Home » Tabagsel » Batangtoru Digenjot Jadi Sentra Jagung

Batangtoru Digenjot Jadi Sentra Jagung

 BERTANAM JAGUNG Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi, bersama kelompok petani Maju Bersama, menanam jagung pipil, Jumat (2/9), di Lubuk Tano, Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. (medanbisnis/ist)


BERTANAM JAGUNG Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi, bersama kelompok petani Maju Bersama, menanam jagung pipil, Jumat (2/9), di Lubuk Tano, Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. (medanbisnis/ist)

Tambang Emas Martabe bertekad membuahkan Batangtoru menjadi pusat budidaya jagung. Hal itu dibuktikan dengan penanaman serentak pada lahan seluas 15 hektare, di Lubuk Tano, Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (2/9).

Penanaman serentak jagung pipil yang dilaksanakan gerombolan Tani (poktan) Maju beserta binaan Tambang Emas Martabe dihadiri unsur Muspika Batangtoru, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan serta Kehutanan (BP3K) Batangtoru, forum Konsultasi warga Martabe (LKMM), dan keluarga besar Manajemen PT AR Martabe Gold Mine.

Deputi GM General Affairs Tambang Emas Martabe Stevi Thomas, mengatakan, aktivitas itu adalah dorongan buat berperan penuh mengupayakan ketahanan pangan, sekaligus memperkuat komitmen Tambang Emas Martabe buat tumbuh beserta semua pemangku kepentingan, termasuk gerombolan tani pada Batangtoru.

“Kami konfiden, hasil panennya nanti akan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat petani, sekaligus membuka peluang bagi Batangtoru menjadi lumbung berbagai akibat pertanian, termasuk jagung, pada Kabupaten Tapsel,” ujar Stevi Thomas.

Stevi menambahkan, jagung artinya komoditas unggulan pada sektor pertanian Tapsel. Bahkan menjadi salah satu komoditas yang masuk program Upsus (upaya spesifik) asal 3 komoditas primer, yaitu padi, jagung dan kedelai (pajale) yg perlu dibudidayakan pada semua Indonesia.

“buat mencapai swasembada jagung, kami mengharapkan agar petani dapat bekerja sama secara intensif dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sebab swasembada akan tercapai Bila semua pihak berkontribusi secara aporisma,” ujar Stevi. Poktan Maju beserta beranggotakan 30 orang petani memakai sistim penanaman berselang saat menggunakan prediksi panen perdana pada Januari 2017. Sasaran panennya lima ton perhektar buat termin pertama.

Berdasarkan Stevi, penanaman jagung pada Desa Sumuran dinilai sempurna, sebab secara kondisi tumbuh, cocok menggunakan kondisi daerahnya, yaitu berhamparan luas dan datar. “Tahun 2016, Dinas Pertanian Sumut mematok sasaran produksi jagung mencapai 1,7 juta ton atau naik dibandingkan sasaran 2015 sebesar 1,3 juta ton. Sementara buat luas tanam di 2016 kurang lebih 284.417 hektare atau naik sebesar 33.326 hektare berasal luas tanam 2015 seluas 251.091 hektare,” imbuhnya.

Dia pula mengatakan, sebelumnya, di, Kamis (25/8) kemudian, Gapoktan Batuhula yang juga binaan Tambang Emas Martabe telah melaksanakan penanaman bibit padi unggul Inpari 9-Permata Hijau secara serentak di atas lahan sawah seluas 30 hektare di Desa Batuhula, kecamatan Batangtoru, Tapsel. Penanaman dilakukan sang Tambang Emas Martabe beserta Koramil Batangtoru, BP3K dan Gapoktan Batuhula. (juniwan/ril)

/http://www.medanbisnisdaily.com

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.