Home » Tabagsel » Perguruan Tinggi Swasta Di Tabagsel butuh perhatian Pemprovsu

Perguruan Tinggi Swasta Di Tabagsel butuh perhatian Pemprovsu

WASPADA ONLINE

menulis buku Perguruan Tinggi Swasta Di Tabagsel butuh perhatian PemprovsuPADANGSIDIMPUAN – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sangat butuh perhatian Pemprov Sumatera Utara. Khususnya mengenai peningkatan mutu dan sumber daya manusia tenaga pendidik atau dosennya.

“Kita ketahui APBD Pemprovsu menampung dana bantuan pembiayaan pendidikan dosen. Tapi selama ini kita merasa pembagiannya kurang merata, padahal kita juga sangat membutuhkannya dalam rangka peningkatan SDM tenaga pendidik,” kata ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tapanuli Selatan di Padangsidimpuan, Ali Pada Harahap, tadi malam.

Menurutnya, perguruan tinggi swasta di Tabagsel sangat sulit untuk mendapatkan bantuan itu. Karena pada faktanya, untuk bisa mendapatkan alokasi bantuan itu harus punya kedekatan dengan ‘orang tertentu’ di tingkat provinsi.

“Kedekatan itu bisa terjadi, tentunya karena sering jumpa dan berkomunikasi. Akhirnya kita yang berada di ujung Sumut ini akan kalah dekat dengan mereka yang berada di sekitar ibukota provinsi. Alhasil, kita masih macat di Aek Latong, orang lain sudah kongko-kongko di Medan,” ujarnya.

Karenanya, diharapkan kepada anggota DPRDSU asal daerah pemilihan Sumut VI atau putra Tabagsel yang terpilih dari daerah lain, untuk turut memperjuangkan pengalokasian anggaran bantuan itu. Karena semua itu semata untuk peningkatan mutu pendidikan daerah.

Dijelaskan, STKIP yag dipimpinnya itu sudah berusia 28 tahun dan sekarang 10 orang dosennya sedang melanjutkan pendidikan program pasca sarjana. Tiap tahun STKIP menghasilkan 500 orang sarjana dengan aneka ragam disiplin ilmu.

Sekarang ini, tambahnya, minat dosen untuk melanjutkan pendidikan hingga pasca sarjana sangat minim. Karena yayasan hanya menanggung separoh dari biaya pendidikan tersebut dan separoh lagi ditanggulangi dosen.

“Coba kalau bantuan dana pendidikan di APBD Pemprovsu itu dibagi rata, mungkin minat dosen untuk melanjutkan pendidikannya akan semakin tinggi dan terciptalah tenaga pendidik handal dan standar program nasional,” jelasnya.

Syahrul Martua Pasaribu selaku anggota DPRDSU membenarkan adanya subsidi dana pendidikan di APBD Sumut. Selain itu ada juga subsidi dana kesejahteraan guru dan bantuan untuk siswa miskin.

Menurutnya, anggota DPRDSU daerah pemilihan Sumut VI dan putra Tabagsel dari daerah pemilihan lain, sudah berjuang semaksimal mungkin. Alokasi subsidi dana pendidikan untuk perguruan tinggi swasta di Tabagsel sebenarnya sudah tergolong cukup jika dilihat secara keseluruhan.
(dat04/wsp)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.