Home » InfoTekno » 16 Tahun Beroperasi, OpenOffice Segera Pensiun?

16 Tahun Beroperasi, OpenOffice Segera Pensiun?

apache-openofficeOpenOffice, perangkat lunak perkantoran yang selama ini jadi saingan berat Office milik Microsoft, disinyalir bakal segera pensiun.

Pertanda tersebut muncul dari diskusi dalam thread e-mail yg dikirimkan sang Vice President OpenOffice, Dennis Hamilton. Di dalamnya termuat pertanyaan mengenai apa yang terjadi aplikasi produktivitas itu purna tugas.

“What would OpenOffice retirement involve?” demikian judul e-mail tersebut, sebagaimana dilansir KompasTekno berasal Digital Trends, Senin (5/9/2016).

Dalam e-mail tersebut, Hamilton mengatakan bahwa OpenOffice sudah menjelang senjakala. Kemampuan tim untuk mendukung dan mengelola proyek open source itu diklaim semakin berkurang.

Bahkan, para pengembang pelan-pelan mulai meninggalkan OpenOffice, kemudian memilih buat mengembangkan software lain.

“Secara pribadi, saya melihat bahwa ketika ini sudah tidak ada pengembang perangkat lunak yang siap pakai, mempunyai kemampuan, kapasitas, serta hasrat buat mendukung keberlangsungan proyek ini,” tulis Hamilton.

“tidak penting apa alasan yg membuat mereka tak lagi ada di dalam proyek ini,” imbuhnya.

Dari tahun kemudian, OpenOffice memang tidak menerima pembaruan sama sekali. Pembaruan terakhir yang dirilis untuk OpenOffice di Oktober 2015 lalu. Dengan kata lain, di 2015 itu hanya terdapat satu pembaruan saja.

Sementara itu, LibreOffice, yg cenderung kurang terkenal, masih mendapat sekitar 14 kali pembaruan pada 2015.

Duduk perkara fatal

Selain soal pembaruan yang sudah usang tidak dirancang, OpenOffice juga punya problem keamanan. Di awal tahun 2016, ArsTechnica sempat melaporkan bahwa OpenOffice mengandung sebuah cacat keamanan yang tidak dapat diperbaiki.

Bahkan disebutkan bahwa satu-satunya solusi terhadap stigma keamanan tadi adalah meninggalkan OpenOffice dan beralih menggunakan LibreOffice atau Microsoft Office.

Hamilton juga mempertimbangkan duduk perkara keamanan ini. Pada e-mail yg sama, beliau mendiskusikan banyak sekali hal yang mesti dilakukan Bila akhirnya OpenOffice harus ditutup demi kebaikan beserta.

Misalnya tentang wadah buat arsip kode pemrograman software tersebut atau bagaimana merangkum seluruh hal yang ada sebelum resmi menutupnya.

Sejumlah pengembang perangkat lunak open source yang masih mendukung OpenOffice berpendapat bahwa pembicaraan mengenai “pensiun” itu kurang produktif. Bahkan mereka menduga Hamilton membuka topik yang keliru .

Kendati demikian, Hamilton tampak benar-benar berfokus terhadap kemungkinan menghentikan proyek OpenOffice.

“saya tidak bisa memprediksi bagaimana akhir asal seluruh ini. Cita rasanya, berkata bahwa terdapat kemungkinan mengenai penutupan proyek ini merupakan bagian dari rasa tanggung jawab aku ,” kata Hamilton.

Sudah 16 tahun

OpenOffice ialah perangkat lunak produktivitas yang relatif tua dan telah beroperasi sejak 16 tahun lalu. Perangkat lunak ini pertama kali mengudara di 13 Oktober 2000. Awalnya, OpenOffice ialah versi open source dari StarOffice milik Sun Microsystem.

Semenjak ketika itu, proyek ini telah ditangani oleh aneka macam pengelola berbeda. Sun Microsystem menangani pengembangan pada 1999 hingga 2009.

Selanjutnya pada 2010, Oracle membeli Sun Microsystem dan proyek OpenOffice pun mereka teruskan sebagai Oracle OpenOffice.

Di 2011, Oracle menghentikan pengembangan OpenOffice serta menyerahkan merek dagang tersebut di Apache perangkat lunak Foundation. Semenjak 2011 hingga kini , namanya berubah sebagai Apache OpenOffice.

www.kompas.com

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.