Home » Headline, Tabagsel » Alamak…!, Gara – Gara Ikut Pilkades, Pria Ini Dicoret Dari Warga Desa

Alamak…!, Gara – Gara Ikut Pilkades, Pria Ini Dicoret Dari Warga Desa

Metmet Arroji Harahap (39) menunjukkan surat berita acara yang menyatakan bahwa ia dikeluarkan dari status warga desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak, Selasa (18/10).

Metmet Arroji Harahap (39) menunjukkan surat berita acara yang menyatakan bahwa ia dikeluarkan dari status warga desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak, Selasa (18/10).

PALUTA – Diduga karena masalah pemilihan kepala desa (pilkades), seorang warga di desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dikeluarkan statusnya sebagai warga desa setempat.

Adalah Metmet Arroji Harahap (39) dikeluarkan dari statusnya sebagai warga desa oleh aparat desa dan tokoh masyarakat desa. Hal tersebut berdasarkan surat berita acara per tanggal 3 Oktober tahun 2016 atas dasar hasil rapat koordinasi di Kantor Camat Padang Bolak yang dihadiri oleh Kades, sekdes, perangkat desa, ketua BPD, tokoh masyarakat dan staf pegawai kantor camat Padang Bolak.

Di dalam surat yang diketahui dan ditanda tangani oleh Camat Padang Bolak Ali Ja’far Harahap SH tersebut, ada 3 poin hasil rapat koordinasi tersebut yang menyatakan bahwa saudara Metmet Arroji Harahap tidak pernah mau mengikuti atau menentang peraturan/ketentuan yang ada di desa Sihapas-hapas.

Kedua, merubah dan memengaruhi pola pikir masyarakat untuk tidak mengikuti prinsip-prinsip adat, keagamaan dan pemerintahan desa Sihapas-hapas dan ketiga, merubah segala yang menjadi prinsip dasar yang ada di desa Sihapas-hapas menjadi prinsip pribadi tanpa mengindahkan aturan yang sudah menjadi prinsip adat, prinsip agama dan pemerintahan desa Sihapas-hapas. Dan dari hasil penjelasan poin-poin tersebut, maka atas nama Metmet Arroji Harahap ‘tidak dibenarkan lagi’ sebagai warga desa Sihapas-hapas.

Metmet Arroji Harahap kepada sejumlah wartawan, mengatakan bahwa ia mengetahui dirinya dikeluarkan dari status warga desa setelah istrinya Saidah Ritonga menerima surat berita acara hasil rapat koordinasi tersebut yang diberikan oleh aparat desa pada tanggal 12 Oktober lalu.

Katanya, ia tidak mengetahui tentang dilaksanakannya rapat koordinasi tersebut. Ia hanya menerima surat berita acara tanpa mengetahui sebab akibat dan kapan dilaksanakan rapat koordinasi tersebut.

“Saya tidak tahu apa sebabnya dan kapan dilaksanakan rapat koordinasi itu. Tiba-tiba datang surat berita acara kalau saya sudah dikeluarkan dari warga desa,” ujarnya, Selasa (18/10).

Lanjutnya, saat itu ia hanya mengetahui akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan aparat desa dan panitia desa dalam hal pencalonannya sebagai kepala desa. Namun sebelum rapat tersebut dilaksanakan, tiba-tiba ia menerima surat berita acara yang menyatakan bahwa ia tidak dibenarkan lagi sebagai warga desa Sihapas-hapas. Padahal katanya, secara administrasi ia merupakan warga desa Sihapas-hapas, Kecamatan Padang Bolak sesuai dengan E-KTP dengan Nomor Induk Kependudukan 1220042708770002 yang dikeluarkan oleh Pemkab Paluta.

Dirinya menduga hal ini merupakan efek dan permainan politik dari oknum-oknum tertentu dari desa dan kecamatan untuk menjegal dirinya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Senada, salah satu warga setempat, Muhammad Soleh mengatakan bahwa Metmet Arroji Harahap adalah benar warga Desa Sihapas-hapas dan juga memiliki KTP yang dikeluarkan oeh Pemkab Paluta.

Terpisah, camat Padang Bolak Ali Ja’far Harahap SH saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa surat berita acara desa Sihapas-hapas tersebut memang benar ia ketahui dan ia tanda tangani. Namun ia hanya sebatas mengetahui saja dan bukan orang yang mengeluarkan surat tersebut. Sebab surat tersebut adalah hasil keputusan rapat koordinasi aparat desa dan tokoh masyarakat yang dilaksanakan di Kantor Camat Padang Bolak beberapa waktu lalu yang diajukan kepadanya dan diketahuinya sesuai dengan tandatangannya.

“Benar surat itu ada. Tapi saya hanya mengetahui saja, bukan saya yang mengeluarkan surat itu. Surat itu hasil keputusan rapat koordinasi mereka yang dilaksanakan di Kantor Camat dan saya yang mengundang mereka untuk melaksanakan rapat itu. Kemudian hasilnya mereka laporkan sama saya,” jelasnya.

Lanjutnya, surat tersebut pun bukanlah menyatakan bahwa nama yang tertulis dalam surat tersebut dikeluarkan dari status kependudukan, melainkan hanya dikeluarkan dari status warga secara adat dan kesatuan masyarakat. (mar)

Sumber Berita : metro-online.co/alamak-gara-gara-pilkades-pria-ini-dicoret-dari-warga-desa/?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=socialnetwork

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Bergabung Dengan 6,136 komentator di Apakabarsidimpuan

  1. Cara yg tidak benar tentu berujung pada kemalangan

1 Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.