Home » Tabagsel » Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan menilai, Perekrutan CPNS tahun 2009 sarat KKN

Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan menilai, Perekrutan CPNS tahun 2009 sarat KKN

karikatur+kampanye+pejabat Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan menilai, Perekrutan CPNS tahun 2009 sarat KKNwww.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan (Psp) menilai, perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2009 sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pernyataan ini disampaikan mahasiswa kepada salah satu anggota DPR-RI dapil Sumut dari Partai Hanura, Herry Lontung Siregar, Selasa (16/3).

“Penilaian tersebut sesuai hasil yang ditemukan di lapangan. CPNS yang lulus dominan anak dan kerabat para pejabat teras di Pemko Psp,” kata Andi Lumalo mewakili mahasiswa kepada Herry Lottung Siregar.

Selain kasus tersebut, mahasiswa juga menyampaikan 3 aspirasi lainnya kepada H Herry Lontung Siregar, yang saat ini duduk sebagai anggota DPR-RI di komisi X membidangi pariwisata, pemuda, olahraga, pendidikan, dan perpustakaan.

Ketiga kasus yang dimaksud adalah kelanjutan pembangunan gedung olahraga (GOR) Psp di Pijor Koling, yang pada tahun 2006 lalu peletakan batu pertama dilakukan oleh Menpora, Adhyaksa Dault, hingga tahun 2010 ini tidak diketahui bagaimana kelanjutan bangunan GOR yang benilai miliaran rupiah tersebut.

Mahasiswa juga menyampaikan mengenai pembangunan kolam renang di Sitataring yang sampai dengan saat ini tidak difungsikan. Padahal dana sudah miliaran rupiah mengalir untuk pembangunannya setiap tahun. Namun belum juga bisa dipergunakan.

Selain itu, Andi juga menyampaikan masalah pendidikan. Di antaranya, sejak tahun 2002 lalu sampai dengan saat ini tidak ada perpustakaan di Kota Padangsidimpuan.

“Katanya kota pendidikan tapi perpustakaan saja tidak ada pak. Bagaiaman anak-anak Psp bisa pintar? Permasalahan di Kota Psp ini sangat komplek, mulai dari olahraga, pemuda, pariwisata, dan kami juga melihat ada indikasi dan dugaan terjadinya praktek korupsi. Maka kami menyampaikan ini kepada bapak sebagai perwakilan kami di pusat untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Menyikapi aspirasi mahasiswa tersebut, H Herry Lontung Siregar mengatakan, sebetulnya hal ini yang diinginkan dari anggota DPR dari masing-masing dapilnya. Yakni, untuk mengetahui apa saja permasalahan yang terjadi.

“Kita ini harus saling sharing antara masyarakat, mahasiswa, dan juga perwakilan di pusat seperti kami ini. Tujuannya, bukan untuk menyalahkan siapa-siapa tetapi untuk mencari solusi untuk kepentingan pembangunan daerah agar lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut di atakannya, kasus apa yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan tupoksi di Komisi X DPR-RI, untuk dibicarakan dan dicarikan solusi yang terbaik.

“Yang sesuai dengan bidang kita, seperti pendidikan, olahraga, pariwisata, perpustakaan akan kita tindaklanjuti di komisi bersama dengan teman-teman bersama dengan intansi terkait lainnya. Sedangkan yang lainnya akan kita berikan kepada komisi lain dan yang pasti apa yang kalian sampaikan ini akan kita kawal, karena di DPR-RI itu sebetulnya bukan 10 anggota DPR-RI dari Sumut ini tapi ada 12 orang,” tambahnya.

Mahasiswa juga menyerahkan sejumlah bukti dan dokumen terkait dengan permasalahan yang mereka sampaikan sebagai bukti penunjang DPR-RI untuk menindaklanjuti permasalah yang mereka sampaikan. “Kita akan terus kawal aspirasi yang kalian sampaikan, akan terus kita tindaklanjuti,” pungkasnya. (phn)

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.