Home » Tabagsel » 900 KK di Desa Batusondat, Kec. Batahan, Madina, Hidup Tanpa Listrik

900 KK di Desa Batusondat, Kec. Batahan, Madina, Hidup Tanpa Listrik

Rabu, 13 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

bulb 763219 900 KK di Desa Batusondat, Kec. Batahan, Madina, Hidup Tanpa Listrik

900 KK di Desa Batusondat, Kec. Batahan, Madina, Hidup Tanpa Listrik

MADINA-METRO; Lebih dari 900 kepala keluarga (KK) di Desa Batusondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hidup tanpa penerangan yang bersumber dari energi listrik milik PLN. Padahal, desa tersebut salah satu daerah yang padat penduduk.

Kasri Nasution (50) seorang warga Desa Batusondat, yang ditemui METRO di Panyabungan, mengatakan, sejak dahulu desa tempat tinggalnya tak pernah dialiri listrik. Akibatnya, lebih dari 900 KK hidup dalam gelap di malam hari. Oleh karena itu, seluruh masyarakat sangat mendambakan penerangan.

“Seluruh warga desa sangat meginginkan listrik di desa ini. Sebab, apabila malam hari seluruh kegiatan akan terganggu,” katanya

Kasri menambahkan, kondisi ini sangat mengganggu bagi anak-anak sekolah. Pasalnya, bila malam hari tiba mereka tidak bisa belajar di rumah. Mengingat sebagian besar masyarakat masih memakai lampu teplok dan sebagian lagi menggunakan arus listrik yang dialirkan oleh mesin genzet. Untuk pemakai arus dari genzet pun harus membayar kepada pemiliknya.

“Terkadang kita harus bayar Rp50 ribu hingga ada yang Rp100 ribu per bulan, dan hidupnya genzet mulai pukul 18.00WIB hanya sampai pukul 21.00 WIB” tambahnya.

Seluruh masyarakat, lanjutnya, sangat membutuhkan listrik dari PLN. Menurut warga, hingga kini mereka belum merasakan kemerdekaan Indonesia sepenuhnya meskipun sudah 64 tahun Indonesia merdeka. “Harapan kami, pemerintah daerah lebih memperhatikan nasib kami. Jangan kami dibutuhkan hanya pada saat kampanye saja. Kami juga ingin merasakan indahnya hidup dengan keterangan, yakni adanya arus listrik ditambah lagi perkembangan seputar teknologi dan informasi kami sangat kekurangan ini juga akibat ketiadaan listrik,” harapnya. (mag-02)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.