Home » Kolom, Tabagsel » Refleksi Sahata Saoloan Untuk IMATAPSEL Yang Bertanggung Jawab

Refleksi Sahata Saoloan Untuk IMATAPSEL Yang Bertanggung Jawab

SAHATA SAOLOAN-

muslim pohan-

MUSLIM POHAN (penulis)

Oleh: Muslim Pohan *)

Yogyakarta merupakan kota pelajar yang dituju dari berbagai etnis daerah. Salah satunya masyarakat Batak Mandailing yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan. Untuk membentuk ketenteraman dan kekerabatan dalam masyarakat Batak Mandailing di tanah perantauan adalah membentuk berbagai organisasi perantau. Ada perkumpulan berdasarkan huta dan marga, organisasi ini seringkali menggunakan kata ikatan keluarga, persatuan atau parsadaan marga dohot anakboruna. Misalnya: Keluarga Tapanuli Siala Sampagul D.I.Yogyakarta (KTSS), Ikatan Keluarga Barumun Raya (IKABAYA), Ikatan Keluarga Padanglawas (IKAPALAS), Parsadaan Marga Siregar Dohot Anakboruna, Parsadaan Marga Harahap Dohot Anakboruna, Ikatan Muslim Tapanuli, dan lain-lain.

Salah satu tujuan dibentuknya organisasi persatuan ini adalah untuk menjalin tali kekeluargaan, silaturrahmi, dan membicarakan perkembangan kekeluargaan yang sifatnya menyangkat ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya.

Selain organisasi keluarga masyarakat Batak Mandailing membentuk organisasi persatuan, mahasiswa yang berasal dari Batak mandailing juga membentuk organisasi kekeluargaan di perantauan D.I.Yogyakarta. Antara lain: Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan (IMATAPSEL) yang anggotanya saat ini terdiri dari lima kabupaten, yaitu: Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas, Padalawas Utara, dan Kota Padangsidempuan.

Awalnya IMATAPSEL disebut IPEMTAS (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tapanuli Selatan), Mahasiswa yang berasal dari Tapanuli Selatan untuk menuntut ilmu pengetahuan ke Yogyakarta cukup banyak. Berdasarkan hal itu, Abdullah Yakub Hasibuan (Syariah-IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Fathi Siregar (Ekonomi- UGM),  A. Sanusi Lubis (Ekonomi- UGM), siti Sundari (Hukum-UGM), beretmpat di Hotel Garuda Jl. Malioboro Yogyakarta tanggal 30 Juni 1991, dalam pertemuan Pelajar & Mahasiswa Tapanuli Selatan di Yogyakarta, mereka membentuk suatu komunitas IPEMTAS. Maka pada saat itu terpilih Ketua Umum Abdullah Yakub Hasibuan, sedangkan Fathi Siregar sebagai Sekretaris Umum pada periode 1961-1962. Setelah itu, pada tahun 1962 diadakan Musyawarah Anggota dan terpilih Fathi Siregar sebagai Ketua Umum, sejak itu diganti nama IPEMTAS menjadi Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan (IMATAPSEL).

Tujuan IMATAPSEL didirikan bisa kita pahami sebagaimana yang termaktub dalam Bab IV tentang Tujuan Anggaran Dasar yaitu: “Organisasi ini bertujuan mewujudkan perbaikan kesejahteraan, semangat dan daya para Mahasiswa serta memupuk rasa cinta terhadap Daerah, Nusa, Bangsa dan Agama dalam mempersiapkan diri turut serta dalam melaksanakan pembangunan Daerah Tapanuli Selatan dalam rangka Pembangunan Nasional. Sedangkan Azas/Dasar organisasi ini termaktub dalam Bab III yaitu: Organisasi ini berazaskan kekeluargaan, ke-Mahasiswaan, Persatuan yang dijiwai Pancasila.

