Home » Headline, Kesehatan » 6 Mitos Diabetes yang Menyesatkan dan Faktanya

6 Mitos Diabetes yang Menyesatkan dan Faktanya

diabetes 6 Mitos Diabetes yang Menyesatkan dan Faktanya

Foto: ilustrasi/thinkstock

Jakarta – Ada banyak mitos tentang diabetes yang beredar di masyarakat. Mitos-mitos ini menciptakan gambaran akan diabetes yang kurang tepat dan penuh dengan stigma, sehingga penyakit tersebut tidak tertangani dengan baik.

Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD dari Divisi Metabolik Endokrin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) melihat hal tesebut sebagai bentuk kurangnya pemahaman dan edukasi mengenai penyakit diabetes.

“Edukasi dan pemahaman yang kurang mengenai penyakit diabetes menyebabkan terbentuknya mitos di masyarakat,” kata dr Yunir, ditemui pada saat konferensi pers penutupan World Diabetes Day, di RSCM, Jl Pangeran Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Berikut 6 Mitos dan Fakta Diabetes Paling Umum di Masyarakat:

Mitos: Diabetes bisa disembuhkan

Fakta: Penyakit diabetes mempunyai spektrum yang sangat beragam dan heterogen. Ada yang bisa terkendali dengan mengatur makan dan olahraga saja, ada juga yang perlu insulin.

Ini sesuai dengan progresifitas dari penyakit diabetes itu sendiri. Jika terkontrol dengan baik, penyandang diabetes dapat hidup hingga usia tua tanpa komplikasi.

Mitos: Penyandang diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan manis sama sekali

Fakta: Apabila makanan manis itu merupakan bagian dari diet seimbang dan dikombinasikan dengan olahraga, makanan bergula masih dapat dikonsumsi dengan batasan glukosa sekitar 10 persen dari total kalori. Kuncinya adalah mengonsumsi makanan manis dalam porsi tertentu. Sehingga gula dalam darah dapat dikontrol dengan baik.

Mitos: Diabetes bukan penyakit yang serius

Fakta: Setiap tahun, angka kematian yang disebabkan oleh diabetes lebih banyak daripada jumlah kematian kanker payudara dan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome). Diabetes juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, yang merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia.

Saat ini diabetes menghabiskan banyak biaya kesehatan di seluruh dunia. Termasuk, biaya tinggi yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk menanggung komplikasi kronisnya.

Mitos: Diabetes dapat menular

Fakta: Diabetes tidak dapat ditularkan tetapi, dapat diturunkan. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh campuran antara faktor keturunan atau genetik dan gaya hidup. Sedangkan diabetes tipe 1 berhubungan dengan faktor autoimun.

Mitos: Buah adalah makanan sehat, jadi baik untuk dimakan sebanyak-banyaknya

Fakta: Buah adalah makanan sehat yang mengandung serat, vitamin, dan mineral. Tapi buah juga mengandung karbohidrat, yang juga merupakan gula dalam struktur yang lebih kompleks. Karenanya, asupan buah harus juga diperhitungkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi tentang berapa banyak, sering atau tipe buah yang dapat dimakan.

Mitos: Diabetes adalah penyakit orang berusia lanjut

Fakta: Diabetes tipe 2 memang lebih umum pada usia lanjut akibat penurunan fungsi kelenjar pankreas akibat proses penuaan. Namun, beberapa tahun terakhir seiring perubahan lingkungan, pola makan dan aktivitas fisik di negara berkembang menyebabkan semakin banyak anak-anak dan dewasa yang alami diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 juga menyerang usia remaja dan dewasa dengan proses yang hampir sama seperti pada anak-anak.

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.