Home » Tabagsel » Kab. Tapanuli Selatan Perlu Tata Ruang Permanen

Kab. Tapanuli Selatan Perlu Tata Ruang Permanen

Medan, (Analisa)

20060920 figures leader Kab. Tapanuli Selatan Perlu Tata Ruang Permanen

Kab. Tapanuli Selatan Perlu Tata Ruang Permanen

Tata ruang daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, perlu segera ditata ulang kembali menjadi tata ruang yang permanen bero-rientasi ke depan.

Selaku kabupaten induk setelah beberpa kabupaten dan kota memisahkan diri dari Tapsel perlu segera dilakukan penataan ulang agar daerah ini seperti yang diharapkan mantan Gubsu almarhum Raja Inal Siregar, menjadi segitiga emas pertumbuhan dari sektor barat.

Tokoh muda kelahiran Simanosor Tapsel Drs.H.Syamsul Bahri Ritonga Msi menge-mukakan hal itu kepada Analisa Selasa (1/12), terkait keberadaan Tapanuli Selatan setelah berdirinya beberapa kabupaten dan kota dewasa ini.

Menurut Syamsul, tidak ada satu alasanpun tetap mempertahankan ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan di Kota Pada-ngsidimpuan. Lagipula pemindahan ibukota Tapsel dari Padangsidimpuan ke Sipirok adalah berdasarkan undang-undang.

Bagi pihak-pihak tertentu yang tetap mempertahankan pusat pemerintahan Tapsel tetap di Padangsidimpuan adalah pelanggaran undang-undang, bagi setiap yang melanggar undang-undang perlu dilakukan perlawanan dan sanksi hukum, ujar Syamsul.

Tidak segera dilakukan pemindahan ibukota Tapsel ke Sipirok menurut Syamsul, selain melanggar undang-undang juga menimbulkan ekses seperti memperlambat pembangunan dan menghalangi pertumbuhan seluruh kecamtan.

Dampak yang paling buruk daripada itu menghambat perputaran roda perekonomian rakyat hingga ke desa-desa dan dapat berakibat buruk hingga lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Melihat kondisi Tapsel saat ini dan keberadaannya tidak dapat dibiarkan berlarut-larut atas dorongan dan dukungan- masyarakat, Syamsul Bahri Ritonga menyatakan dirinya siap menjadi salah seorang kandidat bakal calon Bupati Tapsel periode 2010-2015.

Perlakuan yang sama

Menurut Syamsul yang ahli tata ruang di Dinas Penataan Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Utara itu, pembangunan Tapsel yang berorientasi ke depan sudah selayaknya menerapkan perlakukan yang sama ke setiap kecamatan di daerah ini, sesuai potensi yang ada.

Dengan perlakuan yang sama itu, sehingga tidak ada kecamatan yang merasa disisihkan dan kecamatan dapat mengembangkan potensinya.

Secara terus terang menurut Syamsul, potensi daerah itu ada di kecamatan dan kecamatan yang memiliki potensi itulah yang dilirik investor untuk menanamkan investasinya.

Menyinggung tentang peran tokoh agama, adat dan pemuda di daerah ini, menurut Syamsul ketiga komponen ini saling terkait dan memiliki peluang yang sama untuk ikut berpartisipasi dalam menggalang kemajuan Tapsel di masa-masa yang akan datang.

Sejak dulu ketiga komponen telah ikut berperan dalam pembangunan termasuk merangsang pertubuhan desa.Makanya, menurut Syamsul, ia tidak setuju dengan adanya penggabungan dersa, desa itu punya historis tersendirinya, makanya jangan diutak-atik lagi, ujarnya.

Potensi desa yang menyim-pan sumberdaya alam (SDA), memang harus dikelola oleh pihak-pihak yang memiliki sumbedaya manusia yang tinggi yang tetap mengacu kepada budaya setempat. (anto)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.