Home » Tabagsel » Bou Adukan Keponakan ke Polisi

Bou Adukan Keponakan ke Polisi

Selasa, 22 Desember 2009 . www.metrosiantar.com

Diduga Palsukan Surat Kuasa Penjualan Tanah Warisan
SIDIMPUAN-METRO; Lenni Hariyati Harahap (45) warga Jalan Kenari III L-5 Nomor 60 RT 003/RW 008 Kecamatan Ciputat Timur, Kabupaten Tangerang mengadukan Muhammad Khaidir Harahap ke Polresta Padangsidimpuan (Psp), Rabu (9/12) lalu.

Pasalnya, keponakannya tersebut didugaan memalsukan surat kuasa penjualan sebidang tanah warisan orangtua Lenni, ukuran 15×35 meter per segi yang berada di Jalan Sibolga KM 5 Hutaimbaru, Kecamatan Psp Hutaimbaru , Kota Psp.

Kepada wartawan Senin (21/12) kemarin, Lenni didampingi kuasa hukumnya yang berkantor di Jalan Pejuang 45 Nomor 11 Kota Psp, Romi Rambe SH menuturkan, almarhum orangtuanya, Muhammad Idris Harahap mewariskan tanah seluas 9.000 meter per segi di Jalan Sibolga KM 5 Kecamatan Psp Hutaimbaru, Kota Psp kepada 5 anaknya terdiri dari dirinya, dan abang serta kakaknya yaitu Prof Dr Ir Mustafa Kemal Harahap, Darwin Edwin Harahap (alm), Dra Julina Sari Madonni Harahap, dan Ruslin Efendi Harahap.

Ternyata, ungkap Lenni (bou dari Muhammad Khaidir, red), sekitar 3 bulan lalu dari cerita abang kandungnya, Ruslin Efendi kepada dirinya dan mengetahui 15×35 meter persegi dari bagian tanah 9.000 meter per segi tersebut beberapa waktu lalu telah dijual Muhammad Ismail yang merupakan anak abangnya, Ruslin kepada Ismail Silitonga yang sebelumnya penyewa tanah warisan mereka.

“Dan tanda tangan abang saya, Ruslin disurat kuasa tersebut dipalsukan oleh Muhammad Khaidir,” ucap Lenni.

Diungkapkan Lenni sembari menunjukkan akte kepemilikan tanah di atas segel yang sudah diwariskan kepada mereka 5 abang-beradik dari almarhum ayah mereka yang dietujui oleh ibunya, Hj Losari Siregar tertanggal 22 Desember 2001 lalu dengan saksi Mangaraja Lopian Harahap, Ali Sati Siregar dan lainnya yang diketahui Kepala Desa Hutaimbaru, Kecamatan Psp Barat (sebelum Psp jadi Kota Madya, red), Nurma Ritonga, bahwa dirinya tidak tahu bagaimana proses jual-beli tanah itu bisa terjadi mengingat surat tanah ada pada dirinya.

“Ini bukti kepemilikan sah tanah tersebut dan ada pada kami,” tuturnya.

Romi Rambe menjelaskan, dalam persoalan kliennya tersebut menimbulkan 2 aspek hukum, pertama aspek pidana, di mana ada dugaan pemalsuan surat yang dilakukan oleh Muhammad Khaidir Harahap dan aspek perdata yakni ada yang dirugikan dan ada yang merugikan.

“Nanti setelah aspek pidana memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan, maka kami akan mengajukan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi yang dialami klien kami,” ucap Romi Rambe mengakhiri. (neo)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.