Home » Headline, Sport, Sumut » PSMS Medan Jangan Dibubarkan

PSMS Medan Jangan Dibubarkan

psms medan PSMS Medan Jangan Dibubarkan

Tribun Medan / Arifin
M Antoni (kanan) Bek PSMS Medan saat berlaga melawan PS Bintang Jaya Asahan di Stadion Teladan Medan beberapa waktu

Babak penyisihan grup I turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B sudah berakhir. Kesebelasan PSMS Medan pun dipastikan tidak lolos ke babak 16 besar sebab finish di urutan ketiga klasemen akhir.

Berasal grup I, Persiraja Banda Aceh serta PSPS Riau akan melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan nasib pemain PSMS berada pada ujung tanduk.

Tim kebanggaan Kota Medan ini akan memulangkan pemainnya. Belum tahu kapan pemain akan dipanggil lagi. Menggunakan istilah lain, skuat asuhan Abdul Rahman Gurning ini akan dibubarkan.

Gelandang PSMS Medan Tri Yudha Handoko menilai tim jangan dibubarkan. Pasalnya skuat yang dimiliki Ayam Kinantan waktu ini sudah sangat solid. Hanya perlu dilakukan penambahan beberapa pemain untuk memperkuat tim.

Sehingga Bila ada turnamen atau liga pulang bergulir, pemain sudah siap tempur serta tidak dibentuk berasal awal lagi.

“jikalau menurutku lebih baik dipertahankan, karena tim yang terdapat sekarang kan sudah bagus. Mungkin butuh penambahan pemain lagi buat lebih solid lagi,” ujar Yuda, Senin (5/9).

Lagi jua, tambah Yudha, tidak gampang buat menghasilkan tim baru yg kekompakkan mirip waktu ini. Terlebih, kekompakan pemain dan tim instruktur PSMS telah terjalin sangat baik. Sangat disayangkan Bila harus dibubarkan.

“tapi seluruh keputusan pulang lagi ke manajemen. Kami menjadi pemain wajib mengikuti apa kebijakan berasal manajemen,” tambah pemain bernomor punggung 24 ini.

Sementara waktu ketika, sembari menunggu keputusan berasal manajemen, Yudha akan pulang beraktivitas mirip biasa. Yakni bekerja pada Bank Sumut. Beliau tidak berencana mencari tim lain.

“yg absolut nya saya akan permanen jaga kondisi dan pulang lagi ke Bank Sumut. Jika memang PSMS masih kasih aku agama buat bermain lagi ya saya siap,” tutur alumni Ilmu Politik FISIP USU ini.

Pekan kemudian, Kisharianto Pasaribu, Wakil koordinator awam PSMS Medan mempunyai pendapat Jika PSMS Medan gagal di ISC B akan dilakukan evaluasi secara akbar-besaran. Penilaian yang dia maksud adalah melakukan pergeseran secara holistik tim. Jadi sangat kecil kemungkinan untuk permanen seperti semula.

“Andai Jika gagal, maka tim ini akan kami penilaian. Kami akan memulangkan pemain dan pengurus ke kawasan Asalnya masing-masing, ” ucapnya.

Dia menegaskan, asal sekian banyak yang akan dipulangkan maka akan terdapat beberapa pemain atau pengurus yg dipertahankan. Lalu akan dirancang lagi yang baru melalui proses seleksi.

” karena terdapat beberapa pemain yang tetap pada PSMS maka tidak harus mulai asal nol lagi. Nanti buat memilih pemain sepakbola kami akan mengutamakan putra wilayah yang menjadi prioritas menjadi skuat PSMS, ” tambahnya.

Koordinator SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir mengaku kecewa atas kegagalan tim kebanggannya melaju ke babak 16 akbar. Dikatakannya skuat PSMS perlu dirombak, termasuk semua pengurus yg menangani PSMS waktu ini.

“Ke depannya kami berharap beberapa pemain harus dirombak dan jika perlu instruktur jua. Akan tetapi enggak hanya timnya, pengurus PSMS juga itu wajib diganti,” tegasnya.

Menerima Tawaran Tarkam
Bek PSMS, M Antoni mengaku Jika PSMS dibubarkan akan mengembangkan kesulitan dalam hal ekonomi. Pasalnya penghasilan utama dan satu-satunya adalah dari sepakbola.

Sekarang, ia hanya pasrah menggunakan keputusan manajemen tim Ayam Kinantan. Hanya menunggu panggilan saja.
Sembari menunggu kepastian dari PSMS, sekarang dia mencari tim-tim yg ikut turnamen antarkampung (tarkam) yang membutuhkan jasanya.

“Menunggu kompetisi animo depan lah dari PSMS. Ya jikalau terdapat tarkam pun, tarkam ajalah sementara waktu ini,” ungkap Antoni, Senin (5/9).

Bahkan saking butuhnya pekerjaan, beliau menulis status di jejaring sosial “mendapatkan Tawaran Tarkam serta Sejenisnya”. Pasalnya, dari bermain tarkam, penghasilannya lumayan serta bisa memenuhi perekonomian famili kecilnya.

Meski tidak berlatih lagi beserta PSMS, pemain bernomor 14 permanen latihan sendiri buat menjaga kebugaran dan ketahanan fisik. Sekali waktu dia akan bergabung latihan beserta Putra Buana, sekolah sepak bola di Desa manunggal Helvetia, Deliserdang yg sudah membesarkan namanya.

Selain itu, pemain yg pernah membela Persiram Raja Ampat dan PS Kwarta ini berdoa agar kompetisi sepakbola pada tanah air akan bergulir balik . Menggunakan ada kompetisi, pemain-pemain sepakbola profesional, termasuk dirinya mampu menjual jasanya kepada tim yang membutuhkan.(rif)

/Tribunnews.com

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.