Home » Tabagsel » Pemkab Palas akan Rekrut 90 Bides

Pemkab Palas akan Rekrut 90 Bides

Rabu, 10 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

tetes bayi Pemkab Palas akan Rekrut 90 BidesGaji dan Insentif Diusul Rp3 Juta per Bulan
PALAS-METRO; Sebanyak 90 desa di Kabupaten Padang Lawas (Palas) tidak memiliki bidan desa (Bides). Sehingga di desa terpencil masih ada ibu yang bersalin (melahirkan, red) dengan cara alami, sehingga resiko kematian ibu melahirkan sangat tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Palas akan melakukan perekrutan 90 bides.

“Maka, untuk perekrutannya direncanakan dalam waktu dekat ini dan sedang menunggu keputusannya dari Depkes di Jakarta untuk pengangkatan bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan diprioritaskan putra daerah Palas. Karena calon bides mendatang harus benar-benar bekerja secara maksimal dan mengetahui situasi tempatnya bertugas. Pengalaman selama ini, bides asal luar atau dari kota tidak betah bekerja di desa tempat yang bersangkutan bertugas karena tidak terbiasa, maka kita prioritaskan putra daerah orang kampung di Palas, agar bekerja maksimal. Ini adalah program Bupati dan Wabup dalam mewujudkan masyarakat yang sehat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkessos) Kabupaten Padang Palas (Palas), Drs Ahmadin Hutagalung kepada METRO, Selasa (9/2).

Dilanjutkannya, gaji bides juga akan diusulkan lebih sejahtera dan dinaikkan, terutama bagi bides yang bertugas di desa terpencil. Selama ini gaji bides sebesar Rp750.000 per bulan. Dan ke depannya untuk bides mendatang di usulkan gajinya Rp1.500.000 dengan mendapat insentif setiap bulannya Rp1.500.000 per bulan.

“Jadi gaji bides plus insentif di desa terpencil sebesar Rp3 juta per bulan, agar tidak ada lagi alasan bagi bides tidak bekerja secara maksimal, karena setiap bides memiliki 5 kader setiap desa tempatnya bertugas,” pungkasnya.

Di Barteng, Calon Bides Ogah Ditempatkan di Desa Terpencil

Ternyata ketidakadaan bides sangat dirasakan masyarakat, seperti daerah Poken Minggu, Gading Kecamatan Barumun Tengah (Barteng). Warga berharap dan mendambaan ada bides di sejumlah desa terpencil yang sulit dilalui kenderaan roda dua tersebut. Pasalnya, masih ada sejumlah desa seperti Desa Parannapa Jae, Bire, Gading Lama, Sidongdong tidak bisa dilalui roda empat, begitu juga dengan daerah sekitarnya.

Menurut Drs Ahmadin Hutagalung, dari sejumlah kecamatan yang ada di Palas, Kecamatan Barteng termasuk kecamatan paling minim bidesnya. Di mana dari 58 desa, hanya 20 desa yang memiliki bides dan sudah berlangsung hampir 15 tahun yakni sejak masih bergabung dengan Pemkab Tapsel.

“Untuk wilayah Sihapas hanya ada 7 bides, di wilayah Huristak 13 bides, wilayah Binanga 28 bides, dan ada sekitar 40 desa lagi belum memiliki bides, karena calon bides ogah ditempatkan di desa-desa terpencil karena jauh dari keramaian kota,” ujarnya mengakhiri. (amr)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.