Home » Artikel, Surat Pembaca, Tabagsel » Surat Terbuka Untuk Bupati Palas Dari Seorang Guru PAI

Surat Terbuka Untuk Bupati Palas Dari Seorang Guru PAI

Logo HUT Ka.Padang Lawas Ke-9 Yang Jadi Kontroversi di Medsos (diambil dari akun medsos Taufik.Hasibuan)

Logo HUT Ka.Padang Lawas Ke-9 Yang Jadi Kontroversi di Medsos (diambil dari akun medsos Taufik.Hasibuan)

Apakabarsidimpuan.com,PALAS – Surat terbuka untuk Bupati Padang Lawas H.Ali Sutan Harahap (TSO) yang di posting oleh salah satu tenaga pendidik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Guru PAI) yang bernama Taufik Akbar Hasibuan di salah satu sekolah menengah pertama yang ada di Kecamatan Aek Nabara Barumun,Jum’at (15/7) melalui mendsos akun FACEBOOKnya.

Taufik Akbar Hasibuan,S.Pd.I Penulis Surat Terbuka.untuk Bupati Padang Lawas

Taufik Akbar Hasibuan,S.Pd.I Penulis Surat Terbuka.untuk Bupati Padang Lawas

Dalam akun Facebooknya mempertanyakan tentang logo hari jadi Kabupaten Padang Lawas yang bergambar salah satu tempat ikon ibadat agama Hindu yang tidak sesuai dengan tema Padang Lawas yang berbunyi ” Bercahaya,Beriman,Cerdas dan Berbudaya”.

Karena saudara Taufik menilai di kabupaten padang lawas ini lebih banyak menganut agama ISLAM dengan banyaknya bukti didirikan Pondok Pesanteren (PONPES) di pusat pemerintahan kabupaten padang lawas di SIBUHUAN dan sekitarnya kecuali Kecamatan Barumun Tengah dibandingkan dengan logo hari jadi kabupaten padang lawas yang sudah disahkannya.

Dimana Hari Jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Padang Lawas akan digelar pada hari Minggu Tanggal 17 Juli 2016 di Lapangan Merdeka Sibuhuan dikatakan oleh salah satu panitia acara hari jadi kabupaten Padang Lawas Ali Jubri Sitompul kepada media.

Dalam isi surat terbuka tersebut saudara Taufik mengaitkan salah satu kata dalam tema kabupaten padang lawas yang berbunyi “Bercahaya”,yaitu sebagai kabupaten yang bercahaya islami dengan bukti banyaknya tempat-tempat pendidikan agama islam dan pengajian wirid yasin yang ada disetiap desa.

Surat terbuka yang ditujukan ke Bupati Padang Lawas menjadi berita viral di media sosial saat ini,ketika media koran aksinews mengkofirmasi tujuan dan alasan saudara Taufik atas postingan surat terbukanya kepada awak media melalui akunya medsosnya mengatakan “saya sengaja membuat surat terbuka ini untuk Bupati Padang Lawas melalui medsos karena bapak bupati sangat susah ditemui,saya sebagai Guru PAI di Padang Lawas penasaran dan ingin mengetahui apa dasar alasaan kuat bapak bupati mengsahkan logo bergambar candi ini sebagai hari jadi atau hari ulang tahun kabupaten padang lawas ke-9”

Screenshot_2016-07-15-23-49-34-372

Banyak Komentar Netizen di postingan saudara Taufik yang setuju dengan penolakan logo bergambar candi tersebut,seperti yang disampaikan oleh Irham Bakti Pasaribu ” Kalo memang benar logo ini yang ditetapkan pemkab palas sebagai ikon, maka ini jelas2 tidak sesuai dengan bumi palas. Sekiranya pun ada apologi bahwa yg dimaksud memelihara situs sejarah, namun tidak relevan digunakan pada momentum HUT pemkab ini. Mesjid bisa menjadi simbol sekiranya mau dibuat. (Ketua Banser Palas /bendum KNPI Palas kanda Alex Sabar Nasution pernah menyampaikan bahwa pembangunan mesjid agung di sibuhuan bakal jadi ikon, Padang Lawas, menurut kami ini layak)
Tidak ada alasan yang relevan menjadikan ini sebagai logo. Lebih pas lagi polos dengan logo pemkab (itupun kalau pemkab sudah tidak punya ide) Banyak ide yg bisa diserap dari masyarakat, baik dari kalangan Pemuda maupun org tua,Gerakan yang direncanakan untuk menolak logo ini saya sepakat “.

Diakhir postingan saudara Taufik tersebut berharap surat terbuka ini sampai setidaknya diketahui oleh Bupati Padang Lawas Secepatnya.(AEH)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Bergabung Dengan 6,136 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. SURAT TERBUKA

    TERUNTUK AYAHANDA BUPATI PADANG LAWAS H. ALI SUTAN HARAHAP
    DI
    TEMPAT

    SALAM HORMAT
    semoga ayahanda sehat walafiat, senantiasa di beri hidayah islam dan iman oleh ALLAH SWT,
    perkenalkan ayah!!!
    nama saya TAUFIK AKBAR HASIBUAN
    GURU AGAMA ISLAM DI SMP N 1 AEK NABARA BARUMUN
    Sebelumnya ananda mohon maaf karna berkirim surat lewat media sosial ini, pertimbangan saya, lewat media ini, birokrasi yang ribet untuk bertemu ayahanda dapat saya libas!!
    Kedua media ini akan lebih cepat menyampaikan kegelisahan hati saya sebagai seorang guru agama islam.
    Ayahanda yang terhormat!!!

    Tak terasa usia kabupaten kita ini semakin dewasa menginjak usia 9 tahun, tentunya usia ini tidak muda lagi, jika sebagai petani karet, sawit telah panen selama kurang lebih 4 tahunan, dan tentunya telah 9 generasi yang kita cetak selama ini.
    Ayahanda di kabupaten ini sejak masih bergabung dengan TAPSEL terkenal dengan religius, di buktikan dengan banyaknya pesantren di setiap kecamatan, sepengetahuan ananda hanya kecamatan barumun tengah yang tidak ada pesantrennya, selain itu hampir 3 pesantren setiap kecamatannya

    Setiap malam jumat sudah lumrah terdengar pengajian wirid yasin, bahkan kaum ayah, generasi muda telah banyak di berbagai daerah yang membentuknya.
    Inilah sedikit gambaran daerah kita memang termasuk daerah religius bercahayakan ISLAM, dan setahu ananda semenjak ayahanda dulu menjadi wakil bupati juga mengusung tema BERCAHAYA BERIMAN CERDAS DAN BERBUDAYA

    kini menjelng hari jadi ke sembilan ini, tema yang ayah usung ini, seakan telah padam oleh sebuah ikon terlepas siapa? Dan kenapa?
    Ikon ini justru menggambarkan agama yang lain, kita tidak menafikan mereka, dan kita mengakui keberadaan mereka,
    Tapi ayah mereka bukan disini, bahkan mereka tidak ada di bumi padang lawas ini.

    Kenapa ayah menyetujuinya???
    Beri kami alasan!!!
    Dasar apa tempat ibadah agama hindu ini menjadi ikon hari jadi kabupaten kita ini??
    Apa tidak ada yang lebih baik lagi untuk di jual???
    Terima kasih jika ayahanda berkesempatan membaca surat ini!!!

1 Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.