Home » Tabagsel » Pemkab Madina Telantarkan Jompo dan Kaum Duafa

Pemkab Madina Telantarkan Jompo dan Kaum Duafa

Sabtu, 09 Januari 2010- www.metrosiantar.com

ibujo2 Pemkab Madina Telantarkan Jompo dan Kaum Duafa

Pemkab Madina Telantarkan Jompo dan Kaum Duafa

MADINA-METRO; Tahun 2010, Pemkab Mandailing Natal (Madina) dinilai menelantarkan orangtua jompo dan kaum duafa alias fakir miskin. Pasalnya, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Madina tahun 2010 tidak menampung anggaran bantuan sosial (bansos) yang diperuntukan bagi orangtua jompo dan fakir miskin.

Kadis Kesehatan Sosial (Kesos) melalui Kabid Bantuan Sosial (Bansos), H Jailani Siregar, Jumat (8/1) ketika ditemui METRO menerangkan, alasan dihapusnya bansos untuk orangtua jompo dikarenakan sebagian besar anggaran di Satuan Kerja Peraangkat Daerah (SKPD) Pemkab Madina dikurangi termasuk DinasKesejahteraan Sosial (Dinkesos).

Jailani mengatakan, pengurangan anggaran juga dikarenakan berkurangnya APBD Kabupaten Madina tahun 2010 dibanding APBD 2009.

Diungkapannya, tahun 2010 banyak program kerja ditiadakan mengingat pengurangan atas pengajuan dan usulan yang diserahkan termasuk bansos untuk orangtua jompo. “Dana sebagian besar SKPD dikurangi, bukan Dinkesos saja. Imbasnya adalah bansos yang selama ini kdisalurkan kepada orangtua jompo ditiadakan,” katanya.

Dia meyampaikan, bansos untuk orangtua jompo yang tersalur pada tahun 2009 sekitar 100 orang dari 8 Kecamatan dengan jumlah Rp400 ribu per 6 bulan. Penyaluran berdasarkan data yang dihimpun unsur muspika.

“Kita tahu dana ini sangat berguna bagi para orangtua jompo, kita juga ingin mereka masih tetap memperoleh dana itu. Ttapi karena dana ditiadakan dengan sangat terpaksa dana untuk jompo kita hapus,” ujarnya.

Disamping itu, dirinya menyebutkan kalau bansos tetap berlanjut, dananya bukan lagi dari APBD Madina namun bersumber dari APBD Provinsi dan objeknya juga berbeda.

Selama ini, objek dana adalah untuk orangtua jompo. Ttapi APBD yang bersumber dari provinsi ini untuk fakir miskin dengan besaran Rp100 ribu per bulan untuk satu orang.

“Kita sudah berikan data penerima kepada Pemprov Sumut sebanyak 999 orang fakir miskin berasal dari Kecamatan Siabu, Natal dan Muara Batang Gadis,” sebutnya.

Dia menambahkan, proses bantuan untuk fakir miskin akan dicairkan akhir Januari. sistem pencairan melalui kantor Pos yang ada di daerah kecamatan terdekat setiap bulan.

“Ini hampir sama seperti bantuan BLT dari pemerintah pusat. Hanya penyelenggara saja yang berbeda. Dana ini akan cair kemungkinan akhir Januari, kalau tidak awal Februari,” terangnya.

Meski demikian, Dinkesos sudah melayangkan proposal ke pemerintah pusat supaya bansos untuk orangtua jompo tetap dilanjutkan. (mag-02)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.