Home » Berita, Global, InfoTekno, Internasional » Dunia Di Ambang Cyber Terorism

Dunia Di Ambang Cyber Terorism

Kemajuan teknologi memberikan dampak positif, tapi juga ancaman, bagi kehidupan manusia. Salah satu di antaranya adalah kemungkinan terjadinya digital terrorism atau Cyber Terorism.

Presiden Amerika Serikat Sebelumnya Barack Obama telah memperingatkan tentang risiko “Cyber Pearl Harbor”. Sebuah mimpi buruk yang mengancam keutuhan jaringan elektronik dan jaringan ponsel karena memicu terjadinya perang digital di seantero jagad.

digital terrorism Dunia Di Ambang Cyber TerorismHal ini telah diperbincangkan lebih dari 20 tahun, ketika banyak pihak katakan mimpi buruk itu akan menjadi kenyataan. Tapi, kekuatiran tentang hal itu kini mencuat kembali. Soalnya tidak sedikit orang yang ketakutan menghadapi apa yang oleh Obama disebut sebagai “Cybervandalism”, yang oleh pihak lain disebut terorisme digital (digital terrorism).

Serangan ini sangat berbahaya. Ia bisa berlangsung dalam tempo singkat. Para penyerang sangat sulit untuk diidentifikasi, karena tidak ada bukti yang bisa didapatkan dengan mudah. Apa lagi tidak ada ketentuan hukum atau norma-norma yang mengatur penggunaan senjata digital. Pemerintah Amerika Serikat belum pernah memberikan pengakuan jika pernah menggunakan senjata semacam itu.

“Sampai saat ini, kita masih mengalami kesulitan untuk mengetahui serangan yang menjengkelkan ini,” kata James Lewis, seorang cyberexpert di Center for Strategic and International Studies, seperti diungkapkan kembali dalam sebuah laporan di situs New York Times beberapa hari lalu.

Segala informasi yang berkaitan dengan itu telah mendorong pemerintahan Amerika berpikir ekstra keras. Terutama setelah beredarnya informasi bahwa Korea Utara mencoba mengintimidasi Sony Pictures, berkenaan dengan rencana mereka untuk menggelar peperangan digital.

Dengan adanya informasi tentang upaya badan intelijen Amerika CIA untuk melumpuhkan kekuatan Presiden Korea Utara Kim Jong Un, aroma peperangan yang mahadahsyat dengan mudah tercium sangat nyata.

Untuk sementara ini, serangan yang paling mengancam adalah serangan cyber. Pertanyaannya, siapa yang akan melakukannya? Serangan serupa seperti teradap Sony diperkirakan akan sangat merusak. Ini bisa menghancurkan sekitar dua pertiga dari sistem komputer maupun server. Hal ini diperkirakan akan merupakan serangan cyber paling merusak di Amerika.

Menurut sumber yang sama, Obama butuh waktu sedikitnya tiga minggu untuk mengidentifikasi Korea Utara sebagai pihak yang terus berusaha melakukan serangan.

Biro investigasi federal Amerika, FBI, sendiri juga menolak menyerahkan banyak bukti yang berkaitan dengan itu, Mengapa bisa begitu? Karena Amerika sendiri juga tak mau ketahuan sebagai pihak yang terus berusaha menembus jaringan Korea Utara.

“NSA sebenarnya telah menguping komunikasi pemerintah Korea Utara sejak Perang Korea. Karenanya masuk akal untuk mengasumsikan bahwa berbagai analisa yang mendukung kebenaran informasi terakhir dapat dinyatakan tepat, kata Bruce Schneier, salah satu ahli cyber terkemuka Amerika, yang menulis laporan di situs Atlantic beberapa hari lalu.

Apakah berbagai langkah yang diambil pemerintah Amerika dapat dikatakan sebagai bentuk serangan yang diinisiasi negara adi kuasa itu sendiri? Kalau benar demikian apakah tidak akan mendorong Tiongkok untuk terlibat di dalamnya? Apakah mungkin Korea Utara akan melindungi dirinya sendiri tanpa keterlibatan Tiongkok?

Semua itu layak dianalisis. Paling tidak, seandainya Amerika belum atau tidak berminat untuk melancarkan serangan cyber dalam waktu dekat terhadap musuhnya, bisa dipastikan Amerika ingin mengingatkan Presiden Kim bahwa pihaknya tidak main-main.

Amerika merupakan tempat pelatihan bagi 6.000 cyberwarriors dan mereka semua memiliki alamat internet protokol Korea Utara. [pahompu.com]

REDAKSI, PENGIRIMAN BERITA dan INFORMASI PEMASANGAN IKLAN
HUBUNGI: apakabarsidimpuan@gmail.com.com

READ MORE

STOP-HIV-AIDS

Belum Ada Komentar

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi apakabarsidimpuan. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) --- Gunakan layanan GRAVATAR untuk menampilkan foto anda.