Home » Tabagsel » BBM Turun, Harga Getah Karet Turun

BBM Turun, Harga Getah Karet Turun

Paluta, Pasca kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas kepada penurunan harga getah karet di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Minggu (10/1). Sebab turunnya harga BBM justru membuat ketersediaan bbm langka dan susah di dapat.

“Harga BBM turun, harga getah juga ikut turun,” ujar Rahmat Siregar (39) petani karet asal Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak.

Dikatakan, setelah turunnya harga BBM, harga getah karet juga ikut mengalami sedikt penurunan yang pada pekan sebelumnya mencapai harga Rp 5500 menjadi Rp 5000 perkilogram untuk pekan ini. Menurutnya, meskipun hanya mengalami penurunan sedikit yakni Rp 500 perkilo, namun hal tersebut cukup memberatkan bagi masyarakat khususnya para petani karet.

“Turunnya memang sedikit, tapi itu pun sudah sangat memberatkan bagi kami para petani karet ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, hal tersebut dikarenakan harga kebutuhan pokok hingga saat ini tidak ikut mengalami penurunan yang menurut penilaian mereka masih belum seimbang dengan harga hasil pertanian masyarakat khususnya di daerah Kabupaten Paluta.

Senada dikatakan David Siregar (45) salah seorang pengumpul (toke) getah asal Desa Balimbing, Kecamatan Padang Bolak Julu membenarkan bahwa harga getah karet memang mengalami sedikit penurunan pasca turunnya harga BBM beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga BBM memang cukup baik, namun hal tersebut membawa sedikit efek negatif terhadap harga getah karet yang merupakan salah satu komoditas pertanian masyarakat terbesar di daerah Paluta.

“Iya benar, harga getah karet juga ikut turun setelah harga BBM turun,” ujarnya.

Dia merasa cukup khawatir jika penurunan harga getah karet ini akan terus berlanjut hingga mencapai level terendah dan membuat masyarakat merasa tercekik dengan kondisi ekonomi seperti saat ini.

“Kalau harga getah yang turun itu sudah hal yang biasa, tapi seharusnya harga kebutuhan pokok juga ikut menurun supaya berimbang dengan harga getah yang sebagian besar masyarakat Paluta menggantungkan hidupnya dari hasil kebun karet,” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah dapat mengambil kebijakan dalam hal tersebut dan jangan hanya kebijakan menurunkan harga BBM saja, akan tetapi juga dapat menurunkan harga bahan pokok agar berimbang dengan penghasilan masyarakat petani. (ong)


(Analisa).

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.