Home » Tabagsel » 1.110 Anggota TKBM SPSI Tapsel dan Sidimpuan Daftar Jamsostek

1.110 Anggota TKBM SPSI Tapsel dan Sidimpuan Daftar Jamsostek

jamsostek 1.110 Anggota TKBM SPSI Tapsel dan Sidimpuan Daftar Jamsostek

1.110 Anggota TKBM SPSI Tapsel dan Sidimpuan Daftar Jamsostek

P Sidimpuan, (Analisa)

Sebanyak 1110 anggota Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Tapanuli Selatan (TAPSEL)

dan Kota Sidimpuan segera bergabung menjadi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) kantor cabang Sibolga.

Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi Program Jamsostek dan penyerahan Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) secara simbolis kepada seluruh pengurus SPSI Tapsel dan Kota Sidimpuan di sSekretariat SPSI Jalan Mandailing Km 6 Padang Sidimpuan Tenggara, baru-baru ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang K-SPSI Tapsel dan Kota Sidimpuan Sy Bangun Hutabarat di kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada PT Jamsostek (Persero) yang telah memberikan kesempatan sehingga 10 pengurus telah menerima KPJ yang akan segera disusul 1.110 anggota TKBM –SPSI lainnya.

“Kami imbau agar seluruh anggota SPSI segera daftar jamsostek. Kami sangat sayangkan apabila nanti ada di antara kita tidak daftar jamsostek,” katanya seraya menambahkan khusus tenaga kerja bongkar muat, memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap kecelakaan dan kematian di jalan raya maupun di kebun kebun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Tapsel diwakili Kepala Sub Dinas Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Pardamean Ritonga SH dan Kepala Seksi Hubinsaker Kota Sidimpuan Mandagar Siregar yang juga hadir mengatakan para supir yang tergabung dalam TKBM akan sangat rugi jika tidak mendaftar menjadi peserta jamsostek. “Resiko di jalan sewaktu kerja cukup tinggi. Mari segera masuk Jamsostek. Semoga sosialisasi ini dapat segera diwujudnyatakan melalui pendaftaran susulan bagi yang belum mendaftar,” jelas Pardamean di hadapan 70 pengurus K-SPSI Tapsel dan Kota Sidimpuan.

Saya berharap, lanjutnya, program ini tidak hanya diikuti para sopir semata, para tukang becak pun diharapkan segera bergabung.

Dikatakan Pardamean, Peraturan Menteri Tenaga Kerja melalui Permennaker 24 tahun 2006 sudah memberi peluang bagi para tenaga kerja di luar hubungan kerja untuk menjadi peserta untuk 2 program saja, Kecelakaan dan Meninggal hanya dengan membayar Rp 13.000-an.

“Jadi, sangat terjangkau. Padahal kalau meninggal biasa mendapatkan 16, 8 juta dan kalau kecelakaan meninggal waktu kerja mendapat 48 kali gaji. Ini sangat membantu bagi keluarga,” ungkap Mandagar Siregar menambah penjelasan Pardamean.

Di kesempatan itu, diserahkan santunan Jaminan Hari Tua(JHT) sebesar Rp 11.589.50 kepada Sahat Panusunan Hutabarat anak kandung Ketua Dewan Pimpinan Cabang K-SPSI Tapsel dan Kota Sidimpuan Sy Bangun Hutabarat.

Tercatat, Sahat Panusunan Hutabarat bekerja di Perkebunan di Palembang, dan pembayaran santunan dilakukan melalui Jamsostek Sibolga.

“Dimana-mana di seluruh Indonesia, Tabungan Hari Tua peserta Jamsostek dapat dicairkan, karena sudah terhubung secara online. Sepanjang segala administrasi pendukung lengkap, tidak ada masalah dalam pencairan klaim,” kata Humas Jamsostek Sanco Manullang didampingi Kabid Pemasaran Sibolga Aang Shoepomo.

Diakhir sosialisasi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang K-SPSI Tapsel dan Kota Sidimpuan Sy Bangun Hutabarat mengucapkan terimakasih kepada Jamsostek atas kecepatan pelayanan terhadap peserta. “Bukan karena saya sebagai Ketua K-SPSI sehingga klaim JHT anak saya mudah dicairkan. Saya sudah merasakan, sangat mudah pengambilan JHT Jamsostek, asalkan surat-suratnya jelas dan benar-benar lengkap,” pungkasnya. (mc)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.