Home » Headline, Tabagsel » Kerusakan Jalinsum Sosopan Makin Parah – Badan Jalan Terbelah

Kerusakan Jalinsum Sosopan Makin Parah – Badan Jalan Terbelah

(Analisa/atas siregar) TERBELAH: Jalinsum Sosopan terlihat makin rusak parah, jalan terbelah dan amblas hingga lima puluh meter. Perbaikan pada jalinsum Sosopan harus permanen dan memerlukan waktu yang lama, Kamis (3/12).

Padanglawas, Hampir seminggu Jalinsum Sosopan tak bisa dilalui ken­deraan. Kerusakan fatal di beberapa titik jalan, memer­lukan waktu panjang untuk perbaikan. Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa lewat, itupun harus dipapah dan di­bantu menggunakan titi yang buat warga.

Dinas Bina Marga Provinsi melalui UPT Bina Marga Gunung Tua dan Dinas PU Pemkab Palas, telah turun ke lokasi meninjau langsung kondisi jalan. Keru­sakan yang diakibatkan bencana alam itu dikategorikan kerusakan fatal. Tidak saja di satu titik. Tetapi hampir sepan­jang jalan mulai dari Ulu Aer – Desa Hu­lim hingga Desa Sosopan terdapat titik rusak parah.

Camat Sosopan Idris Nasution me­ngatakan, Kamis (3/12) Jalinsum Soso­pan masih tetap tak bisa digunakan war­ga. Akti­vitas sudah pasti terganggu. Kalaupun lewat menggunakan kenda­raan roda dua itu dipaksakan warga. Diperkirakan keru­sakan yang terjadi akan semakin bertambah melihat cuaca yang tak mendukung akhir-akhir ini.

“Pohon-pohon yang tumbang sudah kita bersihkan sebagian dari jalan. Tanah longsor menutupi jalan pun sudah di­bersihkan oleh Dinas PU dan Bina Mar­ga Provinsi.

Tapi itu belum bisa untuk dilewati. Karena beberapa titik yang parah jalan ada yang retak, amblas, dan terbelah. Makanya belum bisa lewat. Saya saja ke Sibuhuan pakai motor,” terang Idris.

Kasubbag Umum dinas PU Pemkab Palas Hefrin Saleh Hasibuan, yang diutus Bupati Palas langsung melalui Kadis Ir Ulil Fadil Nasution meninjau lokasi Jalinsum Sosopan, menyatakan ada satu titik jalan kerusakannya cukup fatal. Sebab jalan terbelah dan amblas hingga lima puluh meter dengan keda­laman satu meter. Dan saat ini, satu alat berat Wheeloder telah standby di lokasi membersihkan jalan. Sembari menung­gu alat berat lainnya milik provinsi.

“Untuk kenderaan roda dua saja saja kalau gak dipapah gak bisa lewat ini. Untuk titik ini harus membutuhkan perbaikan yang permanen, itupun jalan harus dipindah. Karena kalau hanya ditimbun, tetap saja akan amblas, sama saja kalau perbaikannya tanggung,” jelas Hefrin.

Sedang satu titik lainnya masih se­kitar Desa Ulu Aer dan Hulim terse­but, jalan yang amblas harus dibronjong se­cara permanen. Itu supaya bisa dila­kukan penimbunan jalan.

“Kalau tidak, gak akan tahan lama-lama jatuh lagi. Tapi kalau sudah ada bronjong yang permanen, bisa menahan jalan agar tidak longsor ke bawah,” ujar Hefrin lagi.

Untuk jalan yang amblas pada jem­batan Ulu Aer dengan kedalaman ber­kisar 7 meter akibat tergerus arus sungai yang berpindah arus, Hefrin menilai arus sungai yang menghantam oprit jembatan harus dipindah. Tentu harus menggunakan alat berat memindahkan arus tersebut.

“Disitu juga harus dipasang bronjong menahan arus yang menghantam oprit jembatan itu. Baru jalan yang amblas ditimbun,” tandas Hefrin. (ats)


(Analisa).

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.