Hal demikian juga disampaikan oleh ketua panitia pelantikan pengurus IMATAPSEL periode 2015-2016, yaitu saudari Lestika Pohan dalam kata sambutannya mengatakan bahwa, seluruh anggota IMATAPSEL Yogyakarta harus menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan memiliki jiwa kesadaran akan fungsi dan perannya dalam berorganisasi, karena organisasi IMATAPSEL bukan tujuan tetapi alat untuk mencapai suatu tujuan. Begitu juga dengan ketua terpilih IMATAPSEL periode 2015-2016, Anjaya Handayani Harahap,  menyampaikan dalam tema pelantikan pengurus IMATAPSEL periode 2015-2016 refleksi sahata saoloan IMATAPSEL yang bertanggungjawab, merupakan suatu tema yang sangat menarik dalam kepengurusan setahun ke depan untuk diaktualisasikan oleh seluruh kader, karena sekarang ini kesadaran mahasiswa untuk berorganisasi berkurang. Nah, diharapkan dengan tema refleksi sahata saoloan IMATAPSEL yang bertanggungjawab, merupakan suatu terobosan baru untuk perubahan menuju IMATAPSEL yang berkemajuan baik dalam anggota IMATAPSEL sendiri maupun pemerintahan daerah Tapanuli Selatan.

Pelantikan tersebut berlangsung dengan sukses, ramai dan lancar pada Minggu, 15 November 2015 di gedung Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut dihadiri ratusan anggota IMATAPSEL yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan dan juga dihadiri sekaligus melantik pengurus IMATAPSEL oleh ketua Tapanuli Siala Sampagul Yogyakarta yakni Bapak H. Kamaluddin Hasibuan, S.H. beliau menyampaikan dalam arahannya kepada pengurus IMATAPSEL yang baru mengucapkan selamat dan sukses dalam kepengurusan satu tahun ke depan, semoga amanah dan tanggungjawab dapat terrealisasikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai IMATAPSEL, karena organisasi adalah merupakan sebagai wadah untuk berproses memperbaiki diri dan mendapatkan wawasan keilmuan. Dan beliau juga mengatakan kepada pengurus IMATAPSEL untuk mensosialisasikan program kerja IMATAPSEL kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terkait dengan perkembangan organisasi IMATAPSEL di Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga siap mengkomunikasikan antara IMATAPSEL dengan Pemerintah Daerah Kabupaten.

Terakhir dari penulis sebagai anggota IMATAPSEL Yogyakarta, mengucapkan selamat dan sukses kepengurusan IMATAPSEL periode 2015-2016. Sejarahlah yang akan menentukan nasib suatu bangsa dan dalam berorganisasi harus seimbang antara dunia akademik dengan dunia pribadi. Tri Sukses, yaitu: sukses studi, sukses organisasi dan sukses pribadi. Semoga IMATAPSEL sukses dan jaya selalu. Horas….horasss….horass.

 


Penulis adalah mahasiswa jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarya, dan Ketua Umum IMATAPSEL periode 2013-2014.

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Bergabung Dengan 6,136 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Tujuan IMATAPSEL yang adinda Muslim Pohan adalah tujuan yang mulia.Jika kabinet Jokowi mempunyai jargon yang trendi dengan istilah “nawa cita” adinda membuat jargon “tri sukses” sukses studi, sukses sorganisasi dan sukses pribadi. Kalau lah boleh kakanda mengusulkan kepada adinda sebagai mantan ketum IMATAPSEL bagaimana jika IMATAPSEL seluruh propinsi yang ada di indonesia bergabung membuat suatu lembaga keorganisasia yang bersifat nasional, yang mempunyai kantor pusat defenitif dan kantor cabang disetiap daerah dan kampus. jikalah dirunut sezarahnya IMATAPSEL sudah lahir dari zaman sebelum orde lama ketika Prof. Lafran Pane kuliah dan menjadi aktifis yang mengukir tonggak kemerdekaan indonesia. Nah wajarlah dan sudah selayaknya IMATAPSEL berperan dalam menggapai kemerdekaan dan membentuk NKRI yang kita cintai ini.

    • adinda sepakat dengan usulan kakanda jika IMATAPSEL seluruh propinsi yang ada di indonesia bergabung membuat suatu lembaga keorganisasia yang bersifat nasional, yang mempunyai kantor pusat defenitif dan kantor cabang disetiap daerah dan kampus. karena itu merupakan salah satu untuk membangun komunikasi antar sesama mahasiswa yang berasal dari tapanuli bagian selatan dan membangun daerah tentunya untuk membagun bangsa dan negara yang berdaulat.

  2. HORAS!!!!

3 Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.