Home » Tabagsel » Data Mei-Desember 2009 1.841 Warga Tapsel Terserang Chikungunya

Data Mei-Desember 2009 1.841 Warga Tapsel Terserang Chikungunya

Sabtu, 23 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

chikungunya Data Mei Desember 2009 1.841 Warga Tapsel Terserang ChikungunyaTAPSEL-METRO; Sejak Mei-Desember 2009, atau selama 8 bulan, 1.841 warga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang tersebar di beberapa kecamatan terserang penyakit demam chikungunya. Dan peristiwa ini ditetapkan menjadi status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Agustus lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tapsel, Sarmadhan Harahap melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Ismail Fahmi Ritonga MKes di dampingi Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (PPL), dr Hj Sri Khairunnisa kepada METRO, Kamis (21/1) menerangkan, sejak ditemukannya penyakit ini sekitar 8 bulan lalu atau Mei 2009 di beberapa kecamatan, maka Tapsel ditetapkan statusnya menjadi KLB chikungunya pada Agustus 2009 lalu. Dan sampai saat ini Januari 2010, sudah berjalan 6 bulan lamanya, status tersebut belum dicabut, mengingat kasusnya masih ada, meskipun jumlahnya sudah tinggal satu-satu atau tidak lagi dalam jumlah besar. Namun status KLB akan dicabut jika jumlah pasien mencapai angka nol pasien.

Ditambahkannya, sejak Mei-Desember 2009, jumlah kasus penyakit chikungunya di Tapsel sebanyak 1.841 kasus. Di mana kecamatan yang paling banyak jumlah penderitanya adalah Kecamatan Batang Angkola sebanyak 439 orang.

Ditambahkan keduanya, penanggulangan penyakit ini masih terus berjalan, karena masih ada masyarakat yang terjangkit penyakit ini, meskipun jumlahnya tidak dalam jumlah besar, tetapi hanya satu-satu sesuai dengan yang dilaporkan oleh setiap Puskesmas di kecamatan di Tapsel.

“Kita masih terus melakukan pengobatan gratis dan melakukan penyuluhan untuk berperilaku hidup bersih kepada masyarakat. Selain itu juga masih terus melakukan pengasapan atau fogging, karena masih ada masyarakat yang menderita penyakit ini meskipun satu-satu atau tidak dalam jumlah yang besar. Apalagi status KLB masih belum dicabut hingga nantinya penderita tidak ada sama sekali,” pungkasnya. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.