Home » Tabagsel » Kejari P. Sidimpuan Kembali Tahan Pejabat Bina Marga Sumut

Kejari P. Sidimpuan Kembali Tahan Pejabat Bina Marga Sumut

corrupt Kejari P. Sidimpuan Kembali Tahan Pejabat Bina Marga Sumut

Kejari P. Sidimpuan Kembali Tahan Pejabat Bina Marga Sumut

P.Sidimpuan, (Analisa)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan kembali menahan seorang pejabat Bina Marga Sumut Ir. IS (57) terkait dugaan korupsi proyek jalan Propinsi

Propinsi jurusan Sipagimbar-Tolang Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2007 dengan kerugian negara Rp.1,1 milyar lebih. Demikian Kajari Padangsidimpuan Indrasyah Johan, SH didampingi tim Jaksa penyidik masing-masing, Ismed Kardafi, SH, Yudha Utama Putra, SH dan Benhar S Zein, SH kepada Analisa di ruang kerjanya, Rabu (9/12).

Dikatakan, penetapan penahanan terhadap tersangka Ir. IS yang saat itu menjabat sebagai Kepala Unit Penanganan Rehabilitasi Pemeliharaan jalan dan Jembatan (UPRP-JJ) Wil IV Padangsidimpuan tersebut berdasarkan surat penetapan penahanan No. PRINT 02.N2.20/Fd.I/12/2009.

Tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 subsidair pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001.

Kajari mengatakan, penahanan terhadap tersangka Ir. IS guna memudahkan dalam pemeriksaan dan kepentingan penyidikan, yang mana dalam kasus tersebut Ir IS diduga keras telah melakukan tindak pidana korupsi pada pekerjaan proyek jalan Propinsi Propinsi jurusan Sipagimbar-Tolang Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2007, menyebabkan kerugian negara dan perekonomian negara sebesar Rp.1,1 milyar lebih.

Disamping itu penahanan tersebut berhubungan dengan adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

” Tersangka kini dititipkan di Rumah Tahanan Negara Salambue Padangsidimpuan selama 20 hari, terhitung 9 Desember 2009 s/d 28 Desember 2009, ” ujarnya.

Ditambahkan, sebelumnya Kejari Sidimpuan juga telah menahan JS (54) penduduk Kota Medan yang juga oknum pejabat Dinas Bina Marga Sumut pada UPRP-JJ Wil IV Padangsidimpuan yang saat itu menjabat sebagai Pejabat Pembuat Teknik Komitmen (PPTK) lelang pada proyek tersebut berdasarkan surat penetapan penahanan No.01.N2.20/Fd.I/09/2009 tertanggal 30 September 2009.

” Ir IS merupakan tersangka ke dua yag di tahan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi tahun 2009, ” ujar Indrasyah Johan, seraya menyebutkan masih terbuka kemungkinan adanya tersangka lain.

Komit

Dalam kesempatan itu Kajari Indrasyah Johan Nasution juga kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi diwilayha hukumnya.

“Bertepatan dengan hari anti korupsi sedunia ini, saya kembali menegaskan komitmen tinggi dalam memberantas korupsi diwilayah Tabagsel, “katanya.

Dijelaskan, dalam masa kepemimpinanya Kejari Padangsidimpuan sudah menangani sejumlah kasus korupsi dan di antaranya ada yang masih dalam tahap peyidikan dan persidangan.

Diantara kasus korupsi yang telah dan sedang ditangani itu, kasus korupsi APBD P. Sidimpuan Rp 8,5 M dengan dua terdakwa pemegang kas dan Bendahara masing-masing Pane dan Kholid. ” Untuk kasus ini kita sedang menunggu hasil banding karena hukuman yang dijatuhkan majelis kita nilai kurang sesuai, “katanya.

Selanjutnya, kasus PPH dengan tersangka masing-masing Tongku Palit dan Sucipto, keduanya telah menjalani hukuman penjara.

Kasus korupsi Raskin dan BPN dengan tersangka masing -masing DN, SE dan MD. Kesemuanya kasus korupsi yang ditangani pada tahun 2008 dan telah dijatuhkan hukuman.

Sementara kasus korupsi yang masih dalam tahapan proses penyidikan dan sidang yaitu kasus korupsi dengan tersangka mantan Kepala BKD Tapsel (AMS), Kasus korupsi bandara aek godang paluta dengan tersangka HO.

Selain itu, kasus korupsi dengan tersangka kuasa pengguna anggaran UPRJJ wilayah Tapanauli Bagian Selatan (Tabagsel) IS dan JS.

“Fakta-fakta tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan Kejari P.Sidimpuan dalam memberantas korupsi didaerah ini, “katanya.

Disinggung berapa uang negara yang telah berhasil diselamatkan, Kajari mengatakan kesulitan dalam melakukan penyitaan terhadap uang negara yang telah dikorupsikan para terdakwa.

“Kita kerap kesulitan menarik uang negara tersebut karena, para terdakwa sudah tidak memiliki harta guna menutupi kerugian negara tersebut namun kita akan terus berusaha mendapatkannya kembali , “ujar Kajari yang dikenal dekat dengan wartawan itu. (hih)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.