana hasil pengawasannya. Dan hal ini diperparah lagi kalau selama ini fungsi konsultan pendamping itu tidak berjalan karena tidak ada melakukan pengawasan. Masa bangunan sudah roboh lima hari tidak tahu, aneh kan. Dan itu juga membuktikan bahwa apa yang kita katakan selama ini saat monitoring pelaksanaan DAK di 12 kecamatan se-Tapsel penuh dengan masalah. Kemudian pelaksanannya banyak yang tidak sesuai dengan juknis dan juklak,” terang mereka kepada wartawan di depan ruangan Komisi III DPRD Tapsel, saat istirahat rapat dengar pendapat.

Untuk itu pihaknya akan meminta pertanggungjawaban atas pelaksanaan DAK di Tapsel untuk tahun 2009 kepada Disdik Tapsel, panitia pelaksana DAK, konsultan dan lainnya atas kejadian ambruknya bangunan sekolah yang belum siap dibangun di Desa Pintu Padang, Kecamatan SDH, Tapsel dan pelaksanaan pembangunans sekolah lainnya dari dana DAK tahun 2009 di 12 kecamatan se-Tapsel.

Sementara itu Kadisdik Tapsel, Drs Marasaud kepada METRO mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melihat langsung ke lokasi yang menurutnya jaraknya dari perkampungan sekitar 3 jam lamanya berjalan kaki dengan jalan setapak dan melalui jalan berbukit atau sulit untuk dilalui ke sekolah tersebut.

“Kitakan tidak bisa hanya mendengar saja, tapi juga harus melihatnya secara langsung. Dan besok (hari ini Selasa, 1/12, red) tim akan turun ke lokasi untuk melihatnya baru kita bisa menentukan langkah apa yang harus kita lakukan selanjutnya,” sebutnya. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.