Home » Tabagsel » Januari 2010 Sumut Alami Pembengkakan Inflasi 1,40 Persen

Januari 2010 Sumut Alami Pembengkakan Inflasi 1,40 Persen

uang melayang inflasi by halim3 Januari 2010 Sumut Alami Pembengkakan Inflasi 1,40 Persen

Januari 2010 Sumut Alami Pembengkakan Inflasi 1,40 Persen

Medan (SIB)
Januari 2010 Sumut mengalami inflasi sebesar 1,40 persen atau lebih rendah dibandingkan bulan Desember 2009 sebesar 2,69 persen. Hal ini diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut Drs Alimuddin Sidabalok kepada wartawan, Senin siang (1/2)
Ia mengatakan, tiga kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Sumut mengalami inflasi yakni Medan 1,44 persen, Pematang Siantar 0,90 persen dan Padang Sidimpuan 1,60 persen dan Sibolga 1,75 persen.

Terjadinya inflasi di Medan Januari 2010 dipengaruhi adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti bahan bakar rumah tangga, beras, tarif angkutan udara, ikan dencis, daging, ayam ras, mie, gula pasir, udang basah, shampo dan nasi.
“Terjadinya inflasi Januari 2010 ini menyebabkan laju inflasi year on year (Januari 2010 terhadap Januari 2009) masing-masing kota yakni Medan 4,39 persen, Pematang Siantar 3,36 persen, Sibolga 3,57 persen dan Padang Sidimpuan 3,39 persen. Sedangkan inflasi year on year untuk Sumut sebesar 4,21 persen, ujar Sidabalok didampingi Kabid Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Panusunan Siregar.

Dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruhnya mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Jambi sebesar 1,95 persen dan inflasi terendah terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,22 persen.

Di Indonesia dari 66 kota IHK seluruhnya mengalami inflasi,inflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar 3,56 persen dan terendah di Palu dan Sorong sebesar 0,12 persen. (M8/i)

Inflasi Sumut membengkan 1,40% di Januari 2010
Warta – Sumut
WASPADA ONLINE

MEDAN – Pada Januari 2010, inflasi Sumatera Utara membengkak sebesar 1,40 persen. Hal itu dipicu diantaranya, kenaikan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga dan harga beras.

“Pemicu inflasi terbesar adalah kenaikan tarif angkutan udara dan harga bahan bakar rumah tangga yang masing-masing 25,22 persen dan 16.98 persen,” kata kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, di Medan, malam ini.

Harga beras sendir, katanya, memberikan kontribusi 5,53 persen. Selain tarif angkutan udara, bahan bakar, dan beras, inflasi di Sumut pada Januari lalu dipicu kenaikan harga ikan, gula pasir, dan daging ayam ras.

Meningkatnya inflasi pada Januari juga dipicu karena semua kota yang dijadikan indeks harga konsumen (IHK) di Sumut yakni Medan, Pematang Siantar, Sibolga dan Padang Sidempuan mengalami inflasi dengan besaran yang juga meningkat.

“Diakui inflasi pada Januari lalu cukup membengkak dibandingkan Desember 2009 yang hanya 0,52 persen. Bahkan inflasi Sumut itu jauh di atas angka nasional yang hanya 0,84 persen,” katanya.

Dari empat kota IHK di Sumut, inflasi terbesar terjadi di , Sibolga 1,75 persen, disusul Padang Sidempuan 1,60 persen, Medan 1,44 persen dan Pematang Siantar 0,90 persen.

Dengan terjadinya inflasi pada Januari, maka laju inflasi secara year on year (Januari 2010 terhadap Januari 2009), sebesar 4,21 persen.

Didampingi Kabid Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, Panusunan Siregar, Sidabalok menyebutkan, sebanyak 16 kota IHK di Pulau Sumatera mengalami inflasi

Inflasi tertinggi terjadi di Jambi sebesar 1,95 persen dan terendah di Lhokseumawe sebesar 0,22 persen.

Analis ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, kenaikan inflasi yang cukup besar di awal 2010 harus diatasi pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah. “Inflasi yang terlalu tinggi membahayakan,” katanya.
(dat04/ann)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.