Home » Tabagsel » Karena Ingkar Janji, PN Padangsidimpuan Perintahkan Kembalikan Rumah

Karena Ingkar Janji, PN Padangsidimpuan Perintahkan Kembalikan Rumah

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padangsidimpuan yang terdiri Hakim Ketua Hasnul Tambunan, SH., MH bersama Andi Wiliam Permata, SH., dan Fadel Pardamean Batee, SH selaku hakim anggota atas perkara perdata tentang gugatan ingkar jani sebagaimana tertuang dalam perkara No. 24/Pdt.G/2016/PN.Psp  akhirnya memutuskan perkara itu (Selasa 18/10).

Dengan memenangkan gugatan yang diajukan Ismet Siregar dkk melawan M. Ali Nurman Siregar beserta istrinya Marni br Sihotang atas adanya perbuatan ingkar janji dalam jual beli dan penguasaan rumah milik Ismet Siregar yang terletak di jalan Brigjen. Katamso No. 21 dan 23 Kec. Psp. Utara Kota Padangsidimpuan.

Dalam putusannya itu Majelis Hakim menayatakan tindakan Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang adalah perbuatan ingkar janji yang merugikan Ismet Siregar dalam hal jual beli kedua rumah milik Ismet Siregar itu, dan selain membatalkan jual beli itu, Hakim juga memerintahkan agar sewa rumah Ismet Siregar harus dibayar kedua Tergugat sejak tahun 2014 serta memerintahkan Ali Nurman Siregar berserta istri mengembalikan dan mengosongkan rumah milik Ismet Siregar itu. Dalam keadaan baik.

Bahkan berdasarkan putuan itu juga Panjar yang dibayarkan Ali Nurman Siregar dinyatakan hangus dan tidak dapat dikembalikan karena tindakan ingkar janji kedua suami istri tersebut. Demikian sebahagian isi putusan itu dibacakan Hakim Hasnul Tambunan,SH.,MH dihadapan kedua kuasa hokum para pihak antara Ismet Siregar dan Ali Nurman dkk di Pengadilan Negeri Padansgdimpuan (Selasa, 18/10) .

Karena Ingkar Janji, PN Padangsidimpuan Perintahkan Kembalikan Rumah

Kuasa Hukum dari Ismet Siregar – Ahmad Marwan Rangkuti, SH – Kantor Hukum MARWAN RANGKUTI & REKAN Padangsidimpuan

kuasa Hukum dari Ismet Siregar

Terkait putusan itu, Marwan Rangkuti selaku kuasa Hukum dari Ismet Siregar mengatakan sebelum melakukan gugatan ini ke Pengadilan, kliennya sudah berulang kali mengingatkan agar Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang memenuhi isi janji yang diperbuatnya sendiri berdasarkan surat pernyataannya bahkan klien kami telah berusaha mencari jalan agar persoalan ini cepat selesai, .

Namun pihak Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang bersikeras dan memaksa menguasai kedua rumah milik klien kami, padahal Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang sudah berjanji kepada klien kami jika mereka tidak sanggup membayar rencana pembelian kedua rumah itu sebesar Rp 1,2 Milyar maka mereka akan bersedia membayar sewa kontrak selama mereka dirumah itu dan mengosongkan kedua rumah itu hingga bulan April 2014, namun hingga kini Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang masih tetap menguasai tanpa membayar apapun kepada klien kami.

Dan akhirnya klien kami pun mengambil upaya hokum dengan menggugat secara perdata serta melakukan pengaduan pidana atas masuk rumah tanpa izin serta penggelapan kunci rumah milik klien kami ke Polres Padangsidimpuan.” ujar Marwan pada wartawan.

Lebih lanjut Marwan menjelaskan, sekalipun gugatan perdata klien kami telah diputus namun anehnya penyidik Polres Kota Padangsidimpuan hingga sekarang belum juga meresepon pengaduan klien kami bahkan selain belum juga menetapkan tersangka kepada mantan oknum perwira Polres kota padangsidimpun itu bersama istrinya, dan itu juga belum mengirimkan surat SPDP berdasarkan perintah Pasal 109 KUHAP kepada Kejari Padangsdimpuan padahal penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada semua pihak baik saksi, ahli maupun dokumen surat yang ada .

“Kapolres Padangsidimpuan harus mengevaluasi kinerja Kasat Reskrimnya yang diduga lamban dan kurang professional dalam menyidik suatu perkara khususnya pengaduan klien kami Ismet Siregar, dimana seharusnya perkara yang dilaporkan Ismet Siregar itu secara hokum sudah ada penetapan Tersangkanya karena berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik pembantu perkara itu diketahui telah terdapat lebih dari 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkan Ali Nurman bersama istri Marni Sihotang selaku Tersangka.

Namun anehnya hingga kini status perkara itu pun diduga digantung dengan alasan yang diluar hokum atau tidak jelas bahkan dari penjelasan Kasi Pidum Kejari Padangsidimpuan ternyata SPDP perkara itu ada yang belum diberitahukan/diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan sesuai perintah Pasal 109 KUHAP.

Dan jika perkara seperti ini saja Kasat Reskrim nya tidak mampu melakukan konstruksi hokum apakah perkara klien kami telah layak untuk ditetapkan Tersangka kepada pelaku, maka diduga juga perkara-perkara lain pun akan mengalami nasib hal yang sama dan hal ini pun dapat berdampak dirugikannya masyarakat pencari keadilan’ ungkap Marwan didampingi Ismet Siregar. (AKS-MR)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.