Home » Tabagsel » Proyek Peningkatan Jalan Sipagimbar-Tolang Tidak Sesuai Bestek

Proyek Peningkatan Jalan Sipagimbar-Tolang Tidak Sesuai Bestek

P.Sidimpuan, (Analisa)

tanda seru tanda tanya Proyek Peningkatan Jalan Sipagimbar Tolang Tidak Sesuai BestekProyek pengerjaan peningkatan jalan jurusan Sipangimbar-Tolang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terdapat banyak kejanggalan dan tidak sesuai bestek yang telah ditetapkan.

Demikian keterangan dua saksi masing-masing Yusandi Dosen Fakultas Tekhnik Universitas Sumatera Utara (USU) dan Simson dari BPKP, pada sidang lanjutan dugaan korupsi peningkatan jalan jurusan Sipangimbar-Tolang Kabupaten Tapanuli Selatan dengan terdakwa pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) JS (54) , Senin (8/2).

Majelis hakim diketuai Tommy Malik SH, anggota Taufik Nainggolan SH, Wahyudinsyah Panjaitan SH.M.Hum dan panitera pengganti Amin SH dan Mangara Hutapea serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ismed SH dan Benhard Zein.

Dalam kesaksiannya Yusandi mengatakan, kejanggalan tekhnis pengerjaan peningkatan jalan Sipangimbar-Tolang itu di antaranya pembangunan jalan yang tidak dionderdak. ” Dari tinjauan kami dilapangan banyak batu, pasir dan lumpur yang berserakan di jalan tersebut, “ujarnya.

Selain itu, batu yang digunakan dalam pengerjaan jalan tersebut bukan batu sungai, namun batu gunung terlihat dari bentuknya yang bersegi.

“Batu sungai itu bulat sedang yang digunakan pada pembangunan jalan ini bersegi,”katanya.

Dijelaskan, mengacu pada bestek seharusnya pengerjaan jalan ini dionderdak dan batu yang dipakai bukan batu gunung namun batu sungai karena lebih keras dan kuat. “Hemat saya, secara tekhnis pengerjaan jalan itu tidak sesuai dengan bestek, “katanya.

Hal senada juga diutarakan Simson dari BPKP yang memberi keterangan dari segi anggaran.

“Bila mengacu pada aturan yang berlaku pengerjaan jalan sipangimbar-tolang ini sudah tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan, “katanya.

Dijelaskan, ketidak sesuaian anggaran pembangunan jalan ini dilihat dari perbandingan realisasi pembayaran dengan nilai fisik bangunan.

“Hasil pengerjaan jalan ini tidak sesuai dengan anggaran (dana) yang telah dikucurkan, sehingga negara mengalami kerugian mencapai Rp 614.992.750.30.”ujarnya.

Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi tersebut, majelis hakim menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang condong memojokkan kedua saksi dan terkesan berupaya menggiring agar pernyataan saksi tersebut meringankan terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan primer dan subsider yang dibacakan JPU Ismed SH disebutkan, terdakwa JS selaku pejabat pelaksana tekhnis Kegiatan (PPTK) berdasarkan surat keputusan kepala Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara nomor 954/DJJ-TU/7752/ 2007 tertanggal 17 September 2007 bersama-sama dengan IR. IS selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) (dalam berkas terpisah) dan FAP selaku direktur Fara Mutiara (dalam berkas terpisah) antara bulan agustus 2007 hingga Mei 2008 bertempat di Desa Ulumanis Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapsel, tepatnya di STA 174-176 proyek peningkatan Jalan Sipangimbar -Tolang.

Secara hukum telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu lebih kurang sebesar Rp 614.992.750.30.

Perbuatan terdakwa diancam pidana pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b undang undang No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah oleh undang-undang No 20 tahun 2001 Jo pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana.

Usai mendengar keterangan saksi Ketua majelis hakim menunda sidang dan akan dilanjutkan Selasa (9/12) dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (hih)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.