Home » Tabagsel » Gema Padang Lawas Nilai Pemkab Palas Lamban

Gema Padang Lawas Nilai Pemkab Palas Lamban

kiri3 Gema Padang Lawas Nilai Pemkab Palas Lamban

Foto: Illustrasi

Medan, (Analisa)

Gerakan Mahasiswa Padang Lawas menilai, terobosan yang dilakukan Pemkab Padang Lawas lamban dalam menggerakkan roda pembangunan, sehingga mendapat kritikan dari masyarakat.

Saat ini menurut mereka masyarakat beranggapan apa yang dilakukan Basyrah-TSO selaku Bupati dan Wakil Bupatin baru sebatas seremonial saja tanpa ada gambaran pembangunan yang menjadi tuntutan mahasiswa dan masyarakat Padang Lawas.

Padahal pemerintahan sudah berjalan mendekati usia satu tahun, tapi belum ada kemajuan menggembirakan, ungkap Ketua Umum Gema Padang Lawas, Ansor Harahap kepada wartawan di Medan, Selasa (15/12) menyikapi kondisi Padang Lawas yang masih jalan di tempat.

Didampingi Leli Siregar, Jabaluddin Siregar, Ahmad Habibi Dalimunthe, dan Sugianto Ketua Gema Padang Lawas menilai, statisnya kepemimpinan pemerintahan Palas hari ini sangat merugikan masyarakat, terutama masyarakat yang kebutuhan hidupnya dipengaruhi oleh gerakan pembangunan pemerintah, yaitu rakyat miskin.

Padahal salah satu tujuan prioritas pembangunan itu adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat bawah, dimana bila ini tidak terlaksana tentu juga merugikan Palas sendiri di mata masyarakat luas” kata Ansor.

Fatal

Menurut Ansor, salah satu yang fatal dari sekian banyak parameter mengenai kelambanan Pemkab Palas yang dipantau Gema Padang Lawas adalah pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang bersumber dari APBD tahun 2009 baru beberapa minggu yang lalu mulai dikerjakan.

Padahal, kata Ansor akhir Desember ini seharusnya sudah dilakukan tutup buku tahunan dan saatnya evaluasi realisasi anggaran di akhir tahun. Sehingga P-APBD Padang Lawas 2009 baru diparipurnakan. “Luar biasa lambannya Palas, P-APBD belum, pengerjaan proyek APBD baru mulai” ucapnya.

Ansor mengatakan, dengan kondisi begini diperkirakan proyek pembangunan tidak akan siap di akhir tahun sesuai dengan aturan main atau para kontraktor terpaksa harus mempercepat penyelesaian proyek yang kualitasnya dipastikan tidak seperti yang diharapkan. Akibatnya masyarakat menerima proyek pembangunan yang kualitasnya rendah dan rawan kerusakan, tetap saja masyarakat yang menanggung penderitaan.

Kemudian Gema Padang Lawas mengkwatirkan dengan tidak selesainya realisasi APBD tahun 2009 tepat waktu akan memberi peluang terjadinya manipulasi data laporan penggunaan anggaran. Kejadian seperti ini memungkinkan terjadinya penyederhanaan tuntutan atau substansi prosedur pelaksanaan proyek pembangunan dan pertanggungjawaban pemerintah dalam menjalankan amanah realisasi APBD.

Ditegaskan dia, Gema Padang Lawas berharap DPRD Padang Lawas baik secara institusi maupun individual anggota dewan selaku perwakilan rakyat agar cermat memantau bersama mahasiswa dalam setiap gerak langkah yang dilakukan eksekutif. “Wakil rakyat yang terelembaga dan mahasiswa sebagai agen perubahan harus pro aktif menyikapi secara kritis pemerintahan Padang Lawas” kata Ansor. (rmd)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.