Home » InfoTainment » Pahompu Panggoaran Karya Daulat Manurung di Puncak Chart Lagu Etnik Indonesia

Pahompu Panggoaran Karya Daulat Manurung di Puncak Chart Lagu Etnik Indonesia

SIB/Dok Daulat Manurung SMATT bersama pahompu yang akhir Oktober 2016 genap berusia 8 tahun.

SIB/Dok
Daulat Manurung SMATT bersama pahompu yang akhir Oktober 2016 genap berusia 8 tahun.

Jakarta – Lagu Pahompu Panggoaran karya Daulat Manurung SMATT berada di puncak chart lagu etnik Indonesia. Dendangan tersebut dilantunkan Trio Lamtama. Lagu yang terdapat dalam album ke-23 Trio Lamtama menjadi unggulan di album luks tersebut. “Beda dengan lagu Lamtama Trio terdahulu, Pahompu Panggoaran yang kami nyanyikan memiliki kekuatan lirik dan syair yang dapat mengundang air mata. Air mata sedih, haru dan bahagia bergabung jadi satu,” ujar Nixon Simanjuntak, musisi dan personel trio yang memomulerkan lagu Anak Medan itu di Jakarta, Senin, (1/11).

Menurutnya, ketika disodorkan untuk dilantunkan, Pahompu Panggoaran langsung mengena karena selama ini lagu-lagu dengan syair kuat sangat identik dengan Trio Lamtama. “Tetapi, kali ini memang beda. Mula-mula lagu tersebut disodorkan produser dengan menyebut nama Tagor Tampubolon. Kami langsung senang karena maestro lagu Batak itu kemnbali memercayai Trio Lamtama, tapi kok rasanya ada yang beda. Setelah jadi album, baru dikabarkan bahwa lagu tersebut ciptaan Daulat Manurung dan Tagor Tampubolon. Artinya, dua maestro industri musik etnik, khususnya lagu Batak, bergabung hingga lahir Pahompu Panggoaran,” tambah pria pemilik suara melengking tersebut.

Di Medan, Daulat Manurung bilang, lagu tersebut diciptakan atas kisah nyata. “Pahompu saya lahir pada 7 Desember 2011 di RS Columbia Asia. Tetapi, ompung pahompu yang kemudian diberi nama Pangeran Sitorus itu, menyambut dengan suka-cita karena kelahiran Pangeran mengubah namanya menjadi Opp si Pangeran Sitorus. Saya amati terus… hingga jadilah lagu tersebut lima hari usia Pangeran Sitorus,” ujarnya sambil mengatakan Pangeran Sitorus adalah buah cinta pasangan Citra Manurung – Herbert Sitorus yang manajer di satu BUMN di Tanah Air.

Setiap hari, bila bezuk borunya di rumah sakit, syairnya diorat-oret pria yang disapa Dading Manurung tersebut. Ketika dirasa komplit, lagu tersebut direkamnya di HP yang masih tergolong jadul. “Sambil menulis, kadang saya nyanyikan sendiri. Dipoles di bagian tertentu. Makin lama didengar, terasa semakin menusuk hati. Saya pastikan untuk direkam secara profesional,” kenangnya.

Ketika pertama kali diperdengarkan, Op si Pangeran Sitorus menitikkan air mata. “Bagi orang Batak, Pahompu Panggoaran itu adalah kekayaan yang tak terhingga: hagabeon hasangapon hamoraon. Itulah makna lagu Pahompu Panggoaran,” rinci Dading Manurung sambil mengatakan ketika Tagor Tampubolon mendengar lagu yang dibawakan tanpa musik, tertarik.

Menurutnya, Tagor Tampubolon yang menggubah ke bahasa Batak sesuai industri kreatif agar kearifan lokal dalam lagu tersebut tidak tergerus sedikit pun. “Kalau lagu tersebut berada di puncak chart lagu etnik Indonesia, terima kasih. Padahal belum sampai sebulan dirilis.

Nixon Simanjuntak berharap, lagu Pahompu Panggoaran menjadi satu legenda industri kreatif genre etnik. “Pak Tagor Tampubolon kan sudah melahirkan sejumlah lagu legenda seperti Boru Panggoaran dan Tangiang ni Dainang serta yang lain. Trio Lamtama pun menginginkan hal tersebut,” ujarnya sambil mengatakan lagu Pahompu Panggoaran pun memiliki sejumlah keunggulan untuk menjadi lagu legenda karena di dalamnya ada filosofi Batak.

Kenyataan itu pun membuat Dading Manurung haru. “Kiranya, industri musik etnik khususnya Batak di Indonesia semakin kokoh. Saya masih ingin berkreasi setelah Pahompu Panggoaran,” tutupnya. (T/R9/ r)


(SIB)

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.