Home » Tabagsel » Seputar Hutan Lindung Tapsel Dirambah

Seputar Hutan Lindung Tapsel Dirambah

Sabtu, 20 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

hutan indonesia Seputar Hutan Lindung Tapsel Dirambah Dishut Akui Lalai Lakukan Pengawasan
TAPSEL-METRO; Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakui lalai dalam melakukan pengawasan sehingga terjadi perambahan hutan lindung di Tor Simitcak yang secara administrasi masih masuk wilayah Tapsel.

Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Hutan, Dishut Tapsel, Agus Salim Siregar SP kepada METRO, Jumat (19/2). Diakuinya, ada perambahan hutan yang dilakukan masyarakat di hutan lindung Tor Simitcak yang membentang dari Kecamatan Angkola Timur hingga ke Kecamatan Batang Angkola. Meskipun demikian, ujarnya, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai tapal batas antara Pemko Psp dengan Pemkab Tapsel.

“Ada perambahan hutan di Tor Simitcak dan saat ini sudah jadi kebun karet. Hanya saja berapa luas yang sudah jadi kebun karet ini kita belum tahu makanya, Senin (22/2) kita akan turun ke lokasi untuk mendapatkan data yang sebenarnya,” ujarnya.

Dikatakannya, luas keseluruhan hutan lindung di Tor Simitcak yakni sebagian yang masuk ke Kecamatan Angkola Timur seluas sekitar 5.209 hektare dan yang masuk ke Kecamatan Batang Angkola sekitar 26.606 hektare yang masuk dalam register 7.

Dikatakannya, kalau kayu-kayu yang ditemukan di lokasi banjir bandang di Desa Labuhan Rasoki, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp, melihat kondisinya diperkirakan sudah lama. Dan jika dilihat dari kebun karet yang sudah ditanami warga di atas hutan lindung itu, diperkirakan sudah mencapai sekitar 30 tahunan.

“Kalau sudah kita dapat data kerusakan di Tor Simitcak, maka untuk langkah awal kita akan melakukan rebosisasi dan rehabilitasi hutan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” sebutnya.

Disebutkannya, sejauh ini dari informasi yang didapatkan pihaknya, perambahan hutan dilakukan diduga untuk membuka kebun oleh masyarakat, namun belum bisa dipastikannya sebelum mendapatkan data yang akurat.

Selain itu, dikatakannya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan dengar pendapat dengan DPRD Tapsel dan instansi terkait lainnya.

Ketika ditanya tentang tudingan dari Pemko Psp bahwa penyebab banjir bandang tersebut adalah karena kerusakan hutan Tapsel, dengan tegas dirinya menyatakan bahwa dari informasi yang didapatkannya, kebanyakan yang berkebun di Tor Simitcak adalah warga Kota Psp dan bukan dari Tapsel saja.

“Kalau saling tuding dalam pembelaan kita, kebanyakan yang buka kebun itu malah bukan warga Tapsel, tetapi kebanyakan warga Kota Psp. Jadi meskipun kami akui lalai dalam pengawasan, tapi kami minta Pemko Psp jangan dulu asal menuding,” kecamnya.

Sebelumnya, Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH kepada METRO menyebutkan, meskipun itu merupakan tumbangan lama, jika memang nantinya ada bukti yang kuat ada dugaan perambahan hutan di areal hutan lindung Tor Simitcak yang masuk wilayah Tapsel, pelakunya akan disikat.

Kemudian Ketua Komisi II DPRD Tapsel yang membidangi masalah kehutanan, Sawal Pane kepada METRO menerangkan, dalam waktu dekat komisi II akan segera memanggil pihak terkait untuk mendapatkan informasi mengenai status hutan, luas hutan, dan lainnya yang menyangkut hutan di Tapsel.

“Mungkin tanggal 24 atau 25 Pebruari mendatang kita akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dishut dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi mengenai hutan di Tapsel,” terangnya.

Dijelaskannya, kalau RPD ini digelar bukan hanya karena asumsi mengenai kayu yang dibawa banjir bandang di Kecamatan Psp Tenggara beberapa waktu lalu berasal dari hutan Tapsel, melainkan juga dikarenakan ada beberapa masukan dari mahasiswa dan masyarakat mengenai adanya dugaan perambahan hutan di sejumlah hutan di Tapsel.

Kadishut Tapsel, Syahgiman Siregar kepada METRO, Rabu (17/2) lalu menyebutkan, setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, kayu-kayu tersebut berasal dari hutan lindung yang masuk wilayah Tapsel.(phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.