Home » Tabagsel » Harga Sembako Naik – Bulog dan Pemko Sidimpuan Belum Gelar OP

Harga Sembako Naik – Bulog dan Pemko Sidimpuan Belum Gelar OP

P Sidimpuan. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Padang Sidimpuan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) belum melakukan operasi pasar (OP) di daerah itu. Padahal, harga sembako sudah naik seperti harga beras, minyak goreng, gula pasir dan lainnya.
Kepala Sub Divre Bulog Padangsidimpuan Ali Akbar Siregar melalui Kasi Pelayanan Publik Berdian Damanik, mengatakan masih terus memantau pergerakan harga beras yang memang mengalami kenaikan saat ini. “Yach memang benar harga beras saat ini naik, kita terus pantau kondisinya,” katanya kepada MedanBisnis, Jum’at (27/11).

Dia berharap dengan pendisitribusian beras miskin (raskin) yang saat ini masih ada di sejumlah daerah lain yang masih membagikannya kepada masyarakat dapat membantu kebutuhan beras khususnya masyarakat miskin.

“Instrumen mengatasi harga kita adakan raskin bila raskin sudah turun maka harga turun, dan ada tambahan dari jatah reguler (Januari s/d Desember) ada raskin ke 13 dan ke 14 artinya ada penambahan dua bulan lagi setiap tahunnya,” ujar Berdian Damanik.

Namun untuk Kota Padangsidimpuan sendiri, alokasi jatah 122.835 kg per satu bulan kali 12 untuk regular di tambah lagi dua kali lagi. Atau raskin bulan ke 13 dan ke 14 atau raskin yang bertambah dari reguler sudah direalisasikan ke titik distribusi seluruhnya pada November Tahun 2015.

“Tapi mungkin di sejumlah desa atau kelurahan di Kota Padangsidimpuan masih ada yang belum menyalurkannya ke warga masyarakat miskin sebagai penerima,” katanya.

Kenaikan harga beras saat ini menurut Berdian Damanik merupakan hal yang lumrah terjadi di saat akhir tahun seperti sekarang, apalagi menjelang hari Natal dan Tahun Baru. “Kondisi el nino yang terjadi di sejumlah daerah di pulau Jawa dan sebagian Sumatera Utara dan belum tibanya musim panen warga petani sawah saat ini, juga memicu kenaikan harga beras,” katanya.

Dia mengatakan kenaikan harga beras saat ini perlu dilakukan langkah-langkah baik oleh pemerintah maupun bulog sendiri. Namun, sejauh ini belum dilakuakn karena belum adanya kordinasi atau permintaan atas rencana operasi pasar. “Kita akan melakukan kordinasi dengan pemerintah agar operasi pasar dilakukan di Kota Padangsidimpuan. Dan ini berlaku bagi daerah lain yang memungkinkan perlu dilakukan operasi pasar,” katanya.

Pantauan MedanBisnis di pusat perbelanjaan di Kota Padangsidimpuan, Jum’at (27/11) harga beras masih tetap tinggi masih berada di level Rp 10.000/kg – Rp 10.500/kg untuk jenis beras Ir 64, demikian juga dengan harga beras jenis lainnya.

Menurut sejumlah pedadang beras, pada umumnya harga beras naik berkisar Rp 4.000/kg s/d Rp 5.000/kg. “Masa panen yang belum tiba dan berkuranngnya pasokan beras dari luar daerah, mungkin salah satu pemicu naiknya harga beras,” kata A Siregar salah satu pedagang beras di Kota Padangsidimpuan.

Dikatakan, di sejumlah daerah di Sumatera utara ini juga mengalami kenaikan harga beras. “Kita membeli beras dari luar harganya sudah naik tentunya kita juga beradagang toch mencari untung, otomatis harga juga kita naikkan,” katanya.


MedanBisnis – (ikhwan nasution)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.