Home » Tabagsel » Harga Melambung – Petani Cabai di Lumban Dolok Tersenyum

Harga Melambung – Petani Cabai di Lumban Dolok Tersenyum

Melayani Pembeli Terlihat aktivitas pedagang cabai merah di Pasar Baru Panyabungan ketika melayani pembeli. (medanbisnis/zamharir rangkuti)

Melayani Pembeli Terlihat aktivitas pedagang cabai merah di Pasar Baru Panyabungan ketika melayani pembeli. (medanbisnis/zamharir rangkuti)

Panyabungan. Ucapan syukur, itulah yang terucap dai para petani cabai merah di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, harga dalam sebulan terakhir tetap di atas Rp 50.000/kg.

“Syukur Alhamdulilah masa panen kita tahun ini harga cabai merah lagi tingginya” ucap Said Siregar kepada MedanBisnis, Senin (7/11).

Said mengatakan, petani cabai di sekitar lokasinya masih awal panen belum mencapai panen puncaknya. Akan tetapi harga penjualan mereka kepada pengepul di atas Rp 50.000/kg.

“Kalau saya baru dua kali panen sekitar 11 kg sekali panen,” katanya sembari menambahkan dengan luas lahan yang dimilikinya mencapai 1,5 rante (20 meter kali 20 meter/rante).

Menurut bapak empat orang anak ini lahan miliknya itu merupakan persawahan, di mana usai panen cabai akan dialihkan ke tanaman padi sawah. “Pada umumnya di sini petani sawah selama enam bulan dan enam bulan lagi tanaman hortikultura,” katanya.

Bertanaman cabai sudah dilakoninya selama 10 tahun terakhir, walaupun dia sebagai petani cabai hanya lewat pengalaman saja tidak tiap tahun merasakan harga yang bagus. “Tidak tiap musim tanam kita memperoleh harga menggembirakan seperti ini, pernah harga hanya Rp 3.000/kg. Jadi bertanam cabai ini seperti namanya musiman,” ungkapnya. (zamharir rangkuti)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.