Home » Tabagsel » Angkola Timur Siap Ditanami Jagung

Angkola Timur Siap Ditanami Jagung

Dirut BUMD PT Tapanuli Selatan Membangun, Hamdan Nasution, Sp. (antarasumut/kodir)

Dirut BUMD PT Tapanuli Selatan Membangun, Hamdan Nasution, Sp. (antarasumut/kodir)

Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan menyiapkan ratusan hektare lahan untuk tanaman jagung.

“Program itu dalam upaya khusus (Upsus) mendukung komoditi utama Pajale (Padi, Jagung, dan Kedelai) dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ujar Kepala BP2KP, Baduaman Siregar.

Lahan jagung yang mereka telah siapkan seluas 298 hektare (Ha) milik kelompok tani Kecamatan Angkola Timur.

Dari total luas lahan diatas, Desa Panompuan ada seluas 2 Ha, Desa Huraba 60 Ha, Desa Silinggom-Linggom 1 Ha, Huta Ginjang 125 Ha, dan Desa Tiang Aras seluas 50 Ha, Desa Marisi ada 60 Ha.

Namun, untuk luas lahan 60 Ha milik kelompok tani Desa Marisi secara swadaya telah mereka tanami jagung.

Sementara, untuk Desa Tiang Aras, kelompok taninya sudah selesai menanam bibit jagung sekitar 30 dari 50 Ha luasan lahan mereka siapkan.

Untuk Per hektare luas lahan membutuhkan sedikitnya bibit jagung sebanyak 15 kilogram.

Menurut Baduaman, bibit jagung dibagikan ke masyarakat kelompok tani melalui PPL , bersumber bantuan pemerintah.

“Itu tidak terlepas upaya dan lobi Bupati Syahrul M.Pasaribu,” sebutnya saat pertemuan dengan seluruh PPL, di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Angkola Timur, Rabu.

Kepada lebih 20-an Petugas PPL Angkola Timur, Baduaman menekankan untuk bekerja maksimal, konsisten, tulus, dan serius.

Peran PPL yang bersentuhan langsung petani, sangat penting dalam memberhasilkan di tingkat petani. PPL harus dapat melakukan pembinaan mulai proses awal penanaman sampai produksi.

Terkait adanya bantuan bibit, Baduaman, menekankan PPL tidak boleh mendiamkannya. Karena, kalau bibit bantuan didiamkan program pemerintah tidak jalan, rakyat petani merugi.

“Untuk bibit jagung sekian banyak saya minta dalam sepekan ini PPL sudah tuntas membagikannya kepada kelompok tani untuk ditanam,” tekan Baduaman.

Apalagi, jagung salah satu komoditi unggulan, dan merupakan salah satu nawacita Jokowi dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Disamping sesuai visi misi Bupati Tapsel Syahrul M.Pasaribu menjadikan Tapsel maju dengan berbasis sumber daya manusia pembangun yang unggul “sehat-cerdas-sejahtera” serta sumber daya alam yang produktif dan lestari.

Direktur BUMD Tapanuli Selatan, Hamdan Nasution yang hadir di pertemuan itu mengatakan pihaknya siap untuk memikirkan pihak pembeli nantinya.

“Kita tidak menginginkan seperti yang terjadi selama ini ketika masa panen, petani bingung memasarkan hasil panen mereka,” kata Hamdan.

BUMD Tapsel, kata dia, tidak menginginkan adanya monopoli harga komoditi sehingga kesannya hanya menguntungkan sebelah pihak atau sekelompok.

Misalnya, kata Hamdan, dengan angka 4 ton hasil panen per hektare dengan cakupan luas lahan 298 Ha, Kecamatan Angkola Timur akan dapat memproduksi 1,192 ton jagung pipil dalam masa tanam 4 bulan.

Itu, sebut Hamdan, suatu angka hasil panen jagung yang cukup besar. Agar petani tidak kebingungan pangsa pasarnya, BUMD PT Tapanuli Selatan Membangun iklhas akan mencarikan pihak pembeli.

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.