Home » Tabagsel » Warga Baringin – Palas minum air tidak layak konsumsi

Warga Baringin – Palas minum air tidak layak konsumsi

WASPADA ONLINE
water Warga Baringin Palas minum air tidak layak konsumsi

Ingat air Untuk Kehidupan

MEDAN – Warga Tanjung Baringin, kecamatan Barumun kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara merindukan sarana air bersih di daerah itu, karena selama ini warga mengkonsumsi air dari anak sungai yang tidak layak minum.

“Warga sebenarnya amat membutuhkan sumur bor, namun sampai saat ini sarana untuk mendapatkan air layak minum itu belum dibangun,” kata kepala puskesmas Barumun, Muhammad Daniel Hamid Hasibuan, di Medan, tadi malam.

Warga sudah cukup lama mengeluhkan ketiadaan sarana air bersih, namun keluhan itu belum mendapat tanggapan dari pihak terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten, menurutnya, sedang berupaya minta bantuan alat penyaring air (water purefer) ke pusat dan hingga kini belum terealisasi.

Untuk sementara waktu, pihak Puskesmas lanjutnya, sedang membuat program membuat alat penyaring air secara alami. “Kami sedang berupaya untuk membuat alat penyaring air sederhana yang bahannya banyak terdapat di daerah,” katanya.

Desa Tanjung Baringin masuk wilayah tertinggal dibanding daerah lain di kabupaten Palas, padahal jaraknya dari ibukota kabupaten hanya sekitar 12 kilometer.

“Selain sarana dan prasarana yang masih amat terbatas, tingkat ekonomi penduduk di daerah itu juga tergolong rendah. Namun hal paling penting yang menjadi perhatian menyangkut keberadaan air bersih,” katanya.

Selama ini penduduk di desa itu hanya mengkonsumsi air dari anak sungai yang di hulunya sudah dipakai untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) oleh penduduk beberapa desa sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit.

Pada saat kemarau debit air sungai kian berkurang sehingga air yang mengalir ke Desa Tanjung Baringin terlihat lebih keruh akibat sudah dipakai untuk kegiatan MCK di beberapa desa lain.

Untuk mengurangi ketergantungan warga desa terhadap air dari anak sungai yang mengalir, perlu adanya sumur bor. Menurut dia, perlu kembali dicoba untuk mencari sumber mata air alternatif di daerah itu guna memenuhi kebutuhan warga terhadap air layak minum.

“Sebelumnya telah dicoba untuk menggali sumur bor, tetapi upaya yang dilakukan gagal,” kata Daniel yang baru kembali dari mengunjungi warga di desa tersebut.

Diharapkan, pemerintah pusat dapat merespon keinginan masyarakat untuk mendapatkan air bersih karena sebagai daerah baru hasil pemekaran kabupaten Tapanuli Selatan, anggaran yang dimiliki amat terbatas.

“Pemkab belum mampu menyediakan alat penyaring air, bahkan sebagai daerah baru, sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia masih sangat terbatas,” katanya.
(wol22/ann)

PostLink: http://apakabarsidimpuan.com/2009/11/warga-baringin-palas-minum-air-tidak-layak-konsumsi/

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.