Home » Tabagsel » Puskesmas Pintu Padang (kec. Batang Angkola) Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Kurang Mampu

Puskesmas Pintu Padang (kec. Batang Angkola) Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Kurang Mampu

Padangsidimpuan, (Analisa)

be healthy logo Puskesmas Pintu Padang (kec. Batang Angkola) Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Kurang Mampu Puskesmas Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat , khususnya warga kurang mampu, karena hal ini merupakan program utama Bupati Ongku P Hasibuan melalui Dinas Kesehatan Tapsel untuk membantu masyarakat.

“Berbagai program kesehatan yang bersentuhan langsung kepentingan masyarakat terus kita tingkatkan,” demikian dijelaskan Kepala Puskesmas Pintu Padang Dr Habibullah, kepada wartawan di Padangsidimpuan, Rabu (24/2).

Untuk membantu warga kurang mampu, saat ini ada sekitar 9.000 orang warga kecamatan Batang Angkola yang memiliki kartu Askeskin, jika mendapat pelayanan berobat gratis di Puskesmas Pintu Padang.

Dijelaskan olehnya, berbagai kegiatan yang dilakukan seperti tidak adanya lagi restribusi berobat ke puskesmas/ berobat gratis, penyuluhan kedesa-desa terhadap penyakit seperti flu burung, malaria, bantuan PMT kepada kasus gizi buruk di desa Sorik, peningkatan kesehatan bagi ibu hamil serta bayinya.

Khusus untuk antisipasi penyakit malaria, pihaknya telah menyalurkan lebih kurang 1.500, kelambu berinsektisida kepada warga didaerah-daerah rawan terserang penyakit menular itu. “mudah-mudahan, kita tidak pernah kekurangan obat dalam mengantisipasi berbagai penyakit KLB di daerah ini” kata Dr Habibullah.

Dengan jumlah petugas medis terdiri dari 3 orang dokter dan 120 orang, terdiri dari 5 unit Pustu, melayani sebanyak 33.238 penduduk kecamatan Batang Angkola. Menyangkut tentang alat incinerator yang belum di fungsikan di Puskesmas, Dr Habibullah didampingi staf Perencanaan Dinas Kesehatan Tapsel Suryadi mengatakan, alat penghancur limbah medis dan non medis tersebut berasal dari dana APBN, untuk mengoperasikan alat tersebut butuh bangunan khusus, dana untuk pembangunan tempat alat incinerator tersebut belum tertampung di APBD.

“Jadi tolong jangan di vonis mubazir atau tidak bermanfaat alat tersebut saat ini” kata Suryadi. Disamping itu, untuk mengoperasikan alat incinerator, dibutuhkan SDM dan keterampilan khusus dari petugas, “dalam waktu dekat ini akan kita kirimkan staf untuk mengikuti pelatihan keterampilan mengoperasikan incinerator” katanya lagi.

Sedangkan menyangkut tudingan adanya pemotongan 30 persen penyaluran obat kesejumlah Puskesmas di wilayah Tapsel, Kadis Kesehatan Tapsel Drs H Sarmadhan Harahap,A.Pt, melalui kepala Gudang Obat Dinkes Tapsel Hj Rosida Siadari, dengan tegas membantah hal tersebut, karena penyaluran obat-obatan selalu dilakukan sesuai prosedur dan tanpa adanya pemotongan.

“Mana berani kami melakukan pemotongan, apalagi saat ini sesuai dengan program Pak Bupati, pengobatan gratis ke masyarakat terus ditingkatkan” kata Hj Rosida lagi. (ben)

?

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.