Home » Berita, Tabagsel » MASYARAKAT DESA PARAN JULU MEMINTA BUPATI AGAR SEGERA COPOT KEPALA DESA DARI JABATANNYA KARENA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG JABATAN

MASYARAKAT DESA PARAN JULU MEMINTA BUPATI AGAR SEGERA COPOT KEPALA DESA DARI JABATANNYA KARENA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG JABATAN

PAPAN INFORMASI DANA DESA PARAN JULUMASYARAKAT DESA PARAN JULU MEMINTA BUPATI AGAR SEGERA COPOT KEPALA DESA DARI JABATANNYA KARENA MENYALAHGUNAKAN WEWENANG JABATANapakabarsidimpuan.com, PALAS – Masyarakat Desa Paran Julu Kec. Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas kecewa dan keberatan atas penggunaan Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2015 sebesar Rp. 259.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah) Tahap I (Pertama) dengan hasil musyawarah yang sudah diputuskan oleh pihak perangkat desa dengan oknum Kepala Desa {Kades) berinisial TH (52 thn) pada hari Selasa tanggal 22 September 2015 pada jam 90:00 wib di kediaman oknum kades tersebut dengan hasil keputusan tersebut adalah pembuatan sumur gali untuk air bersih yang disalurkan ke rumah – rumah warga yang dimana ditempatkan pembangunannya di pertanahan saudar a Luhur Harahap dan pembangunan Kamar Mandi dan Rabat Beton (Jalan Setapak)

Beberapa minggu kemudian pihak Kades merubah hasil keputusan tersebut dengan memindahkan penggalian sumur dari pertanahan saudara Luhur Harahap ke samping perumahan oknum kades tersebut tanpa ada pemberitahuan dan musyawarah dengan pihak perangkat desa dan masyarakat setempat sehingga masyarakat menilai ada keuntungan pribadi dalam pembangunan sumur gali yang di putuskan oleh kades tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh salah satu masyarakat Paran Julu yang berinisial BD (35 thn) “ Mengatakan Kades kami sudah menyala gunakan wewenang jabatan sebagi kades di desa kami pak.kami tidak akan tinggal diam dan sudah melayangkan surat keberatan ke Bupati padang Lawas, Bapak Pemdes, Inspektorat dan Bapak Camat Aek Nabara Barumun “. Kepada korespondesi media online apakabarsidimpuan.com disalah satu kedai kopi masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya pada hari Senin tanggal 23 nopember 2015 (bukti rekaman ada).

Dari pantuan kami dilapangan memang betul laporan yang kami terima dari masyarakat dengan pembangunan ssumur gali terletak di samping rumah oknum kades tersebut dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat dalam pemakaian sarana air bersih kemudian pembagunan kamar mandi tidak jelas karena tidak ada kamar mandi untuk laki – laki dan perempuan yang ada hanya satu kamar mandi dan pembangunan rabat beton dari pantauan saya hanya asal jadi karena sudah ada bagian dari rabat beton yang rusak dan saya yakin rabat beton ini tidak bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang dan tidak sesuai dengan pembangunan rabat beton yang berjangka panjang kemudian saya coba menghubungi pihak Kepala Desa (KADES) Paran Julu lewat via seluler tidak ada jawaban.

Ditambah lagi laporan dari masyarakat yang berhasil saya wawancarai berinisial NH (56 Thn) mengatakan “kami masyarakat Paran Julu menginginkan oknum kades kami dicopot dari jabatannya selain dari penyalah gunaan dana desa, kades kami sudah memecah belah kebersamaan dan persatuan masyarakat desa paran julu sebagai contoh adalah membuat pengajian yang baru untuk ibu -ibu wirid yasin dan lebih mirisnya lagi ada sala satu masyarakat kami yang bernama Imran Daulay yang mengadakan akikah (mengayun) putrinya pihak oknum kades tersebut tidak memberikan taratak untuk dipakai padahal jells taratak tersebut adalah milik masyarakat yang bersumber dari dana daerah yang disimpan di rumah oknum kades tersebut ”.

Hal ini perlu perhatikan oleh pihak intansi terkait,Bupati Padang Lawas, kepolisian resort Tapsel dan kejaksaan padang lawas agar menindak lanjut oknum kades Paran Julu tersebut dengan sesuai undang undang yang berlaku demi untuk kenyamanan masyarakat setempat. (AEH)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.